
Setelah Jhony mengeluarkan senjatanya yang masih sangat tegang, Cameron langsung turun dari tempat tidur dengan tanpa sehelai benang.
"Kenapa aku selalu gagal? pada hal aku sudah menikmatinya tadi," ketus Jhony dengan nada kecil.
"Aku benar-benar tidak tahan, untung masih ada Lonela yang bisa jadi penganti," gumam Jhony yang mengenakan pakaiannya dengan cepat karena sudah tidak sabar ingin melepaskan hasratnya yang mengebu-ngebu.
Lalu ia segera kembali ke kamarnya
Klek.
"Lonela," panggil Jhony yang melangkah masuk ke dalam kamarnya.
"Di mana dia?" tanya Jhony yang mencari keberadaan istrinya itu.
Jhony lalu melangkah ke kamar mandi, saat menuju ke sana ia mendengar Lonela sedang muntah.
"Lonela, ada apa denganmu?" tanya Jhony yang merasa cemas.
"Aku merasa mual dan muntah terus dari tadi, cepat bawa aku ke rumah sakit!" pinta Lonela.
"Mari kita pergi sekarang juga!" ajak Jhony yang memapah Lonela yang sedang lemas.
Jhony yang belum melepaskan hasratnya ia harus mengantar istrinya ke rumah sakit.
Tidak lama kemudian mereka tiba di depan rumah sakit. Jhony langsung memapah Lonela masuk ke dalam rumah sakit itu dan menemui dokter kandungan.
Setelah beberapa saat kemudian.
Dokter kandungan keluar dari ruangan rawat.
"Dokter Mary, bagaimana dengan istriku?" tanya Jhony yang merasa khawatir.
"Istri Anda hanya salah makan saja, sehingga muntah terus," jawab Mary dengan sopan.
"Kandungannya tidak apa-apa?"
"Kandungannya sehat-sehat saja," jawab Mary dengan ramah.
"Terima kasih, Dokter."
"Sama-sama."
Setelah memastikan Lonela sudah tidur dengan lelap. Jhony keluar mencari angin segar. dirinya masih sedang menahan hasratnya yang sedang memuncak. ia pun memilih merokok di luar rumah sakit sambil mencari ketenangan.
"Dua istriku tidak bisa melayaniku, yang satu sedang dalam pantangan yang satu lagi sedang tidak sehat, malam ini aku akan kesulitan untuk tidur. andai saja bisa aku ingin memanggil wanita panggilan saja. tapi aku tidak boleh melakukan itu. namaku akan tercemar jika menyentuh wanita di luar sana," gumam Jhony.
"Jhony...." sapa seorang wanita cantik yang sedang berjalan menghampiri suami Cameron.
__ADS_1
Jhony yang mendengar panggilan seorang wanita ia pun menoleh ke arah suara itu berada.
"Viore," balasan sapaan Jhony.
"Aku tidak menyangka dirimu akan muncul di sini," ucap Viore dengan berpura-pura, dirinya telah di beritahu oleh Cameron bahwa pria itu berada di rumah sakit.
"Aku mengantar istriku ke sini," jawab Jhony yang matanya memerhatikan belahan dada wanita itu yang lagi-lagi membangkitkan hasratnya, Viore mengenakan drees yang ketat sehingga melihat dengan jelas pu.ting dadanya yang menonjol. ia sengaja tidak mengenakan bra di malam itu.
"Apakah Cameron?"
"Bukan, Lonela adalah istri yang baru ku nikahi beberapa hari yang lalu," jawab Jhony.
"Bagaimana kalau kita bicara di dalam mobil saja? di sini terlalu banyak nyamuk!" ajak Viore dengan sengaja.
Tanpa ragu Jhony membawa Viore ke dalam mobilnya, tentu saja Viore memiliki tujuan tertentu.
Saat masuk ke dalam mobil Viore memperlihatkan paha mulus dan putih karena dress yang dia kenakan memang hanya di atas lutut.
Jhony semakin menahan hasratnya yang dari tadi sedang memuncak, melihat paha seksi itu Jhony merasa ingin segera melahap wanita cantik yang duduk di sampingnya.
"Apakah kamu merasa malam ini agak panas?" tanya Viore yang menurunkan baju bagian atasnya sehingga hampir memperlihatkan pu.ting dadanya, mata Jhony yang melihat buah dada yang menonjol lagi-lagi ia menelan saliva.
"Aku akan menghidupkan Acnya."
"Apa yang harus kita lakukan di dalam mobil ini? apakah tidak ada hal yang menyenangkan?" tanya Viore yang melepaskan sepatunya.
"Jhony, apa kamu mencintai Lonela?"
"Aku hanya menginginkan anak dalam kandungannya."
"Bagaimana dengan Cameron, apakah kau mencintainya?"
"Dia adalah wanita yang ku cintai."
"Tapi kau sudah menyakitinya di saat kau menikahi wanita lain," ujar Viore.
"Semua ini hanya demi keluarga untuk mendapatkan penerus, setelah anak itu di lahirkan anak itu juga akan menjadi anak Cameron," kata Jhony.
"Cameron sangat cantik, jangan sia-siakan dia!" ucap Viore denga jarak yang dekat.
"Vi-viore, ke-kenapa kau dekat sekali?"
"Aku melihatmu dari tadi menatap tubuhku terus, apakah begitu menarik sehingga membuatmu menatapanya tanpa beralih?" tanya Viore dengan sengaja mengoda.
"Bukan seperti itu, kau salah paham," jawab Jhony yang merasa canggung.
"Jhony, kita adalah orang dewasa, jangan di simpan dalam hati," kata Viore yang meraba dada pria itu.
__ADS_1
Jhony merasa kaget atas perlakuan wanita itu padanya dan berusaha ingin menjauh, lalu ia membuka pintu dengan berniat keluar dari mobilnya, akan tetapi Viore menarik tangan pria itu dengan sengaja sehingga pria itu duduk kembali bersamanya.
"Viore, apa yang kamu lakukan?" tanya Jhony.
"Bantu aku! aku terluka karena pacarku pergi, dan aku butuh teman untuk membuatku melupakan dia," ucap Viore yang duduk di atas kaki suami sahabatnya itu.
"Vi-viore, kau adalah teman Cameron, ini tidak baik," ujar Jhony yang berusaha menolak wanita itu pada hal dirinya sangat ingin melepaskan hasratnya terhadap wanita cantik itu.
"Kita rahasiakan saja hal ini! cukup kita saja yang tahu, bagaimana?" tanya Viore yang memegang tangan pria itu menyentuh bagian intinya.
Saat Jhony menyentuh bagian bawah Viore hasratnya lagi-lagi memuncak, karena sudah tidak tahan ia pun ingin menidurkan wanita itu di kursi sampingnya.
"Aku yang akan bermain di atas," ujar Viore yang menurunkan sleting celana pria itu.
Viore melepaskan celana suami sahabatnya untuk melakukan hubungan di malam itu juga.
Jhony sudah tidak sabar ingin menikmati milik wanita cantik itu. ia menurunkan bagian leher dress yang dikenakan oleh Viore dan melihat dua buah dada yang menonjol keluar kemudian *******-***** dada yang besar dan kenyal milik Viore yang sedang berada di atasnya.
Setelah melepaskan semua celana Jhony, Viore juga melepaskan celana da.lamnya, ia tidak melepaskan dress sama sekali.
"Kenapa kau tidak melepaskan pakaianmu?"
"Bukankah hanya bagian ini yang kau mau? lagi pula kita berada di dalam mobil, biar aku yang bermain di atas," jawab Viore yang mulai melakukan pergerakan. ia merasakan tegangnya dan keras senjata pria itu yang telah menusuk masuk ke dalam bagian intinya.
Jhony merasa sangat nikmat dengan sentuhan wanita itu, goa sempit telah menelan senjatanya sehingga habis. pria itu menikmati setiap gerakan wanita seksi itu.
"Lakukanlah dengan cepat!" pinta Jhony yang ingin segera mencapai puncak karena sudah tertahan beberapa jam.
"Apa kau akan menikah denganku?" tanya Viore yang sambil bergoyang pinggulnya.
"Kau adalah teman Cameron, kita tidak boleh menikah," jawab Jhony yang sedang nikmati setiap gerakan wanita itu.
"Apa kau tidak mencintaiku? aku bisa menjadi istri ke tigamu."
"Kita akan menyakiti Cameron, kau adalah sahabatnya," jawab Jhony.
"Ternyata semua pria sama saja," ketus Viore.
"Teruskan lagi!" pinta Jhony yang hampir mencapai puncak kenikmatan
Saat Jhony hampir mencapai puncak Viore langsung berhenti dan mengeluarkan senjata pria itu dan kemudian ia keluar dari mobil.
"Hei, apa yang kau lakukan?" tanya Jhony yang lagi-lagi gagal mencapai puncak kenikmatan.
"Aku akan melakukanya jika kau sudi menikahiku," jawab Viore yang melangkah pergi.
"Sia.lan, Arrrggghhh....," ketus Jhony yang sedang kesal, adiknya lagi-lagi tidak bisa mendapatkan kepuasan.
__ADS_1