
"Ma, aku hanya bermain saja, lagi pula aku dan wanita itu tidak melakukannya," kata Jhony yang berusaha menyakinkan ibunya.
"Jhony, apa kamu mengira mamamu ini adalah anak kecil? siapa yang bisa percaya dengan katamu?" bentak Rionez.
"Ma, aku....?"
"Saat kau bersama Lonela mama tidak menyalahkanmu, itu karena Cameron mandul oleh sebab itu kau tidak bersalah jika kau selingkuh. tapi kali ini Lonela sudah hamil anakmu dan kau masih saja tidak menjaga sikapmu," kata Rionez yang sengaja menyindir menantu pertamanya itu.
Cameron mengerti ucapan mertuanya yang berniat menghina dirinya dan dia hanya bersikap tenang.
"Jhony, betul kata mama. aku tidak menyalahkan mu di saat kau berselingkuh dengan Lonela bahkan hingga hamil. tapi sekarang apa kamu bisa coba jelaskan kenapa kau masih saja ingin melakukan hubungan dengan wanita lain? apakah karena Lonela hamil tidak bisa memuaskanmu?" tanya Cameron dengan sengaja
"Cameron, bukan seperti. aku hanya..."jawab Jhony yang terhenti.
"Cameron, maksudmu apa dengan perkataan mu itu?" tanya Lonela dengan kesal.
"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya saja, apa kamu tidak membaca internet? wanita yang hamil bisa membuat pria tidak berminat karena tidak begitu memuaskan, mungkin karena ini Jhony mencari wanita lain," kata Cameron dengan sengaja.
"Kau...." ketus Lonela dengan nada tinggi dan di hentikan oleh mertuanya.
"Cameron, cukup! jangan bicara sembarangan! Lonela sudah di khianati seharusnya kau bersimpati padanya dan bukan malah sengaja menyakiti perasaannya," ketus Rionez pada menantunya itu.
"Ma, bagi mama menantu yang bisa hamil harus di jaga perasaannya, jadi bagaimana denganku? bukankah aku lebih sakit di bandingkan dia, tapi aku masih berlapang dada menerima dan memasak untuknya. sementara dia baru hanya begini saja sudah rusuh satu rumah," balas Cameron dengan bersikap tenang.
"Kau dan dia beda, dia berguna untuk keluarga ini karena dia bisa hamil, sementara dirimu mandul dan harus bisa terima jika suami mu main di luar atau pun menikah lagi," ketus Rionez.
"Mama sangat bijaksana sehingga membuatku sangat kagum," ucap Cameron dengan sengaja.
"Apa maksudmu?"tanya sang mertuanya.
"Bagaimana jika wanita itu hamil? apakah mama akan menolaknya demi menantu kesayangan mu itu?" tanya Cameron.
"Hamil?" tanya Rionez yang menatap ke putranya.
"Tidak mungkin, itu tidak mungkin terjadi, aku sama sekali tidak menyentuhnya," jelas Jhony.
__ADS_1
"Jangan coba-coba kau berani menikahi dia!" bentak Lonela.
"Dia tidak mungkin bisa hamil," teriak Jhony pada Lonela.
"Kenapa kau meninggikan suaramu terhadapku? aku adalah istrimu, dan statusku lebih penting darinya," ketus Lonela yang menunjukan ke arah Cameron.
"Kalau wanita itu hamil maka siapa lebih penting? kau atau wanita itu?" tanya Cameron dengan sengaja memancing emosi Lonela.
"Cameron, wanita itu tidak mungkin hamil," bantah Jhony dengan tegas.
"Jhony, aku tahu aku tidak berguna, jika wanita itu hamil bawalah dia kemari tinggal bersama kita. dia dan Lonela tidak ada bedanya. mereka sama-sama hamil dan aku akan merawatnya juga," ucap Cameron yang bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri suaminya itu.
"Cameron, siapa yang mengatakan kamu tidak berguna? kamu adalah istri Jhony Milithen," bujuk Jhony yang melihat istrinya sedang bersedih.
"Apa yang kau katakan? siapa yang mengizinkan pelac*r itu masuk ke dalam rumah?" teriak Lonela pada Cameron.
"Lonela, jangan tinggikan suaramu!" bentak Jhony yang merasa kesal.
"Jhony, tidak apa-apa, aku mandul dan aku sadar, jika kau ingin aku pergi aku akan pergi sekarang," ucap Cameron dengan berpura-pura.
"Siapa yang mengizinkan mu pergi? kau masih berstatus istriku, tidak ku izinkan kau pergi," kata Jhony yang mengusap air mata istrinya.
"Apa yang kalian lakukan?" bentak Lonela yang mendorong Cameron sehingga tersungkur.
Bruk...
"Aaarrghh....," jeritan Cameron yang pura-pura kesakitan.
"Cameron....." teriak Jhony yang melihat istri pertamanya di dorong oleh Lonela.
"Lonela, kau keterlaluan," bentak Jhony yang langsung menampar istri ke dua nya itu.
Plak...
Tamparan keras dari Leo mengenai pipi Lonela sehingga memerah di wajahnya.
__ADS_1
"Aaarrghhh....," jeritan Lonela yang kesakitan dan sedang menyentuh wajahnya itu.
"Jhony, jangan begitu kasar! Lonela sedang hamil. anaknya akan terguncang," bentak Rionez yang menghampiri menantu ke dua nya itu.
"Mama juga lihat sifatnya, kan? walau dia hamil juga tidak bisa bertindak sesuka hati," jawab Jhony yang merasa kesal.
"Cameron, apa kamu terluka?" tanya Jhony yang menghampiri istri pertamanya itu, dan ia memapah istrinya berdiri kembali.
"Tanganku sakit," jawab Cameron.
"Biar aku periksa!" ujar Jhony yang melihat luka bagian tangan istrinya.
"Jhony Milithen, kau keterlaluan. kau bersikap kasar padaku, jangan lupa dalam kandunganku ini adalah darah dagingmu," bentak Lonela sangking cemburunya melihat sikap lembut suaminya itu pada Cameron.
"Jhony, urusanmu dan Lonela di selesaikan dengan baik-baik. wanita hamil memang sering emosi. kau harus mengalah padanya," bujuk Cameron yang sedang berakting.
"Kau jangan berpura-pura bersikap baik, kau adalah jal*ng yang tidak tahu malu," ketus Lonela dengan menghina.
"Diam!" teriak Jhony dengan nada tinggi pada istri ke duanya.
" Jhony, jangan tinggikan suaramu lagi!" ujar Rionez.
"Lonela, kenapa kamu mengatakan aku jal*ng? semua orang juga tahu kalau aku adalah istri Jhony Milithen. apa kamu tahu kalau orang luar mendengar ucapanmu itu maka mereka akan menganggap benar, setelah itu nama keluarga besar Milithen akan menjadi topik utama mereka. apakah kau ingin keluarga besar Milithen menjadi bahan pembicaraan orang hanya karena ucapanmu itu?" ucap Cameron.
"Kau....."
"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya, mungkin bagimu bisa hamil untuk keluarga besar Milithen sangat membanggakan, memang sangat penting jika kau bisa memberi keturunan, tapi kau jangan lupa ini adalah keluarga terpandang. karena sudah menjadi menantu di keluarga ini jadi kau harus menjaga sikapmu. aku yakin kau juga tidak mau membuat mama dan suami kita jadi bahan pembicaraan orang, kan?" kata Cameron dengan sengaja.
"Lonela, betul kata Cameron. jaga sikapmu dan ucapanmu jangan sampai memalukan nama keluarga ini," lanjut Rionez dengan menegur menantu ke duanya itu.
"Cameron sangat pengertian kau harus belajar darinya," ucap Jhony pada Lonela.
"Lonela, di matamu aku adalah jal*ng, tapi kau jangan lupa aku bukan wanita perebut suami orang atau pun wanita penghibur. jadi, kau harus meminta maaf padaku. karena aku adalah menantu pertama di keluarga ini!" ucap Cameron dengan tegas.
"Aku tidak mau!" bentak Lonela.
__ADS_1
"Kau sangat tidak masuk akal, Cameron begitu baik padamu dan selalu saja menyediakan semua kebutuhanmu, tapi kau masih tidak sadar," ketus Jhony dengan nada tinggi.
"Jhony, tidak apa-apa, aku juga tidak butuh dia meminta maaf padaku, semua ucapannya telah mewakili sifatnya," kata Cameron dengan menyindir wanita itu.