
Jessy sudah cantik dengan make up sederhana nya, Jessy menolak memakai make up menor seperti yang di sarankan iparnya karena mood nya ingin make up yang sederhana.
Jessy tak perduli sekalipun Daffin tak suka, karena menurutnya dia cantik apa adanya dan Jessy hanya butuh polesan sedikit.
"Ayo berangkat" Daffin tiba-tiba ada di ambang pintu.
Jessy yang dari tadi memang sedang menunggu Daffin langsung mengikuti kemana Daffin pergi.
Yang lain nya akan berangkat nanti sedangkan Jessy dan Daffin karena tuan rumah keduanya harus tiba sebelum tamu datang.
"Cie gandengan" celetuk Cantika sambil tersenyum.
Membuat Daffin seketika melepaskan tangan nya, dan entah kenapa Jessy merasa sedikit kecewa.
"Jangan di lepas kalau udah nyaman, nanti kalau hilang nangis loh apalagi Jessy cantik dan so pasti banyak yang naksir, nggak kaya kak Daffin yang galak dan__" ucap Cantika terhenti karena Daffin menyela nya.
"Kau sangat berisik, itu kenapa aku malas pergi ke mansion mu" kesal Daffin.
"Ya ya kakak juga menyebalkan karena memperlakukan Jessy tidak baik, aku akan mengadukan semuanya pada Mommy" Cantika tak mau kalah.
Justine yang baru keluar dari kamar melihat perdebatan itu, dia langsung memeluk istrinya.
"Honey sudahlah, biarkan Daffin pergi" Justine suami Cantika membawa Cantika ke kamar nya.
"Kau puas?" Daffin melirik Jessy.
Jessy tersenyum dan mengangguk kecil, "Banyak yang mendukung ku tentu saja aku puas" balas Jessy santai.
Yang mana hal itu membuat Daffin sedikit kesal, dan keduanya langsung bergegas pergi ke gedung dimana pesta akan di adakan.
Beberapa menit berlalu akhirnya Jessy dan Daffin sampai, keduanya langsung masuk tapi karena Daffin banyak urusan dia meninggalkan Jessy di meja, sedangkan dia mencari Kenzie yang dia percaya untuk kelancaran acara nya.
__ADS_1
Jessy yang duduk hanya diam, sesekali matanya melirik ke kiri dan kanan, dia tersenyum karena melihat gedung pesta perusahaan suaminya benar-benar di siapkan dengan sempurna dan indah.
"Ini perusahaan Daddy mu, dia orang penting disini kamu pasti bangga memiliki Daddy yang adalah orang pintar" Jessy mengusap perut nya.
Di sisi lain nampak Choky yang baru sampai, dia masih belum percaya dengan apa yang di ceritakan Wilson pada nya.
Jessy gadis yang dia sukai telah menikah dengan sahabatnya sendiri, Choky benar-benar belum menerima karena setelah kehilangan istrinya dia jatuh hati pada Jessy.
"Nona Jessy sudah menikah dua bulan yang lalu, dan menurut informasi yang saya dapat kan nona Jessy menikah karena hamil di luar pernikahan"
"*Siapa pria beruntung yang menikahi Jessy?"
"Dia adalah sahabat anda sendiri tuan, tuan Daffin putra Chris, mereka berdua di jodohkan*."
"Ini benar-benar lucu, aku menyukai istri sahabat ku sendiri" Choky ingin menertawakan diri sendiri.
"Choky!" panggil Daffin.
Choky yang mendengar panggilan dari teman nya itu seketika tersadar dari lamunan nya, dia berjalan mendekati Daffin yang berdiri tak jauh dari tempat nya.
Mendengar pertanyaan itu Choky sedikit kesal, tapi dia mencoba menyembunyikan nya karena tidak mau kebodohan nya di ketahui sang sahabat.
"Dia tidak datang, aku dan dia sudah selesai" jelas Choky menyudahi kegilaan nya akan menyukai sosok yang sudah menjadi milik orang lain.
"Why?" Daffin kaget.
"Tidak ada yang bisa di lanjutkan, dan aku masih mencintai Almrhum istriku" Choky berbohong.
Dan Daffin hanya mangut-mangut, keduanya langsung masuk ke dalam dan tak lama kemudian acara nya di mulai.
Satu persatu acara nya selesai, banyak keluarga besar Daffin yang juga datang, tapi tidak dengan Mom Tara dan Dad Darrel yang sedang perjalanan bisnis ke Swiss.
"Hi" Choky menyempatkan menyapa Jessy.
__ADS_1
Ambar yang melihat itu tau jika Bos nya yaitu Choky sedikit ada rasa pada Jessy, dia hanya diam dan tak mau memberitahu Jessy yang sebenarnya.
"Chok? kamu di sini juga ternyata" Jessy tersenyum ramah.
"Iya, Daffin sahabat ku jadi aku hadir" jelas Choky tersenyum di paksakan.
Matanya juga melihat ke perut Jessy, dan dia menghembuskan nafasnya panjang karena Jessy mengandung dari pria lain.
"Kau mengenal istri ku Chok?" tanya Daffin yang tiba-tiba datang.
Membuat Choky sedikit kaget dan gugup, Ambar yang melihat itu langsung menjelaskan jika dia dan Jessy pernah melamar kerja di perusahaan Choky.
"Benarkah? aku pikir istriku ini sangat manja" Daffin mengambil sendok dan menyuapkan cake ke mulut Jessy.
Mau tak mau Jessy memakan nya, dia mengunyah pelan dan Daffin kembali menyuapi nya cake lagi.
"Kau tau hampir setiap malam aku melayani nya yang suka makan di suapi, Astaga itu benar-benar melelahkan bukan? tapi demi calon anak ku aku akan melakukan apapun, iya kan honey" Daffin mencium pipi Jessy.
Dan itu benar-benar membuat Jessy kaget sekaligus tak nyaman dengan sikap Daffin yang tiba-tiba berubah, Daffin seperti orang yang berbeda untuk saat ini, dan Jessy tak mengenal Daffin yang sekarang.
"Aku rasa aku harus menyapa rekan bisnis ku yang lain nya, bye Daff" Choky memilih pergi karena tidak tahan dengan apa yang di perlihatkan Daffin.
Ambar yang sedang makan melihat Jessy yang seperti tak nyaman, dia mencoba untuk bodo amat karena Daffin memberikan tatapan tajam pada nya.
"Ingat kau istriku, dan kau milikku jangan sesekali berpaling dariku apalagi dengan mendekati teman ku, kau milik ku!" bisik Daffin sambil menggigit pelan telinga Jessy.
"Dia menyeramkan" batin Jessy ketakutan.
πΉ
Lupa terus ngasih visual nya Daffin, tapi kali ini nggak ya, sekarang komplit kanπ
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak β₯οΈπ€π