Gadis Virgin Milik CEO.

Gadis Virgin Milik CEO.
Melemah.


__ADS_3

"Mau kemana?" tanya Daffin saat melihat Jessy yang rapih.


Jessy menghentikan langkah nya, dia melirik ke samping lalu mengusap perut nya.


"Aku mau beli makanan, anak ku ingin makan daging asap" balas Jessy tak mau marah-marah.


"Pergi dengan siapa?" tanya Daffin lagi.


"Sendiri!" singkat padat dan jelas.


Daffin langsung mengambil kunci mobil nya, lalu berjalan mendekati Jessy.


"Ini sudah malam, aku akan mengantar mu" ucap Daffin memaksa.


Jessy tak menjawab, dia keluar bersamaan dengan Daffin yang juga mengekor di belakang nya.


Daffin yang berjalan di belakang refleks melihat ke arah bokong Jessy, dan melihat itu seketika jiwa liar nya membayangkan sesuatu yang menyenangkan.


"Sadar, macan gila itu akan marah lagi kalau kau mulai lagi Daffin!" batin Daffin menyadarkan pikiran nya yang hampir ke sana.


"Kemana?" tanya Daffin saat keduanya baru masuk ke dalam mobil.


"Ke taman" jawab Jessy asal.


"Tadi katanya mau beli daging" Daffin menatap Jessy heran.


Huh..


"Kalau sudah tahu ya jangan banyak tanya" Jessy membuang muka ke samping.


Sekali lagi Jessy tidak bisa mengontrol emosi nya, dia sudah berusaha tapi berada di dekat Daffin benar-benar membuat emosi nya meningkat.


Daffin tidak mengatakan apapun lagi meski dia kesal, dia mencoba untuk mendengarkan apa yang di ucapkan adiknya tadi siang.


"Jangan membuat ulah lagi kak, apa yang kurang dari kak Jessy dia hamil anak kakak dan jika kakak terus menerus kekanakan seperti ini aku akan jamin jika kakak tidak akan pernah bisa bahagia, Mommy bilang kakak mirip Om Babas, sebaik nya kakak konsultasi pada Om Babas"

__ADS_1


Dan Daffin mengikuti perintah adiknya, tadi dia juga telah menelpon Om nya, dan bukan nya mendapatkan pikiran lebih baik Daffin malah habis di marahi Om nya.


Ralat bukan hanya Om nya, tapi juga dari Tante kesayangan nya, Daffin di marahi habis-habisan oleh Tante dan kakak-kakak nya, seperti Triplets S.


Mereka bahkan kompak mengatai nya adik mesum, benar-benar membuat Daffin yang mantan dosen kehilangan nama baiknya.


"Minimarket sudah terlewati" kata Jessy mengingatkan.


Daffin yang mendengar suara seketika mengerem mendadak, membuat kepala Jessy terpentok ke dasbor mobil.


Awww !


Jessy meringis, Daffin yang mendengar nya langsung melihat wajah Jessy yang sedikit benjol di kening nya.


"Benjol" ucap Daffin sambil mengulurkan tangannya.


"Don't touch me!" kesal Jessy.


"Aku saja yang turun, tunggu di sini" ucap Daffin tahu Jessy kesal.


"Dia benar-benar ingin membuat aku mati perlahan" kesal Jessy sambil meringis sakit.


Daffin cukup lama di minimarket, setalah membeli daging asap Daffin tak sengaja melihat buah-buahan yang segar, dia pun akhirnya memilih membeli beberapa buah segar.


Selain itu Daffin juga membeli beberapa jepitan yang menurutnya akan sangat lucu di pakai oleh anak perempuan.


"Bayiku pasti akan sangat lucu dan menggemaskan kalau perempuan" ucap Daffin tanpa sadar mengakui jika anak dalam kandungan Jessy adalah bayi nya.


Jessy menunggu lama di mobil, membuat nya suntuk dan berakhir memilih keluar dari mobil.


Dan saat Jessy menutup pintu dari kejauhan ada motor yang mendekat, Daffin melihat itu dia menjatuhkan barang-barang belanjaan nya dan berlari ke arah Jessy.


Kejadian itu begitu sangat cepat, Jessy yang tidak tahu jika ada motor yang hampir menabrak nya itu hanya diam.


"Kurang ajar, aku akan menyuruh orang mencari pengendara bodoh itu" kesal Daffin yang masih menahan pinggang Jessy.

__ADS_1


"Em, bisakah di lepaskan? aku ingin berdiri tegak" ucap Jessy sambil menatap Daffin seperti biasanya, yaitu datar.


"Kau hampir mati di tabrak" kata Daffin.


"Lalu?" tanya Jessy.


"Kau tidak bisa mati karena kau hamil, pikirkan bayi yang ada dalam kandungan mu" lanjut Daffin.


"Oh, oke" Jessy menjawab singkat.


Daffin melepaskan, dan setalah itu mengambil belanjaan nya.


Jessy melihat itu hanya dengan wajah biasa saja, meski dia sedikit kaget karena Daffin tak membiarkan nya mati tertabrak.


"Aku pikir dia tidak punya hati, tapi sepertinya masih ada." batin Jessy.


"Kenapa aku jadi khawatir seperti ini, Jessy seperti tidak ingin hidup dia bahkan terlihat santai setelah hampir di tabrak, bagaimana kalau dia gila dan membunuh bayi ku, tidak!" batin Daffin ingin berteriak tapi tertahan.


"Ayo aku lapar" kata Jessy melihat Daffin yang diam saja.


"Hem, janji tidak akan membunuh bayi tak berdosa itu" ucap Daffin tiba-tiba.


Membuat Jessy yang mendengar nya tertawa lepas.


"Bayi ku bayi kuat, dia selalu sehat meski dia di hadir secara tidak sengaja, dan itu semua gara-gara Daddy nya yang biadab dan tidak mau mengakuinya" jelas Jessy santai dan terkesan datar.


Membuat Daffin terdiam cukup lama, dia merasakan perasaan aneh.


"Apa aku sudah keterlaluan?" batin Daffin bertanya-tanya.


🌹


Sejauh ini ceritanya gimana? aman nggak?


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2