Gadis Virgin Milik CEO.

Gadis Virgin Milik CEO.
Mengaku


__ADS_3

Sepulang dari pesta Jessy hanya diam, bagaimana pun dia masih kesal dengan pembohong publik yang di perlihatkan Daffin di acara tadi.


Dia merasa menjadi wanita bodoh dan mau saja di manfaatkan hanya untuk kepentingan pribadi Daffin, dia salah jika berpikir Daffin telah berubah.


Semua itu tidak mungkin akan terjadi, dan mungkin impian Jessy untuk calon bayi nya pun akan sirna, dia tidak akan lagi berharap jika anak nya nanti akan mendapatkan keluarga yang sempurna mengingat Daffin tak pernah mau berubah.


Ceklek..


Jessy langsung masuk ke Penthouse, dan meninggalkan Daffin yang masih di belakang nya.


"Dia benar-benar menyebalkan" Jessy masuk ke kamar dan langsung mengunci pintu dari dalam.


Tok..tok..


"Jess buka pintunya!" teriak Daffin di luar pintu.


"Ogah" balas Jessy pelan.


"Jessy buka!" teriak Daffin lagi.


Dan Jessy sama sekali tidak mendengarkan, dia memilih pergi ke kamar mandi untuk menuntaskan hajat nya, karena selain kesal dengan Daffin sedari tadi dia juga menahan rasa ingin buang emas.


(Bentar mau ketawa dulu🤣)


Di luar Daffin sadar akan kemarahan Jessy, dia pun tak melakukan apa-apa lagi dan memilih pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajah nya.


Setelah itu Daffin pun duduk di sofa, dia yakin Jessy pasti akan keluar untuk mengambil makanan mengingat Jessy suka bangun di malam hari hanya untuk mencari makan.


'"Dasar wanita kebiasaan apa-apa baper, lebay" gerutu Daffin sambil merebahkan tubuh nya di sofa.


Kimmy keluar karena sedikit mendengar suara, dia melihat Daffin yang tiduran di sofa dan dia yakin jika tadi Bos nya itu bertengkar.


"Heran ya sama orang kaya tiap hari ada aja masalah nya, kalau masalah orang miskin kan duit, butuh duit" gumam Kimmy memilih mengambil air ke dapur.

__ADS_1


Dan setelah itu Kimmy memilih ke kamar, dia tidak berniat mendekati Daffin atau sekedar menawari kopi, ancaman Cantika benar-benar membuat nya ketakutan setengah mati.


Malam-malam Jessy benar-benar terbangun karena lapar, gengsi tinggi membuat Jessy harus terjaga sampai jam 3 dini hari.


"Sabar sayang kita tunggu Daddy bahlul mu tidur dulu, nanti kalau dia sudah lelap baru kita makan ya" ucap Jessy sambil mengusap perut nya yang agak membuncit.


Dan setelah menuggu hampir satu jam Jessy pun akhirnya keluar, dan dia salah jika dia berpikir Daffin akan tertidur, nyatanya Daffin berdiri di dapur dan sedang masak.


"Duduklah, aku masak spaghetti untuk mu" ucap Daffin yang sadar akan kehadiran Jessy.


Jessy tidak menjawab dia hanya diam, dan ia mengambil air dingin tapi langsung di buang Daffin.


"Tunggu di sana, duduk manis saja aku akan membuatkan air hangat" tegas Daffin.


Yang mana hal itu membuat Jessy sedikit kesal, tapi sekali lagi Jessy hanya diam karena ego nya sangat tinggi.


Dan Daffin yang memasak hanya tersenyum melihat wajah ditekuk istrinya.


"Makanan datang" Daffin membawa piring berisi spaghetti.


Daffin menarik kursi dan ikut duduk di dekat istrinya, matanya melihat Jessy yang makan dengan khitmat.


"Maaf" kata Daffin pelan hampir tidak terdengar.


Dan Jessy masih fokus makan, membuat Daffin mendekati Jessy lalu memeluk Jessy dari belakang.


"Semua yang aku katakan tadi adalah kebenaran, jangan marah" bisik Daffin di telinga Jessy.


"Bisa lepasin nggak, aku lagi makan" balas Jessy ketus.


"Maafkan dulu baru setalah itu aku akan melepaskan pelukan ini" sahut Daffin kekeh.


Jessy menghembuskan nafas nya kasar, dia melihat tangan Daffin yang melingkar pad di dada bulat nya.

__ADS_1


"Dasar mesum!" geram Jessy kesal.


"Lepaskan atau aku tidak jadi makan" ancam Jessy.


Dan kali ini Daffin mengalah, dia tidak mau Jessy berhenti makan dan dia kembali duduk sambil melihat Jessy yang makan makanan buatan nya.


"Maaf" sekali lagi Daffin minta maaf.


Tapi Jessy pura-pura tidak mendengar, dia memilih makan dan setalah selesai Jessy minum lalu beranjak dari kursi.


Melihat itu Daffin ikut berdiri dia menunggu Jessy yang cuci tangan, dan setelah itu Daffin memeluk Jessy kembali.


Jessy tak mengatakan apapun, keduanya ke kamar dengan Daffin masih memeluk Jessy dari belakang, hal itu sedikit risih untuk Jessy, tapi dia malas berdebat.


"Jangan marah lagi, aku akan mengaku satu hal pada mu" kata Daffin.


Dan Jessy yang memejamkan mata nya pura-pura tak mendengar, tapi Daffin tahu jika Jessy hanya pura-pura tidur.


"Sebenarnya aku adalah Mr X, aku pria misterius yang mengambil kesuci*n mu" bisik Daffin di telinga Jessy.


Dan seketika membuat Jessy membuka matanya, Jessy bangun dan dia menatap tajam ke arah Daffin yang baru saja mengatakan fakta baru.


"Kamu tau Mr X dari mana?" Jessy kaget.


"Karena aku adalah pria itu, Mr X atau Chris kamu masih ingatkan nama panggilan itu?" tanya Daffin.


Jessy terdiam nampak sedang mengingat sampai akhirnya Jessy ingat satu hal.


"*Aku Jeje"


"Hem aku Chris*"


"Jadi kamu!" Jessy menutup bibir nya dan matanya menatap Daffin dengan pandangan yang tak percaya.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2