Gairah Pengacara Dingin Terhadap Mantan

Gairah Pengacara Dingin Terhadap Mantan
Identitas Yang Sebenarnya.


__ADS_3

"Aku baru sadar ternyata dirimu bukan hanya pengacara hebat tapi juga adalah pengacara yang baik hati," ujar Cameron dengan senyum.


"Kamu baru sadar kalau suamimu adalah orang baik?" tanya Harger dengan tatapan mesra.


"Aku sudah tahu dari dulu," jawab Cameron dengan senyum.


"Habiskan makananmu dan kita akan pergi sebentar lagi!" ucap Harger dengan senyum.


"Iya."


Setelah selesai makan mereka pun beranjak dari restoran itu dan menuju ke suatu tempat yang agak jauh dari ibukota Dublin.


Setelah dua jam perjalanan akhirnya Harger dan Cameron tiba di tempat tujuan mereka.


Mobil berhenti di depan markas besar dan terdapat beberapa pria yang berdiri di sana. Harger dan istrinya lalu turun dari mobil dan disambut oleh mereka dengan hormat.


"Bos, Nyonya," sapa mereka dengan serentak.


"Hm...dimana orang itu?" tanya Harger.


"Sedang diawasi oleh saudara kita," jawab salah satu anggotanya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian dua orang pria dan seorang wanita keluar dari markas.


"Bos," sapa mereka yang berjalan menghampiri Harger.


"Ini adalah istriku, Cameron," ujar Harger sambil merangkul pinggang istrinya.


"Selamat datang ke tempat kami, Nyonya," sambut mereka dengan sopan.


"Terima kasih," sahut Cameron dengan ramah.


"Bos, Elvis sedang mengawasi Thiner, dia memiliki banyak anak buah yang melindunginya," ujar Alice.


Harger mengeluarkan sniper miliknya yang telah dia simpan selama bertahun-tahun lamanya. senjata itu adalah kesayangannya yang sudah lama dia gunakan.


"Bos, selama ini kami menyimpan senjata ini dengan baik, karena kami yakin suatu saat bos pasti akan kembali," ucap Alice.


"Sniper biasa digunakan oleh penembak jitu, Harger, kenapa kamu bisa memilikinya?" tanya Cameron yang berdiri di samping suaminya itu.


"Nyonya, belasan tahun yang lalu bos adalah seorang pembunuh profesional, bos juga seorang penembak jitu. kami semua sama adalah pembunuh bayaran," kata salah satu anggota Harger.


"Pembunuh bayaran?" tanya Cameron yang hampir tidak percaya

__ADS_1


"Benar! kami semua diselamatkan oleh bos dan kemudian kami bergabung bersama. setelah bos memilih pergi untuk menjadi seorang pengacara. maka kami hanya bisa tetap di sini dan melanjutkan tugas kami. hanya saja...bos tidak bisa kembali karena profesinya yang adalah pengacara," jawab Alice.


"Cameron, ini adalah identitasku yang aslinya, selama ini aku tinggalkan profesiku sebagai pembunuh karena satu tujuan," kata Harger.


"Apa tujuanmu?"


"Aku ingin menjadi pengacara agar bisa merebut mu kembali jika suatu saat kita bertemu kembali dan aku sudah berhasil. dan kini untuk sementara aku ingin membalas dendam kematian keluargaku. setelah itu kita baru kembali ke california," ujar Harger dengan senyum.


"Aku akan menemanimu kemana saja kamu pergi," jawab Cameron.


"Istriku yang baik," ucap Harger dengan menyentuh wajah istrinya.


"Alice, bawa istriku ke kamar! aku dan yang lainnya akan menjumpai Thiner, karena sudah waktunya aku dan dia harus menyelesaikan masalah ini," perintah Harger.


"Bos, biarkan aku ikut denganmu!"


"Tidak perlu! temani saja istriku di sini!"


"Harger, tidak masalah aku sendiri di sini, bawa saja Alice bersama!"


"Hanya pergi membalas dendam terhadap seseorang saja, tidak perlu begitu ramai yang pergi. lagi pula di sana sudah banyak saudara kami yang sedang menunggu perintahku," jawab Harger.

__ADS_1


__ADS_2