Gadis Virgin Milik CEO.

Gadis Virgin Milik CEO.
Masakan Daffin


__ADS_3

Sesampainya di rumah Jessy mulai memasak daging asap nya, Daffin melihat itu dari kejauhan dan dia tidak berniat mendekat karena Jessy selalu sensi pada nya.


Pun dengan dirinya yang selalu kesal jika melihat Jessy, emosi nya selalu meledak-ledak apalagi mengingat Jessy tengah mengandung anak yang masih dia ragukan.


"Apa dia benar-benar mengandung anak ku?" gumam Daffin bertanya-tanya.


Daffin masih melihat Jessy yang tidak terlalu pandai memasak itu, bahkan beberapa kali terdengar suara spatula yang bertabrakan dengan teplon.


"Aku harus mencari tahu berapa banyak pria yang dia dekati, dia meminta ku untuk mengambil kesuci*n nya dan aku yakin itu karena dia memiliki alasan tersendiri" lanjut Daffin bergumam sendiri.


Dari kejauhan Jessy yang baru selesai memasak menghembuskan nafas nya kasar, dia melihat hasil masakan nya yang jauh dari kata sempurna.


Ia sudah berusaha masak, tapi nyatanya Jessy memang tak pandai bahkan Jessy tidak bisa menyebut masakan di depan nya adalah daging asap.


"Susah sekali!" Jessy menatap sedih hasil susah payahnya.


Tidak mau membuang makanan Jessy memilih memakan nya, dan saat suapan pertama Jessy malah merasa ingin muntah.


"Hih, makanan apa ini" ucapnya sambil memuntahkan makanan yang ada dalam mulutnya.


Daffin mendengar suara orang muntah, dan dia mendekati Jessy untuk melihat keadaan Jessy.


"Ada apa?" tanya Daffin.


"Kau punya mata kan?" sahut Jessy datar dan masih muntah-muntah.


Daffin menuangkan air putih ke gelas, lalu dia berikan pada Jessy yang membuat Jessy agak kaget karena ini kali pertama Daffin baik pada nya.


"Jangan geer, minumlah aku hanya tidak suka kau muntah di dapur cantik ku" ucap Daffin seolah paham akan pikiran Jessy.


"Idih geer banget pak tua" balas Jessy menerima gelas nya dan meminum air yang di berikan Daffin.

__ADS_1


Setelah selesai minum Jessy melihat ke depan di mana Daffin nampak menatap nya, merasa kesal Jessy membuang wajah nya ke samping.


"Masak apa?" tanya Daffin.


Jessy tak menjawab, Daffin melihat piring di meja dan dia melongo melihat betapa hancurnya masakan buatan istrinya.


"Tidak bisa masak rupanya, anak Mommy seperti dia mana bisa" batin Daffin tersenyum miring.


"Aku akan membuatkan makanan enak untuk mu, duduklah" ucap Daffin yang lain di mulut lain di hati.


Dia memasak meski Jessy tak menyahuti ucapan nya, Jessy bahkan tak berniat melihat Daffin dan memilih melihat apa isi kantung kresek yang ada di meja.


"Apa ini" ucap Jessy pelan, tapi masih terdengar ditelinga Daffin.


Daffin melirik ke belakang dan dia melotot melihat Jessy yang akan membuka kantung kresek yang berisikan jepitan lucu-lucu.


"Dia pasti akan tertawa kalau tau aku membelikan jepitan lucu untuk anak nya" batin Daffin berpikir cepat.


Jessy yang semula ingin membuka nya langsung menjauhkan kantung kresek itu dari tangan nya, dia bergedik ngeri.


"Dia pasti sedang mesum, wanita mana yang akan dia tusuk, huh.. benar-benar menyebalkan." batin Jessy tiba-tiba sangat kesal.


Daffin melihat raut wajah istrinya yang aneh, dia segera mempercepat masakan nya dan setelah itu membawa makanan nya ke meja.


"Cobalah" ucap Daffin.


Jessy hanya diam dengan mata yang melihat ke arah piring, jika dari hasil akhirnya terlihat jelas kalau daging asap buatan Daffin lebih sedap di pandang.


"Itu tidak memakai racun, makanlah" lanjut Daffin lagi.


Mau tak mau Jessy pun memegang pisau dan garpu nya, Jessy mulai makan satu potong daging nya, dan dia terdiam cukup lama.

__ADS_1


"Ck, kenapa cantik seperti ini, mana enak lagi." batin Jessy menggerutu.


"Aku tau kau memujiku, aku memang pria yang serba bisa dan kau orang beruntung karena bisa merasakan makanan buatan ku" ucap Daffin santai.


"Narsis, memuji diri sendiri" balas Jessy yang lanjut makan.


Dan Jessy makan sampai habis, bahkan dia merasa ingin lagi tapi karena gengsi jessy jadi memilih untuk menyudahi makan nya.


"Sudah?" tanya Daffin.


Jessy yang akan berdiri hanya mengangguk, dia melihat Daffin yang sedang menatap nya.


"Apa boleh minta lagi, anak ku suka makanan itu" cicit Jessy pelan.


"Tuhkan sudah ku bilang masakan ku itu terbaik" Daffin semakin besar kepala.


Membuat Jessy menggelengkan kepalanya.


"Tidak jadi, aku akan tidur" Jessy malas melihat kenarsisan Daffin.


"Stop! kau duduk dan aku akan memasak lagi" kata Daffin yang bergegas kembali masak.


Jessy melihat punggung Daffin yang terlihat Sexy jika dipandang cukup lama, apalagi saat ini Daffin hanya memakai kaos kekecilan dan celana pendek yang hanya sebatas paha.


Bukkkk !


Jessy memukul kepalanya pelan saat di rasa isi kepalanya mulai eror.


"Sadar Jess, dia Daffin si pria tua yang menyebalkan dan selamanya akan seperti itu." batin Jessy menyadarkan dirinya agar tidak terpesona dengan tubuh sexy seorang Daffin.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2