
Lonela yang di tekan ke dalam air berusaha meronta akan tetapi ia tidak berdaya, setelah beberapa saat kemudian Cameron menarik rambut wanita itu sehingga kepalanya terangkat.
"Uhuk...uhuk..." suara batuk Lonela.
"Lepaskan aku!" teriak Lonela yang berusaha ingin melepaskan tangan Cameron yang sedang menjambak rambutnya.
"Mengatakanku jal*ng pada hal dirimu adalah jal*ng murahan," bentak Cameron yang menekan kembali kepala wanita itu ke dalam air.
Tangan Lonela bergerak-gerak terus saat dirinya tidak bisa bernafas.
Selama beberapa saat kemudian Cameron menarik lagi rambut wanita itu sehingga kepalanya terangkat lagi.
"Uhuk...uhuk...lepaskan! aku sedang hamil!" tangisan Lonela yang merasa ketakutan.
"Ingin menghasut mertua kita untuk meminta Jhony memceraikanku? apa kau pikir kau bisa berhasil? pria itu tidak tahan dengan godaanku. biarkan aku berkata sejujurnya. di malam saat ia menidurimu dia sudah mengajakku duluan, karena aku tidak sehat makanya dia baru mencarimu sebagai penganti, tidak ku sangka kau lebih kasihan dari ku, hamil yang tidak jelas anak siapa dan menikah dengan Jhony, tapi begitu cepatnya dia mencari wanita lain lagi untuk memuaskan dirinya," kata Cameron dengan sengaja dan menekan kembali kepala Lonela ke dalam air.
"Ingin melawanku, kau belum layak," bentak Cameron yang melepaskan tangannya dan kemudian berdiri.
Lonela langsung mengangkat kepalanya dan terduduk sambil batuk berulang kali.
"Uhuk...uhuk...uhuk..."
Cameron yang masih merasa tidak puas dia pun mengunakan shower menyirami tubuh wanita itu sehingga basah semuanya.
"Aaarrghh..., apa yang kau lakukan? hentikan!" teriak Lonela yang di siram air.
"Aku ingin mencuci jal*ng busuk sepertimu," jawab Cameron yang sedang menyiram air dengan shower.
"Aaarrgghh....," teriakan Lonela yang di siram sehingga basah di seluruh tubuhnya.
Setelah puas membalas wanita itu Cameron mematikan showernya, lalu ia menjongkok dan mengenggam dagu Lonela.
"Dengar baik-baik! ingin melawanku tidak semudah itu, aku bukan wanita lemah yang bisa kau tindas, aku bukan istri pertama yang bisa di bully oleh istri ke dua yang tidak tahu malu sepertimu," bentak Cameron yang mengenggam erat dagu wanita itu.
"Mengunakan darah daging orang lain dan mengakui sebagai anak pria bodoh itu, kau benar-benar sangat kasihan mengunakan cara ini untuk menikah dengan dia," ketus Cameron dengan kesal dan melepaskan tangannya dengan kasar.
"Aku akan memberitahunya bahwa kau menyiksaku," bentak Lonela sambil menangis.
__ADS_1
"Setiap dia ada masalah dia pasti pergi club untuk minum hingga mabukan, mungkin saja sekarang dia sedang menikmati tubuh wanita malam," kata Cameron dengan senyum.
"Kau adalah wanita gila, pantas saja suamimu berpaling ke wanita lain," ketus Lonela.
"Wanita itu adalah kamu, dan nasibmu bukankah lebih kasihan dariku? sedang hamil dan suamimu sedang bersenang-senang dengan wanita lain, ini adalah karma untukmu," ketus Cameron.
"Dia adalah suamimu juga, jangan lupa hal ini!" ketus Lonela dengan kesal.
"Sejak dia menikah denganmu aku sudah tidak peduli dengan semua ini, dan ini juga sudah menjadi urusanmu sebagai istri ke dua yang sangat kasihan, kau tidak mendapatkan kasih sayang darinya setelah menginjak masuk ke keluarga ini. apa kau tidak merasa kau sangat gagal mendapatkan hatinya? sebenarnya sangat mudah sekali, Jhony adalah pria yang paling suka dengan s.e.k.s, selagi kau bisa memberi dia kepuasan maka dia pasti tidak akan mencari wanita lain di luar.
"Keluar dari kamarku dan jangan pernah coba berani menginjak ke tempat ku lagi!" bentak Cameron yang menarik rambut Lonela sehingga memaksa wanita itu berdiri.
"Aaarrghhh.....," teriakan Lonela yang sedang kesakitan dan di tarik oleh Cameron yang melangkah ke arah pintu.
"Lepaskan!" teriakan Lonela yang rambutnya di tarik dan di dorong keluar dari kamar
"Aarrghh...," jeritan Lonela yang kesakitan karena tubuhnya yang menabrak tembok.
"Jangan coba-coba berani melawanku lagi kalau kau masih sayang dengan nyawamu!" kecam Cameron yang lalu menutup pintunya.
Tubuh dan rambutnya basah dan berantakan serta wajahnya merah bekas tamparan kuat dari Cemeron. ia hanya bisa menangis kesal akibat mendapat penghinaan seperti ini. lalu ia melangkah ke kamarnya sendiri.
"Lonela, lihat saja malam ini kau pasti akan gila, sebenarnya aku tidak pernah cemburu di saat pria itu menikahimu, aku hanya merasa marah karena tidak di hargai, dan di anggap sebagai ayam betina yang mandul oleh keluarga sia.lan ini," ucap Cameron yang sedang duduk di ujung kasur.
Ia memegang kalung yang dia kenakan di lehernya itu.
"Dionz, di mana dirimu sekarang? selama ini aku selalu menunggumu, kalau kita bertemu kembali apakah kau akan memperjuangkanku?" batin Cameron.
"Sudah sepuluh tahun lamanya, apa mungkin dia masih ingat dengan janji kami?"gumam Cameron.
Nada dering panggilan masuk ke handphone milik Cameron.
Cameron membaca nama panggilan yang adalah salah satu sahabatnya itu, Aniza.
"Hallo, Aniza," sapa Cameron.
"Hai, cantik. aku ingin memberitahu mu, suamiku sudah memberitahu pengacara Harger Cardionz tentang semua masalahmu. dia ingin kau datang menemuinya,"kata Aniza yang di seberang sana.
__ADS_1
"Baiklah, setelah rencana malam ini berhasil aku akan pergi."
"Aku ingin ingatkan satu hal padamu!"
"Katakan saja!"
"Dia hanya menerima uang tidak menerima tubuh wanita."
"Apa kau mengira aku segila itu sehingga menawarkan tubuhku pada orang lain?"
"Hahahaha...Cameron, aku hanya bercanda denganmu, kata suamiku selama ini banyak wanita yang menawarkan tubuh mereka untuk bayaran dan juga bonus. dan pada akhirnya mereka semua di tolak. jadi intinya adalah pria dingin itu hanya gila uang tidak gila wanita."
"Aku tahu dan aku masih waras tidak mungkin mengunakan tubuhku untuk bayaran."
"Baiklah, semoga rencanamu berhasil malam ini."
"Terima kasih," ucap Cameron yang kemudian memutuskan panggilanya.
"Bagaimana dengan Viore di sana?" gumam Cameron.
Night Club.
Jhony telah menghabiskan beberapa botol minuman dan dalam keadaan setengah mabuk. seorang wanita yang tak lain adalah Viore sengaja membuat pria itu mabuk agar rencana bisa di lanjutkan
"Tuan, apa kau tidak minum lagi?" tanya Viore dengan sengaja.
"Tidak...tidak, aku tidak tahan lagi kepalaku sakit," jawab Jhony yang setengah sadar.
"Mari aku mengantarmu pulang!" ajak Viore yang memapah suami temannya itu.
Viore mengendarai mobil Jhony yang sudah mabuk, rencananya berhasil membuat pria itu mabuk sehingga tidak tahu apa-apa lagi, dan kini ia melanjutkan rencana ke dua dengan ingin mengejutkan seisi keluarga Milithen.
"Pria tampan, apakah kau mau kita melakukannya malam ini?" tanya Viore yang sedang menyetir
"Mau, tentu saja mau," jawab Jhony yang tidak sadar dan duduk di samping Viore.
"Bagaimana kalau kita melakukannya di kasur rumahmu?"
__ADS_1