Gadis Virgin Milik CEO.

Gadis Virgin Milik CEO.
Baby Cilla


__ADS_3

Satu bulan kemudian..


"Mommy!" teriak Jessy.


"Astaga ada apa lagi" Mom Yerin yang baru saja akan menikmati tidur siang nya harus kembali membuka matanya.


Mom Yerin dengan langkah lebar dan wajah di tekuk dengan malas pergi ke ruang tamu, dan saat melihat ke arah putrinya dia melotot melihat cucu perempuan nya yang menangis.


"Ada apa? kenapa" tanya Mom Yerin sedikit terganggu.


"Lihat cucu Mommy, dia menangis terus aku pusing" ucap Jessy memberikan baby nya pada sang Mommy.


Dua Minggu yang lalu Jessy baru melahirkan, dan Alhamdulillah dia melahirkan bayi perempuan yang sangat cantik, Jessy dan Daffin memberi nama baby nya dengan nama Pricilla Naumi Chris.



Dan seminggu sekali Mom Tara dan Mom Yerin harus menemani Jessy, mengingat Daffin saat ini sedang perjalanan bisnis yang cukup lama.


"Ya ampun begini saja tidak bisa" Mom Yerin mengambil alih cucu nya dari gendongan Jessy.


Dia mencoba menenangkan sang cucu dengan penuh sayang, hingga pada akhirnya dia tahu apa penyebab sang cucu menangis cukup lama.


"Kamu jadi ibu nggak peka banget, bau pop aja nggak kecium, heran" Mom Yerin membawa baby Cilla ke kamar yang di siapkan untuk baby Cilla.


Jessy yang melihat itu hanya menghela nafasnya panjang, dia melihat perut nya yang sekarang sudah kempes.


"Ternyata belajar pelatihan momong baby di new York juga tidak menjamin bisa menjadi ibu yang hebat, huh" gumam Jessy merasa tidak berguna.


Dia selalu belajar tapi mungkin memang proses menjadi seorang ibu tidak lah mudah, dan Jessy akan terus mencoba karena itu adalah tugasnya.


Drett..


Ponsel Jessy tiba-tiba berdering..


"Hallo"

__ADS_1


"Honey, akhirnya kau menelpon" Jessy semangat.


"Hem, kau rindu suami mu? ini baru sehari Honey" Daffin tergelak di sebrang telpon.


"Aku sangat rindu, tidak ada yang mengingatkan bayi kita bangun dan minta ASI astaga aku ibu yang buruk" Jessy bercerita dengan wajah yang di tekuk.


Daffin di sebrang telpon hanya bisa tersenyum, dia tau saat ini Jessy sedang minder karena proses menjadi seorang ibu bukanlah hal yang mudah.


Jessy terus menceritakan keseharian nya saat bersama baby Cilla, Daffin di sebrang telpon mendengarkan dengan wajah yang tak berhenti tersenyum.


"Mommy bilang aku nggak peka" curhat Jessy masih berlanjut.


"Ngadu-ngadu" Mom Yerin datang tiba-tiba.


"Tuhkan, lihat honey Mom benar-benar suka menggodaku" adu Jessy.


"Mommy benar sayang, belajarlah dari Mommy dan ingat satu hal kamu adalah ibu terbaik untuk baby Cilla, dan itu akan selalu Cilla ingat sampai besar" Daffin memberikan kata-kata yang mengandung pujian dan semangat untuk sang istri.


Jessy yang kesal tidak jadi kesal lagi, apalagi saat melihat bayi nya yang menangis meminta ASI, dan pada akhirnya Daffin mematikan panggilan nya karena dia juga harus bekerja.


Sebenarnya Daffin sudah menyuruh memperkerjakan pengasuh, tapi Mom Yerin dan Mom Tara menolak, keduanya sepakat membagi tugas untuk menemani Jessy selama satu Minggu.


"Mom aku mau tidur, titip baby Cilla ya" kata Jessy saat baby Cilla sudah tidur.


"Bagaimana kalau kita tidur bersama saja, gelar kasur nya di bawah dan masing-masing dari kita tidur di samping baby Cilla" usul Mom Yerin.


"Setuju" balas Jessy yang sudah sangat mengantuk.


Dan pada akhirnya keduanya tidur di samping baby Cilla yang berada di tengah, Jessy tidur dengan terlelap dan begitupun dengan Mom Yerin yang tidur nya takalah pulas dari Jessy.


Beberapa menit berlalu..


Dad James pulang dan tidak melihat istri dan anak cucu nya, dia sengaja pulang ke rumah Jessy dan Daffin karena ingin banyak moment bersama sang cucu.


Dan saat masuk ke kamar sang istri ia tidak melihat Mom Yerin, Dad James pun akhirnya ke kamar baby Cilla dan benar saja dia melihat cucu kesayangan nya yang bangun dengan istri dan anak nya yang tidur di sebelah sang cucu.

__ADS_1


"Astaga mereka memang kebo, ayo cantik bersama Opa saja biarkan dua princess itu tidur" ucap Dad James sambil membawa Baby Cilla keluar dari kamar.


Dad James cukup pandai mengurus bayi mengingat dia sudah memiliki tiga anak, dan sebentar lagi putra bungsu nya akan pulang karena libur panjang.


Jessy terbangun dan tak menemukan putri nya, dia langsung menangis yang membuat Mom Yerin harus kembali terbangun.


"Astaga ada apa lagi!" kesal Mom Yerin.


Malam dia tidak tidur karena tangis cucu nya, dan sekarang tidur siang nya juga di ganggu tangis putri nya.


"Mommy anak ku hilang, hiks bagaimana ini" Jessy terisak.


"Mungkin Salsa membawa nya" ucap Mom Yerin menduga.


Keduanya langsung keluar dari kamar, dan mencari keberadaan baby Cilla hingga akhirnya keduanya melihat seorang laki-laki yang membelakangi mereka sedang duduk di dekat baby Cilla.


"Mom"


"Ya Mommy membawa sapu lidi"


"Siap Mom"


Tentu, ayo"


Mom Yerin dan Jessy berjalan mendekat dan keduanya langsung melayangkan beberapa pukulan di punggung laki-laki itu.


"Aduh, ampun" ringis laki-laki itu.


Jessy dan Mom Yerin menghentikan gerakan nya, keduanya merasa tak asing dengan suara itu, hingga akhirnya..


"Assalamualaikum Mommy, Kakak"


"OMG anak ku (Mom Yerin) adik ku (Jessy) yang tampan!" pekik keduanya bersamaan melihat si bungsu yang baru pulang dari pesantren.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2