
"Semasa muda dulu Alice pernah mengungkapkan perasaannya padaku, akan tetapi aku menolaknya,"jelas Harger.
"Ternyata suamiku ini ada wanita lain yang ingin mendekatinya, apakah ini berarti aku ada saingan cinta?" tanya Cameron dengan bercanda.
"Apakah kau merasa cemburu?" tanya Harger dengan senyum.
"Tidak."
"Kenapa, apa kamu tidak takut?"
"Karena aku sangat yakin dengan suamiku ini, selama sepuluh tahun kau tidak berkencan dengan wanita lain hanya demi menungguku. lantas, untuk apa aku harus cemburu?" tanya Cameron yang sambil menyuapi suaminya.
"Istriku sangat luar biasa karena tidak mudah terbawa emosi," ucap Harger yang mencium wajah istrinya.
"Jangan menciumku! bibirmu berminyak," kata Cameron yang tertawa geli.
"Kau dilahirkan begitu cantik mana mungkin aku tidak menciummu," jawab Harger dengan mengoda.
"Dan kenapa kau harus memberitahuku tentang ini?"
"Karena aku tidak ingin merahasiakan darimu, kalau saja dia hanya sebatas teman saja tidak masalah, tapi karena dia sudah pernah mengungkapkan perasaannya oleh sebab itu aku harus jaga jarak dengan dia. agar tidak ada terjadi kesalahpahaman," jawab Harger.
"Kau suami yang setia."
__ADS_1
"Dari dulu aku sudah setia padamu," ujar Harger yang menyuapi istrinya.
"Kenapa kamu ingin mengajakku pergi?"
"Karena aku tidak mau bertemu dengan wanita lain di belakangmu."
"Apakah kau takut kau akan tertarik padanya di saat istrimu tidak ada di sampingmu?"
"Bukan itu, tapi aku ingin dia tahu kalau aku sudah bertemu kembali denganmu agar dia bisa putus asa. aku juga tidak mau dia tidak menikah hanya karena menungguku," jelas Harger.
"Dia rela tidak menikah hanya demi dirimu? kelihatannya pesonamu ini sangat luar biasa sehingga seorang gadis rela hidup sendiri demi dirimu," ucap Cameron.
"Apa kau lupa nama julukanku adalah duda menawan?"
"Itu dulu dan sekarang adalah suami menawan," kata Cameron dengan bercanda.
"Tidak akan, karena aku sangat memahami suamiku, suamiku adalah pria yang berkelas dan tidak akan sembarang menyentuh wanita lain. aku sangat yakin tentang hal ini," ucap Cameron sambil menyuapi suaminya.
"Istriku yang hebat, kita pergi akan setelah semua urusan ku selesai," ujar Harger.
"Menikah dengan pria menawan sepertimu aku harus ikut ke mana pun kau pergi."
"Apakah kamu takut?"
__ADS_1
"Aku hanya ingin wanita lain menjauh darimu saja."jawab Cameron dengan senyum.
"Kalau begitu usir mereka yang ingin dekat denganku!"
"Tentu saja, dan dirimu juga jangan berharap bisa bebas ke mana pun tanpaku,"ucap Cameron dengan bercanda.
"Aku akan membawamu setiap aku ada urusan lain. selain itu aku juga harus selalu mengawasimu dengan ketat agar tidak ada pria lain yang dekat denganmu," kata Harger.
Selama makan malam bersama Harger dan Cameron saling menyuapi dan sangat mesra. terlukis senyum bahagia di wajah mereka berdua.
Keesokan harinya.
Cameron sedang berbelanja di pusat perbelanjaan. saat itu ia sedang memilih buah-buahan, ia tersenyum saat melihat buah yang dia pegang. karena buah apel adalah kesukaan suami tercintanya. di sisi lain Lonela sedang mencari sesuatu di pojokan sana. ia sedang melihat pajangan yang di rak itu, ia ambil salah satu dan membaca aturan minum. kotak yang dia ambil adalah kotak susu untuk ibu hamil.
"Untuk harga segini aku tidak sanggup membelinya, semakin hari semakin besar perut ini. selama ini makan saja harus hemat-hemat. mana mungkin aku bisa membeli susu ini lagi,"batin Lonela.
Ia meletakan kotak yang dia pegang itu, dan kemudian saat ia ingin melangkah ia melihat Cameron yang tidak jauh darinya sedang fokus memilih buah.
"Cameron? ternyata dia masih tinggal di carlifornia," gumam Lonela yang berjalan agak dekat karena ingin melihat wanita itu yang dulu adalah istri pertama dari mantan suaminya itu.
"Kelihatan sekali dia sangat bahagia, kenapa nasibnya bisa begitu baik, dan aku harus seperti ini. mungkin saja dia juga yang melarikan aset Jhony sehingga aku yang menjadi korban,"batin Lonela.
Lonela kemudian mengeluarkan handphonenya dan menekan tombol rekam suara. kamudian ia pun menghampiri Cameron.
__ADS_1
"Tidak ku sangka kita bisa bertemu di sini," ucap Lonela dengan senyu sinis.
Mendengar suara itu Cameron kemudian menoleh ke arah suara itu berada. baginya wanita itu hanyalah pemandangan paling buruk yang pernah muncul di hadapannya, Cameron lalu fokus pada pilihan buah-buahan yang di depan matanya itu. dan tidak ingin menghiraukan wanita yang menghampirinya.