
Ambar akhirnya pulang dengan membawa rasa geli dengan melihat kodisi pernikahan Jessy yang aneh, dan Jessy yang tahu Ambar menertawakan nya hanya cuek.
Dia kembali ke kamar di mana Daffin sedang berbaring, Jessy membawa mangga manis yang sudah dia kupas dan potong-potong menjadi beberapa bagian.
"Suapin" pinta Daffin manja.
"Malas, aku juga ingin makan mangga untuk ku dan bayi ku" balas Jessy menolak.
"Makan sama-sama saja, barengan" sahut Daffin kekeh.
"Maksud mu satu garpu dan satu piring" Jessy menyahut agak sewot.
Dan hanya di jawab dengan anggukan kecil Daffin, Jessy mencebikan bibir nya lalu memberikan suapan untuk Daffin dengan malas.
"Dimana-mana yang manja ibu hamil kan? ini kenapa si tua Bangka yang manja banget" gerutu Jessy kesal.
"Dia manis jika patuh seperti ini." batin Daffin sembari menatap Jessy yang menyuapi nya dengan ekspresi wajah datarnya.
Jessy tidak makan dia hanya menyuapi Daffin sampai habis dan setelah itu di kembali ke kamar nya, Jessy memilih nonton film sembari makan mangga.
Di Penthouse itu terdapat dua kamar, dan kamar yang paling besar adalah milik Daffin sedangkan Jessy tidak terlalu besar.
"Halo"
"Mom.."
"Iya cantik, apa ada perkembangan?" tanya Mom Tara kepo.
"Hem, Daffin mual dan ngidam" jawab Jessy seadanya.
"What, pasti kamu sangat terbebani, maafkan si bule tua ya sayang, Mom akan mengirimkan pelayan agar bisa mengurusi Daffin" kata Mom Tara.
Jessy terdiam sebentar mendengar Mom Tara yang seperti memberikan tawaran untuk membantu nya.
__ADS_1
"Boleh, aku rasa aku butuh ketenangan" jelas Jessy.
"Oke, Mom akan mengirimkan pelayan besok, Cantika yang akan memilihkan nya" balas Mom Tara.
Cantika? Jessy yakin adik iparnya itu akan melakukan hal aneh lagi, seperti kemarin yang membawa perdebatan panjang antara dia dan Daffin.
"Baiklah, aku tutup dulu ya Mom" ucap Jessy lagi.
"Nikmati uang suami mu sayang jangan berdiam diri, belanja lah yang banyak agar kamu tidak merasa suntuk, bye"
Tut !
Panggilan di matikan sepihak oleh Mom Tara.
Jessy terdiam sebentar dia menimbang apa yang akan dia lakukan sekarang.
"Aku rasa apa yang Mommy ucapkan benar cocok untuk ku saat ini" gumam Jessy pelan.
Jessy tiba-tiba bersemangat apalagi Daffin sudah memberikan kartu tanpa batas nya pada Jessy.
Jessy kembali ke kamar Daffin dan saat melihat ke kamar Jessy tidak menemukan sosok yang sedang di cari nya.
"Kemana dia" gumam Jessy pelan.
Jessy mencari keberadaan Daffin dan saat masuk ke kamar Jessy mendengar suara orang muntah.
"Kasihan sekali, azab untuk ayah bahlul memang nyata" ucap Jessy sambil menggelengkan kepalanya.
Jessy masuk ke kamar mandi dia membantu Daffin yang sedang muntah, Daffin nampak terlihat lemas dan Jessy merasa tak tega untuk meninggalkan Daffin sendirian.
Setelah selesai Jessy membawa Daffin kembali ke ranjang, Jessy memesan makanan karena dia tahu yang Daffin butuhkan sekarang asupan makanan.
"Makanan datang, makan dulu" ucap Jessy membawa piring berisikan makanan.
__ADS_1
"Suapin" manja Daffin.
Jessy tak banyak bicara lagi, dia hanya diam dan menyuapi Daffin dengan wajah nya yang seperti biasa, yaitu datar.
Daffin sedikit merasa luluh melihat Jessy yang diam, dia bahkan tanpa sadar terus menatap Jessy meski dia tahu Jessy tidak senang melakukan nya.
"Untung aku tidak menelpon Kenzie kalau saja aku menelpon pria so keren itu sudah pasti aku tidak akan mendapatkan perhatian wanita galak ini" batin Daffin.
Ke esok kan harinya Jessy yang baru bangun tidur tak melihat keberadaan Daffin, tadi malam dia memang tidur satu ranjang karena Daffin mengajak nya bermain.
Dan hormon kehamilan membuat Jessy merasa terus ingin melakukan nya hingga keduanya melakukan lebih dari satu jam.
"Pinggang ku" Jessy mengeluhkan sakit di pinggang nya karena gaya bercinta nya tadi malam.
"Dia benar-benar gila dalam ranjang, huh.. tapi aku suka dan keenakan" lanjut Jessy bergumam.
Jessy pergi ke kamar mandi untuk mandi, dan setelah beberapa menit dia keluar dengan wajah yang terlihat segar.
Jessy keluar kamar karena dia merasa lapar, dan Jessy melihat Daffin yang sedang duduk di meja makan.
"Mau kemana?" tanya Jessy melihat penampilan rapih Daffin.
"Kantor" balas Daffin singkat.
Jessy tak banyak bertanya dia memilih menarik kursi lalu ikut makan bersama Daffin, hingga akhirnya Jessy mendengar suara langkah kaki dari dapur.
Seorang wanita cantik nan seksi datang, Jessy melongo melihat itu tapi dia mencoba untuk tidak memperlihatkan ketidaksukaan nya.
"Pagi nona, saya Kimmy pelayan baru yang di kirimkan nyonya Tara" jelas wanita itu sambil membungkuk.
Dan Jessy melihat jika mata Daffin jelalatan ke sana, membuat dia merasa sedikit gerah.
"Dasar omes" batin Jessy menggerutu kesal.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏