
Selama di dalam bioskop Daffin lebih banyak memperhatikan Jessy di bandingkan menonton, lain dengan Jessy yang sibuk makan tapi mata masih terfokus pada layar besar.
"Lihat mereka sangat tampan, jika anak ku laki-laki dia pasti tampan seperti Tom Cruise" kata Jessy sambil mengusap perut nya.
"Honey kotor tangan mu habis memegang makanan" balas Daffin sambil melepaskan tangan Jessy dari perut.
"Hem, bawel sekali" Jessy melirik sekilas, lalu kembali fokus pada layar besar di depan nya.
Daffin melihat sebentar dan dia mengumpat kesal karena Jessy tidak berkedip melihat pria di dalam film.
"Aku bahkan lebih tampan dan mempesona, dasar wanita tidak puas hanya dengan milik sendiri." batin Daffin menggerutu.
Selama menonton Jessy yang malas makan memberikan makanan sisa nya pada Daffin, dan mau tak mau Daffin memakan sisa istrinya karena dia tidak mau buang-buang makanan.
Setelah selesai menonton Jessy meminta apa yang di janjikan tadi, dia ingin belanja sepuasnya, dan Daffin tak masalah karena Jessy terlihat senang.
"Apa ini bagus?" tanya Jessy memperlihatkan dress yang sedikit rendah di bagian dada nya.
"Tidak" balas Daffin singkat.
"Kenapa?" tanya Jessy agak kesal.
"Itu terlalu seksi, kalau pun mau membeli nya kamu hanya bisa memakai nya di kamar saja" tegas Daffin yang membuat Jessy tertawa.
"Oke oke, aku akan tetap membeli nya untuk menggoda mu" Jessy tersenyum lalu kembali memilih pakaian yang di sukai nya.
Daffin juga memilihkan pakaian untuk sang istri, dia memilih beberapa gaun malam dan dress yang menurutnya akan sangat cantik di pakaian sang istri.
Jessy yang sedang memilih pakaian juga melihat hal itu, dia merasa tertantang dengan apa yang akan terjadi nanti malam karena Daffin terang-terangan membelikan lingerie untuk nya.
"Astaga apa malam ini akan tempur lagi, anak ku sayang kamu suka di jenguk Daddy mu nak? Mommy selalu kalah menyanggupi kegilaan Daddy mu di ranjang sayang." batin Jessy sambil mengusap perut nya.
__ADS_1
"Sudah?" tanya Daffin.
Jessy mengangguk kecil, dan setelah itu keduanya berjalan ke arah kasir, Jessy tertawa mendengar berapa nominal barang belanjaan nya.
"Mau belanja lagi?" tanya Daffin.
"Apa boleh?" tanya Jessy.
"Apa aku melarang?" tanya balik Daffin.
Dan Jessy tersenyum kecil, dia memeluk lengan Daffin dengan manja.
"Aku juga butuh dalamaan, ayo" ucap Jessy berjalan cepat dan tidak memperdulikan Daffin yang berjalan dengan barang belanjaan Jessy yang banyak.
"Honey tunggu, biarkan aku yang memilihkan" kata Daffin yang seketika mendapatkan perhatian beberapa wanita.
Seharian Jessy dan Daffin berada di Mall, keduanya juga memilih makan di restoran dalam Mall, dan pulang di sore hari.
Setelah pulang Jessy yang kelelahan memilih merebahkan tubuhnya di kamar, Daffin yang melihat itu ikut bergabung dan memeluk sang istri.
"Mana ada, aku tidak bau ketek honey" Daffin menolak tuduhan itu.
Dia selalu menjaga tubuh nya, dan selama 34 tahun dia hidup baru kali ini Daffin di sebut bau ketek.
"Aku mau mandi" kata Jessy dengan malas.
"Hem, aku akan menyiapkan air biar kita mandi bersama, oke" Daffin beranjak dari tempat tidur, lalu berjalan ke arah kamar mandi.
Jessy melihat Daffin yang masuk ke kamar mandi, dia tersenyum kecil karena merasa senang dengan apa yang di lalui nya hari ini.
"Mommy merasa bahagia sayang, Mommy harap kebahagiaan seperti ini akan selamanya" gumam Jessy sambil mengusap perut nya.
__ADS_1
"Honey ayo" kata Daffin di pintu.
"Gendong" sahut Jessy manja.
Daffin tersenyum melihat Jessy yang masih mengeliat dia ranjang, dengan langkah cepat dia mendekati sang istri dan langsung menangkap tubuh seksi istrinya.
"Aku minta bayaran nya, kamu paham kan honey" bisik Daffin sambil membuka pakaian Jessy.
"Ingat kata Dokter jangan banyak melakukan apa?" tanya Jessy.
"Dokter hanya bilang tidak boleh sering, dan aku hanya ingin membuat istriku yang sedang terangsang ini menjadi keenakan" kata Daffin yang dengan sengaja mengusap bagian bawah Jessy.
Deg..
"Honey kamu tahu kelemahan ku" Jessy menggigit bibir bawah nya menahan desaahaaan.
"Apa? aku tidak melakukan apapun" Daffin tersenyum puas dan semakin gencar melakukan apa yang menjadi awal dari kepuasan nya.
Jessy memejamkan mata nya merasakan ingin merasakan pelepasan pertama, dan Daffin sekali lagi hanya bisa tersenyum puas karena berhasil membuat Jessy merasakan pelepasan hanya dengan tangan nya saja.
"Ayo mandi" kata Daffin dengan senyuman jahat nya.
"Tanggung jawab dulu, aku mau" Jessy tidak malu-malu mengatakan keinginan nya.
Dia tidak bisa mengabaikan hasrat nya yang menggebu, Daffin sudah membangunkan nafsu nya dan Jessy tidak bisa jika tidak mendapatkan hal yang lebih dari sekedar permainan tangan, dia ingin lebih dari itu.
"Baiklah dengan senang hati aku akan memuaskan mu honey" Daffin tersenyum puas, dan dengan cepat membuka pakaian nya.
🌹
__ADS_1
Masih suasana lebaran jadi nggak boleh panas ya😅
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏