
Setelah beberapa saat kemudian Harger meninggalkan markas bersama anggotanya.
"Bos, meninggalkan nyonya dan Alice apakah tidak terjadi sesuatu? Kita juga tahu kalau ada wanita yang dekat dengan bos, Alice akan merasa cemburu," ujar anggotanya yang sedang menyetir.
"Lucas, aku tidak khawatir mengenai hal itu," jawab Harger yang memeriksa pistolnya.
"Kenapa? Alice adalah wanita yang keras dan kasar."
"Istriku juga bukan wanita yang mudah ditindas, dia tidak akan gentar menghadapi Alice."
"Apakah nyonya sudah tahu Alice yang dari dulu menyukai bos?"
"Sudah tahu."
"Tapi nyonya kelihatannya sangat tenang."
"Cameron adalah wanita yang kuat dan tegar, dia tidak akan mau ditindas oleh siapapun."
Markas.
Cameron dan Alice sedang duduk bersama di ruangan tengah. Alice memendamkan rasa cemburu karena berhadapan dengan istri dari pria yang dia cintai dari sejak belasan tahun yang lalu.
__ADS_1
"Aku mendengar kata Harger bahwa dirimu sudah lama menjadi anggotanya," ujar Cameron dengan senyum.
"Memang benar, dan aku sudah lama mengenal bos, kami rela mati untuknya."
"Terima kasih karena kesetiaannya."
"Tidak perlu mengucapkan terima kasih, karena ini memang tanggung jawab kami," kata Alice dengan bersikap dingin.
"Walaupun begitu aku tetap ingin berterima kasih, karena suamiku beruntung memiliki banyak anggota yang setia."
"Apakah kamu tahu, kalau kamu menikah dengannya makanya kau harus siap mati untuknya. apa dirimu tidak takut?"
"Kenapa aku harus takut? dia adalah suamiku, kami berpisah selama sepuluh tahun, dan dia juga menungguku begitu lama. mana mungkin aku merasa takut saat bersamanya," jawab Cameron.
"Aku bisa belajar menembak jika suamiku mengizinkan."
"Aku tidak tahu kenapa bos bisa begitu setia pada seorang wanita yang telah menjadi istri orang sebelumnya," kata Alice dengan menyindir.
"Aku juga tidak menyangka kenapa dirimu yang hanya anggota suka ikut campur dalam urusan rumah tangga kami, seharusnya kamu sadar diri apa statusmu di sini," ujar cameron.
"Aku adalah anggota setia dan aku berhak melindungi bos," tegas Alice.
__ADS_1
"Seberapa setia pun dirimu kau tetap hanya anggotanya dan tidak berhak ikut campur," kata Cameron dengan tegas.
"Aku rela mati untuknya," ujar Alice.
"Terima kasih, tapi...bagaimanapun aku tetap istrinya yang akan bergandeng tangannya hingga akhir hayatnya," ucap Cameron.
"Dia akan ingat denganku jika aku berkorban demi dirinya," ujar Alice.
"Tapi dia hanya akan mencintaiku untuk selamanya," balas Cameron.
"Apa mungkin kau sebagai istri akan merasa tenang jika hati suamimu ingat dengan wanita lain?"
"Tentu saja aku tenang, karena dia hanya merasa berhutang budi padamu, dan itu tidak masalah bagiku. yang akan bersamanya tetap adalah aku. selamanya yang dia pandang dan peluk juga hanya diriku," ucap Cameron.
"Kalau saja kau berhasil mendapat hatinya maka dari dulu dia sudah memilihmu, mana mungkin dia menungguku lagi," ujar Cameron.
Di sisi lain Harger telah tiba di suatu tempat, saat dia turun dari mobil anak buahnya menghampirinya dan memberi hormat.
"Bos," sapa mereka dengan serentak.
"James, bagaimana dengan Thiner?"
__ADS_1
"Bos, selama ini dia seperti biasa melakukan aktivitasnya dan tidak mencurigai sama sekali.