
"Bos, perintah saja kalau butuh bantuan!"
"Aku adalah pengacara dan tidak ingin mengunakan cara membunuh, setelah selesai semuanya aku akan ke sana," jawab Harger
"Baik, Bos," jawab Alice yang di seberang sana.
Tidak lama kemudian mereka pun memutuskan panggilannya.
Klek.
"Harger," suara panggilan Cameron yang berdiri di pintu.
"Cameron, mari sini!" sahut Harger dengan senyum.
"Aku mendengarmu sedang berbicara," ujar Cameron yang melangkah menghampiri suaminya.
"Alice menghubungiku karena mendengar berita kita, awalnya dia ingin datang membunuh Lonela, dan aku melarangnya," kata Harger yang menarik Cameron duduk di pangkuannya.
"Berita kita disebarkan luas oleh para media, mereka sangat menyebalkan."
"Biarkan saja! bukankah lebih baik kalau begini," ujar Harger dengan senyum.
"Iya, tapi ini membuatku tidak nyaman."
__ADS_1
"Aku mengerti maksudmu, kita menunggu saja hingga besok, karena besok kita akan muncul," ujar Harger yang mencium wajah istrinya.
"Aku tidak sabar menunggu hingga besok, aku ingin melihat apa yang akan kamu lakukan," jawab Cameron dengan melingkar tangannya ke leher suaminya itu.
"Besok mereka semua akan tahu hubungan kita, sudah saatnya kita kenakan cincin pernikahan kita," ujar Harger yang melepaskan kalung yang gantung di leher Cameron, Harger melepaskan cincin pernikahan mereka dan menyarungkan ke jari manis istrinya.
Cameron juga melepaskan kalung suaminya, ia menyarungkan cincin pernikahan ke jari suaminya itu.
"Aku tidak sabar ingin semua orang tahu bahwa aku adalah istrimu, agar tidak ada wanita lain lagi yang menghampiri mu," ucap Cameron.
"Mereka bukan siapa-siapa sama sekali, tidak usah peduli! berapapun wanita yang mendekatiku, yang ku inginkan hanyalah wanita yang di depan mataku ini," jawab Harger yang mencium bibir istrinya.
"Perjalanan hidup kita masih panjang, apakah kamu akan tetap setia padaku?" tanya Cameron yang melepaskan ciumannya.
"Bukan merasa ragu...hanya saja dirimu terlalu sempurna sehingga banyak wanita yang ingin mendekatimu. tentu saja aku merasa tidak aman."
"Istriku ini bukan wanita lemah, dan aku yakin kalau ada wanita yang berani mendekatiku kau pasti akan mengusirnya, kan?"
"Kalau aku mengusirnya apakah kau tidak marah?"
"Untuk apa aku marah? karena yang ku butuhkan adalah dirimu," jawab Harger yang mencium bibir istrinya.
Keesokan harinya.
__ADS_1
Para reporter dari beberapa perusahaan media telah tiba, mereka duduk sambil menunggu kedatangan pengacara terkenal Harger Cardionz bersama mantan istri Jhony Milithen, Cameron Victoria. Konferensi pers yang diadakan siang itu akan ditayang secara Live.
Setelah beberapa menit kemudian Harger Cardionz datang bersama Cameron dengan bergandengan tangan. kedatangan mereka mengejutkan para reporter yang langsung berdiri dan memotret mereka berdua.
"Pengacara Cardionz, apa bisa tolong menjelaskan apa hubungan Anda berdua?"
"Mengenai berita bahwa nona Cameron Victoria berselingkuh dengan Anda dan bercerai dengan Jhony Milithen, apakah benar?"
"Saya ingin menjelaskan tentang hubungan kami berdua, nona Cameron Victoria adalah istri saya, yang saya nikahi beberapa saat yang lalu," ucap Harger dengan terus terang.
"Menikah?" tanya para reporter dengan serentak karena merasa heran.
"Sejak kapan hubungan Anda dan nona Cameron Victoria dimulai?"
"Sejak dua belas tahun yang lalu," jawab Harger yang mengejutkan para reporter itu.
"Dua belas tahun yang lalu?" tanya salah satu reporter yang merasa heran.
"Apakah maksud Anda adalah dua belas tahun yang lalu Anda dan nona Cameron Victoria sudah menikah?"
"Bukan! kami baru menikah beberapa saat yang lalu. hubungan kami sudah mulai sejak dari dua belas tahun yang lalu," jawab Harger.
"Apakah Anda memiliki bukti?"
__ADS_1