
"Cameron, selama tiga tahun kita menjadi suami istri, kau tidak pernah menaruh perasaan padaku?" tanya Jhony yang merasa kecewa.
"Tidak pernah! andaikan di saat itu aku bisa menilai sifatmu mungkin aku tidak akan sudi menikah denganmu."
"Apakah kau begitu membenciku?"
"Bukan membenci, tapi aku tidak suka dengan pria yang tidak setia. selama kita menjadi suami istri kau sering tergoda dengan sekretarismu. walau kau tidak melakukan apapun dengan dia tapi tatapan dan senyummu terhadapnya memperlihatkan dirimu terlalu mudah tertarik pada wanita lain. sementara diriku yang adalah istrimu hanya bisa diam seperti orang bodoh karena wanita itu adalah pekerjamu," jelas Cameron.
"Aku salah! aku akui aku sudah melakukan kesalahan, sehingga membuatmu sangat kecewa," ujar Jhony dengan penuh penyesalan.
"Tidak ada gunanya lagi kau menyesal, bersikap baiklah agar cepat bebas dan bisa merawat ibumu! aku pergi dulu. jaga dirimu baik-baik," ucap Cameron yang bangkit dari tempat duduknya.
Jhony hanya bisa menelan pil pahit setelah mendengar semua ucapan mantan istrinya itu, wajahnya lesu dan duduk dengan menundukan kepalanya.
Tidak lama kemudian Harger datang dan duduk berhadapan dengannya. Jhony lalu mengangkat kepalanya melihat pria yang ada di depan matanya.
__ADS_1
"Semua ini kau yang berencanakan nya, bukan?" tanya Jhony.
"Apakah kamu sudah bertanya pada dirimu, selama ini apakah kau sudah menjadi seorang suami yang baik?"
"Tentu saja kau mengambil kesempatan untuk memisahkan kami? dan kau juga membujukku agar aku setuju untuk bercerai."
"Jangan salahkan aku! aku hanya ingin mendapatkan sesuatu yang adalah milikku. kalau saja kau adalah seorang suami yang baik maka aku tidak bisa merebut Cameron dari tanganmu. tapi coba saja kau pikirkan sudah berapa kali kau mengecewakan dia!"
"Aku tidak menyangka wanita yang ku nikahi selama ini menyimpan pria lain di hatinya," ucap Jhony yang merasa kecewa.
"Walau dia menyukaiku selama ini, tapi...dia tetap melakukan tugasnya sebagai seorang istri dan menantu dengan baik. akan tetapi apa yang kau berikan padanya selain luka? Jhony Milithen, saat aku baru menyadari dia adalah istrimu tentu saja aku ingin merebutnya kembali dan membuat hidupnya lebih bahagia dari dulu," ujar Harger dengan senyum.
"Kenapa kalau aku pengacara? aku tidak melakukan kesalahan apapun, dan yang paling penting adalah selama sepuluh tahun aku tidak pernah mengkhianatinya. sementara dirimu di saat masih berstatus sebagai suaminya sudah berapa kali kau menyakitinya. selama ini apa yang sudah kau lakukan demi dia?"
"Rumah tanggaku hancur, hartaku hilang begitu saja, aku dikhianati Lonela dan sekarang mamaku harus hidup melarat di rumah sewa yang tidak layak lagi di tempati," ucap Jhony yang merasa sedih.
__ADS_1
Harger bangkit dari tempat duduknya dan berkata," sebenarnya hidupmu sudah lengkap, hanya saja karena kamu terlalu serakah terhadap wanita. sebagai seorang suami yang kita inginkan adalah kebahagiaanya istrinya. di saat dia bahagia kita akan merasa lebih bahagia, dan di saat dia sedih maka kita akan merasakan sakit hati. kau telah diberi kesempatan untuk bahagia tapi sayangnya kau tidak tahu cara menghargainya. dan tentu saja aku harus merebut dia dari tanganmu. agar aku bisa mengubah nasibnya. Jhony Milithen, menyesal sudah tidak ada gunanya."
Tidak lama kemudian Harger kemudian pergi meninggalkan ruangan pertemuan itu.
Jhony mengeluarkan air mata karena dirinya harus menghabiskan beberapa tahun di dalam penjara.
"Awal mulanya memang sudah salahku," gumam Jhony.
Beberapa hari kemudian.
Persidangan mengenai kasus Carlos Jose akhirnya berlangsung selama beberapa hari. saat itu Carlos Jose hadir dalam persidangan setelah pingsan selama tiga hari di rumah sakit tahanan.
Hakim dan jaksa sudah menyadari luka lebam yang di alami oleh tersangka karena atas perbuatan Harger Cardionz.
Semua bukti kesalahan telah dikumpulkan dan diserahkan kepada Hakim.
__ADS_1
Sementara di luar pengadilan dihebohkan oleh sejumlah warga california dan repoter yang menunggu keputusan dari pihak pengadilan.
"Hukum mati...hukum mati...hukum mati...," teriak serentak mereka yang ingin menjatuhan Carlos Jose.