Gadis Virgin Milik CEO.

Gadis Virgin Milik CEO.
Choky dan Kimmy


__ADS_3

Malam nya seperti yang di rencanakan Wilson dan Daffin datang dengan membawa Choky, dan Kimmy masih belum keluar kamar karena di dandani oleh Ambar.


"Kita langsung makan saja, bentar aku panggil Ambar dulu" ucap Jessy yang baru selesai membereskan makanan.


Ambar sebenarnya memiliki orang yang bekerja, hanya saja bibi yang membantu nya selalu pulang setiap jam 3 sore.


Daffin melirik Wilson dan seolah paham dengan lirikan itu Wilson langsung menunjukan ke arah kamar tamu.


"Kau mau kemana?" tanya Choky melihat Daffin berdiri.


Daffin berhenti dan melihat ke arah Choky.


"Tentu saja melihat putriku yang cantik, dia pengobat di saat ku lelah" jawab Daffin sombong.


Dan dengan wajah sombong nya Daffin berlalu memasuki kamar, Choky yang melihat itu langsung berdiri dan masuk ke kamar yang sama dengan Daffin.


Di saat masuk Choky yang baru membuka pintu melihat Daffin yang terlihat sangat bahagia menggendong Putri nya, bayi mungil itu nampak mengeliat kecil di pangkuan Daffin membuat Choky tertegun melihat nya.


Choky merasa iri dan juga ingin ada di posisi Daffin, melihat Daffin yang tertawa saat mengajak anak nya berbicara itu benar-benar membuat nya sedikit tersentuh.


"Kenapa aku merasa memiliki bayi adalah hal yang membahagiakan?, CK.. perasaan macam apa ini Chok, come on hidup bebas mu lebih menyenangkan" Choky malah perang batin.


Daffin sadar jika Choky ada di kamar yang sama dengan nya, dia berbalik dan memamerkan putrinya yang cantik.


"Astaga princess kau semakin gendut, Daddy merasa kewalahan" ucap Daffin menidurkan baby nya.


"Lebay." batin Choky.


"Kau mau mengendong Chok?" tanya Daffin.


Dan Choky yang berniat keluar dari kamar itu seketika menghentikan langkah nya, dan berbalik menatap Daffin.


"Aku tak suka bayi" bohong nya.

__ADS_1


"Kau akan menjadi ayah, sebisa mungkin harus bisa menggendong bayi" balas Daffin tertawa.


"Aku belum menikah dan aku tak sembarangan memberikan benih ku pada wanita" sahut Choky sewot.


Dan setelah itu Choky langsung keluar dari kamar itu, Daffin yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya dan setelah keluar kamar dengan baby Cilla di gendongan nya.


Daffin menidurkan baby Cilla di stroller baby, tak lama kemudian Jessy datang bersama Ambar dan Kimmy.


Choky yang melihat Kimmy langsung menepuk pipi nya pelan, dia pikir dia sedang berhalusinasi lagi.


"Kau kenapa?" tanya Daffin melihat sikap aneh Choky.


"Tidak" sahut Choky langsung mengubah raut wajah nya menjadi mode dingin lagi.


Kimmy melihat Choky, dia membuang nafasnya dengan kasar lalu menarik kursi di samping Choky karena hanya meja itu yang kosong.


Acara makan malam pun di mulai, Jessy mengambilkan makanan untuk Daffin pun sama dengan Ambar yang mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk suami tercintanya.


Kimmy merasa kasihan dia pun memilih mengambilkan makanan untuk Choky, dan saat Kimmy mengambilkan makanan semua orang tersenyum melihat itu, tidak dengan Choky yang sedikit kaget.


"Waw, sebentar lagi pasti akan ada yang otw nikah" celetuk Daffin.


"Honey" tegur Jessy tak suka dengan bercandaan suaminya.


Dia ingin Choky dan Kimmy saling membuka, dan setelah itu mereka memulai kehidupan yang lebih indah.


Semuanya makan dengan khitmat, tanpa terkecuali Kimmy dan Choky yang sama-sama di landa perasaan yang tak menentu.


Beberapa menit berlalu..


Acara makan malam selesai Daffin langsung ke kamar karena dia memang sudah merasa cape, dan Jessy ikut ke kamar meninggalkan Ambar Wilson Choky dan juga Kimmy.


"Sudah minum obat?" tanya Wilson pada Ambar.

__ADS_1


"Belum, mau di ambilin" balas Ambar manja.


Kimmy dan Choky mendeuhem mendengar ucapan Ambar, Wilson beranjak dari duduknya dan membawa Ambar ke kamar nya untuk meminum obat.


Choky dan Kimmy yang di tinggalkan hanya diam di sofa, keduanya terlihat saling canggung dan juga bingung harus memulai obrolan apa.


"Kenapa kau meninggalkan baju jelek mu" tiba-tiba Choky bersuara.


Hah?


Kimmy bingung mendengar pertanyaan itu.


"Kau meninggalkan beberapa baju mu di kamar pembantu" lanjut Choky.


"Aku rasa tidak, aku membawa semua nya" balas Kimmy.


Dan membuat Choky kehilangan kesempatan berbicara lagi, binggung kembali menjawab apa dan juga mencari obrolan lain.


Dari kejauhan Jessy dan Ambar yang kamar nya berdekatan saling melirik, keduanya sama-sama mengintip di balik pintu.


"Mereka benar-benar seperti kanebo kering" kesal Jessy.


"Apa mereka harus ke ranjang dulu baru mau memulai" celetuk Ambar.


"Am, aku rasa tak semua harus di awali ranjang" balas Jessy.


Ambar mendengar itu menggelengkan kepalanya.


"Siapa yang menolak surga dunia, ayolah mereka orang dewasa" sahut Ambar lagi dan setelah itu Keduanya menutup pintu bersama karena suami-suami nya memanggil nya.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2