
"Berapa anggota yang bersamanya?" tanya Harger yang sedang menyalakan api pada rokoknya.
"Sekitar lebih dari seratus orang," jawab James.
"Berapa jumlah semua saudara kita di sini?" tanya Harger yang mengambil snipernya di belakang mobilnya.
"Yang sudah di sini sekitar tujuh puluh, aku akan menyuruh markas kirim lagi anggotanya."
"Tidak perlu! cukup dengan saudara kita yang di sini, perintah mereka bersiap untuk menyerang!" perintah Harger.
"Baik, Bos," jawab James.
Setelah beberapa menit kemudian semua anggota Harger berkumpul dengan sambil memegang sniper.
Harger dan lainnya berjalan menuju ke tempat tinggal Thiner yang dijaga ketat oleh para anggota musuh. kelompok Harger akan menyerang dengan terang-terangan.
Saat berjalan menuju ke tempat musuh Harger mengunakan snipernya menembak ke arah para anggota musuhnya.
Dor...dor...dor...dor...dor...
Tembakan dari Harger menembus jantung lawannya.
"Aarrghh...," jeritan anggota lawan yang tumbang satu-persatu.
Dor...dor...dor...dor...dor...
Tembakan dari James dan anggota lain yang mengenai sasaran mereka
"Aarrgghh...," teriakan lawannya tergeletak tidak bernyawa.
__ADS_1
Dor...dor...dor...dor...dor...
Balas tembakan dari lawan dengan serentak.
Thiner yang adalah pembunuh keluarga Harger, ia langsung keluar dengan melepaskan tembakan ke arah kelompok Harger, tidak lama kemudian semua anggota Thiner ikut serang.
Dor...dor...dor...dor...dor...
Dor...dor...dor...dor...dor...
Tembakan beruntun dari kelompok Thiner yang mengenai beberapa anggota Harger yang maju tanpa mundur walau jumlah lawan lebih unggul.
"Aarrggh...," jeritan anggota Harger yang terkena tembakan.
Siang itu Harger memimpin anggotanya menyerang lawannya tanpa ragu.
Dor...dor...dor...dor...dor...
Dor...dor...dor...dor...dor...
Harger sebagai penembak jitu tidak sulit baginya untuk membunuh lawan-lawannya, setiap tembakannya sangat gesit dan tepat pada jantung semua sasarannya.
Hampir semua anggota Harger adalah penembak profesional, sehingga mereka mampu menewaskan banyak lawannya yang jumlahnya lebih banyak.
Dor...dor...dor...dor...dor...
Tembakan dari dua kelompok yang saling membunuh dengan ganas.
Dor...dor...dor...dor...dor...
__ADS_1
Dor...dor...dor...dor...dor...
Dor...dor...dor...dor...dor...
Tembakan dari dua kelompok yang saling membunuh antara satu sama lain.
Pihak lawan telah banyak tewas karena kalah kecepatan menembak dari kelompok Harger.
"Harger Cardionz, kau adalah seorang pengacara, kenapa datang menyerang markasku?" teriak Thiner yang tidak mengenal siapa Harger sebenarnya.
"Aku datang untuk mengambil nyawamu, Thiner Martinez, apakah kau sudah lupa siapa aku?"
"Kau adalah pengacara breng.sek yang datang tanpa diundang," jawab Thiner dengan nada kesal.
"Ha-ha-ha-ha, kau juga sama, saat dua puluh lima tahun yang lalu kau dan anggotamu datang menyerang ke rumah orang. keluarga sederhana yang bahagia dan penuh canda tawa setiap hari akhirnya menjadi kenangan karena perbuatanmu," ujar Harger dengan mata berkaca-kaca.
"Dua puluh lima tahun? kau berasal dari mana?" tanya Thiner yang penasaran.
"Aku adalah Dionz Savildez, ayahku adalah Rossi Savildez yang tewas di tanganmu dengan puluhan peluru," jawab Harger dengan nada tinggi.
"Rossi Savildez?" tanya Thiner.
"Seorang pria yang memiliki keluarga bahagia harus tewas tanpa sebab di tanganmu," bentak Harger.
"Ternyata dia masih memiliki seorang putra yang masih lolos dan hidup hingga saat ini," ujar Thiner.
"Aku baru ingat Dionz Savildez adalah seorang pembunuh profesional dan juga penembak jitu. namamu sangat terkenal di saat itu. sudah puluhan tahun namamu menghilang dan kini muncul kembali," ujar salah satu anggota Thiner.
"Bagus juga ingatanmu karena bisa ingat dengan namaku," ujar Harger.
__ADS_1
"Tidak mungkin, di saat itu sudah geledah semuanya dan tidak ada siapapun di sana. dan kenapa kau bisa lolos?" tanya Thiner.