Gadis Virgin Milik CEO.

Gadis Virgin Milik CEO.
Belanja


__ADS_3

Jika Daffin pergi ke kantor maka Jessy masih tinggal di rumah, dia masih mengawasi kerja dari pelayan yang di kirimkan mertuanya.


"Penampilan nya benar-benar seksi tapi kerjanya bagus" gumam Jessy melihat dari kejauhan.


Jessy yang cukup lama memperhatikan akhirnya memilih ke kamar nya, dia mengganti pakaian nya dengan pakaian santai.


Jumpsuit rok jeans dan kaos putih polos menjadi autpit Jessy siang ini, Jessy berniat belanja karena dia membutuhkan beberapa dress untuk kehamilan nya.


"Nona akan keluar?" tanya Kimmy.


"Iya, kenapa tanya-tanya?" Jessy menjawab sedikit jutek.


"Ahk tidak, saya hanya bertanya" balas Kimmy tersenyum kikuk.


"Nah ini nih yang aku nggak suka, dia terlalu manis saat senyum." gerutu Jessy dalam hati.


Jessy akhirnya pergi meninggalkan Penthouse yang saat ini di jaga oleh Kimmy, Jessy percaya Kimmy tidak akan mencuri karena Kimmy adalah pilihan mertuanya.


Tapi bukan berarti Jessy percaya sepenuhnya, entah kenapa Jessy merasa Kimmy memiliki niat terselubung dan Jessy merasa harus waspada dengan tujuan Kimmy.


"Kenapa aku merasa kalau Kimmy adalah pelakor, dia masih sangat fress ya meskipun usia nya sudah 31 tahun, dan jangan lupakan jika dia punya dada yang lebih besar dari punyaku" sekali lagi Jessy menggerutu dalam hati nya.


Pikiran nya benar-benar sudah eror, Jessy bahkan merasa geli dengan pikiran nya sendiri karena dia rasa ada atau tidak ada nya pelakor rumah tangga nya memang sedang tidak baik-baik saja.


"Oh my god, aku benar-benar butuh belanja" Jessy langsung keluar dari lift setelah pintu Lift terbuka.


Jessy menggunakan mobil pribadi Daffin, dia mendapatkan semua fasilitas itu setelah perdebatan nya dan Daffin beberapa Minggu di awal kepindahan mereka.


Selama diperjalanan Jessy hanya fokus ke jalanan, dan tak lama setelah itu akhirnya Jessy sampai di salah satu pusat perbelanjaan.


"Sayang mari habiskan uang Daddy mu, dia kaya tenanglah kita akan mendapatkan apa yang kita mau" ucap Jessy sambil mengusap perut nya.


Dan ucapan Jessy itu di dengar seorang pria yang berdiri di belakang Jessy, dia tersenyum Misterius lalu berjalan mundur beberapa langkah dari posisi Jessy.


Selama di Mall Jessy terus keluar masuk tempat pakaian, dia memilih banyak pakaian yang cantik dan Jessy benar-benar menikmati waktu belanja nya hari ini.

__ADS_1


"Ini benar-benar menyenangkan" Jessy tersenyum senang karena melihat barang belanjaan nya yang sudah banyak.


Entah berapa puluh juta yang Jessy keluarkan, tapi Jessy rasa belanjaan nya akan mencapai angka 100 juta bahkan lebih karena saat ini Jessy sedang berada di tempat tas branded.


Di tempat lain Daffin masih sibuk dengan laptop nya, pekerjaan nya menumpuk lagi karena kemarin dia sakit.


"Sial mual ini benar-benar menyiksaku" Daffin bangkit dari tempat duduknya dan pergi ke toilet.


Cukup lama Daffin muntah hingga akhirnya dia keluar dengan wajah basah, Daffin sengaja membasuh wajah nya karena dia merasa benar-benar tidak bersemangat.


Tok..tok..


"Masuk!"


"Siang tuan, saya ingin mengantarkan dokumen ini" ucap Kenzie membawa map berisikan dokumen penting.


"Taruh di meja saja" kata Daffin dengan nada datarnya.


Kenzie melihat wajah Bos nya yang tidak bersemangat dan hal itu membuat nya gatal untuk tidak bertanya.


"Kalau Bos mati siapa yang akan menggaji ku dengan nominal besar." begitulah arti dari pertanyaan yang penuh perhatian dari anak kedua Uncle Hadian.


"Ya, aku mengalami mual-mual yang berkepanjangan" jelas Daffin malas.


"Saya cek coba" ucap Kenzie mendekati Bos nya.


Daffin membiarkan Kenzie memeriksa nya, dulu Kenzie adalah seorang dokter umum, tapi sekarang Kenzie memilih menjadi asisten nya.


Kenzie nampak serius memeriksa Daffin, dia masih memiliki ilmu kedokteran meski sekarang dia tidak menjadi dokter lagi, dan itu hanya dia yang tau apa alasan nya.


"Apa mual nya selalu datang?" tanya Kenzie.


"Hem, hampir setiap 2 jam sekali" balas Daffin.


"Sejak kapan muntah nya?" tanya Kenzie lagi.

__ADS_1


"Kau banyak tanya seperti kakak mu, kau bukan polisi ataupun wartawan" kesal Daffin tak suka di tanya-tanya.


Kenzie hanya bisa menahan kesal nya, dan setalah itu Kenzie menuliskan resep obat yang harus di tebus.


"Tidak ada yang salah dengan tubuh anda, seperti nya ini karena hormon kehamilan istri anda" jelas Kenzie.


"Hem, itu benar semua ini karena Jessy dan bayi nya" Daffin sedikit kesal.


"Nah ini nih bibit suami dzholim, nggak percaya sama hasil seruduk gawang bekas sendiri." batin Kenzie yang hanya bisa bergumam dalam hatinya.


"Sebaiknya anda jangan terlalu membenci mereka tuan, itu bisa saja menjadi faktor utama anda muntah, anda harus bisa menerima jika sebentar lagi anda akan menjadi Daddy" jelas Kenzie memberi ceramah.


Membuat Daffin malas, dia.menatap sebal Kenzie dan melihat tatapan itu Kenzie langsung menunduk takut.


"Saya permisi" ucap Kenzie.


"Ya pergilah sebelum aku mengurangi 99% gaji mu!" geram Daffin.


"Jangan Bos, kasihanilah aku yang sedang mengumpulkan pundi uang untuk melamar gadis" Kenzie menjawab dengan wajah menyebalkan nya.


Dan Daffin mengangkat pas bunga, yang membuat Kenzie tertawa lalu pergi ke luar dari ruangan Bos nya.


"Bos kalau bisa taikin jadi 5× lipat" teriak Kenzie masih di balik pintu.


Brakkk !


Pas bunga itu melayang begitu saja ke arah pintu, membuat Kenzie langsung kabur dan meninggalkan Daffin yang sedang kesal.


"Dasar anak si matre alaihim gambreng" geram Daffin sambil membungkam mulutnya.


Kembali dia merasakan ingin muntah lagi, yang membuat Daffin langsung berlari ke arah toilet lagi.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗

__ADS_1


__ADS_2