
"Nona Fermez, jangan lupa transfer uangnya dan besok aku akan memenangkan kasusmu!" kata Harger dengan tegas.
"Tunggu saja kabarku! pengacara menawan, apa kau tidak menyesal menolak tawaranku?"
"Aku hanya berharap uang yang kamu kirim tidak kurang dari permintaanku," jawab Harger dengan tegas.
"Baiklah, aku mengerti. aku pergi dulu," jawab Fermez yang merasa kecewa.
Bukan pertama kalinya bagi Harger Cardionz menolak wanita yang menawar diri untuknya, pria dingin ini menolak semua godaan yang menghampirinya dan hanya tergila dengan uang dari setiap kliennya. tentu saja bagi yang mencari Harger Cardionz untuk menangani kasus harus rela mengeluarkan biaya sebanyak miliyaran dollar.
Setelah wanita itu pergi, Harger mengenggam kalung yang di pakainya dengan erat.
Keesokan harinya
Mansion Milithen.
Di pagi itu sekeluarga Milithen sedang sarapan bersama, seperti biasa Cameron duduk di samping suaminya sementara Lonela harus duduk di samping mertuanya
"Jhony, nanti aku ingin pergi mengambil obat untuk mama, apa aku bisa menumpang mobilmu?" tanya Cameron.
"Tentu saja bisa, setelah kita selesai sarapan, kita pergi sama-sama," jawab Jhony dengan senyum.
"Terima kasih," ucap Cameron yang menuangkan minuman ke cangkir suaminya.
Lonela yang melihat kemesraan suaminya dengan Cameron ia merasa cemburu dan kesal, akan tetapi ia hanya bisa menahan diri dan bersabar.
"Setelah itu kamu ingin ke mana? aku akan mengantarmu sekalian," tanya Jhony.
"Aku ingin bertemu dengan teman-temanku, Viore. dia sudah pulang dan ingin bertemu denganku," jawab Cameron sambil menyantap sarapannya.
"Viore? nama yang tidak asing."
"Apa kamu masih ingat? dia adalah temanku yang paling cantik dan seksi, tidak ada pria yang bisa berpaling darinya, jika ada waktu aku akan memperkenalkan dia padamu, dia memiliki hobi yang sama denganmu. sama-sama suka berbisnis. aku yakin kalian pasti banyak topik jika bertemu," jawab Cameron yang sengaja ingin membuat Lonela merasa cemburu
"Jhony, rasanya tidak baik sebagai seorang suami bertemu dengan wanita lain," ujar Lonela sambil menahan emosi.
"Lonela, jangan salah paham! walaupun Viore lebih cantik dari kita tapi dia adalah wanita yang memiliki harga diri dan tidak akan mengoda suami orang. jadi jangan khawatir!" ujar Cameron dengan menyindir.
Lonela yang mendengar ucapan Cameron hanya bisa terdiam dan menahan emosi
"Lonela, betul kata Cameron, Viore bukan wanita sembarangan, dia adalah wanita yang pintar dalam berbisnis, jadi jangan prasangka buruk dengan orang lain!" kata Jhony dengan tegas.
__ADS_1
"Bukan itu maksudku, jangan salah sangka!" jawab Lonela yang merasa kesal.
"Adik, wanita hamil jangan emosi, ini akan mempengaruhi janin dalam kandunganmu," ujar Cameron dengan sengaja ingin memanaskan wanita itu.
"Aku sudah selesai makan. Cameron, aku menunggumu di mobil," kata Jhony yang bangkit dari tempat duduknya.
"Mama, aku berangkat dulu," ucap Jhony pada ibunya.
"Hati-hati di jalan!" ujar Rionez.
"Jhony, aku sudah selesai makan, mari kita pergi!" ajak Cameron yang bangkit dari tempat duduknya.
"Jhony, aku ingin keluar! antar aku sekalian!" pinta Lonela yang merasa cemburu.
"Lonela, wanita hamil tidak boleh banyak bergerak, apa kamu butuh sesuatu? aku akan membelikan untukmu?" ujar Cameron dengan sengaja.
"Tidak butuh, aku tidak butuh apapun," jawab Lonela yang menahan emosi.
"Kalau begitu kamu istirahat di rumah saja, kami pergi dulu!" kata Jhony yang melangkah pergi bersama Cameron.
Setelah satu jam kemudian Jhony menghentikan mobilnya di depan sebuah cafee.
"Bagaimana kamu pulang nanti? kau tidak membawa mobil,"tanya Jhony.
"Baiklah, hati-hati," ucap Jhony yang mencium wajah istrinya.
Setelah sesaat kemudian Cameron keluar dari mobil dan melangkah masuk ke dalam cafee yang telah di tunggui oleh dua temannya.
"Hai...Cameron," sapa Viore dan Aniza.
"Hai, teman-temanku yang cantik," balas sapaan Cameron yang saling pelukan dengan dua sahabatnya itu.
"Cantik, apakah suamimu yang mengantarmu?" tanya Aniza dengan senyum.
"Iya, aku sengaja menumpang mobilnya," jawab Cameron.
"Untuk membuat istri ke duanya cemburu," ujar Viore yang sudah memahami sifat temannya itu.
"Benar sekali," jawab Cameron yang duduk bersama mereka.
"Begitu cepat dia sudah sakit hati karenamu? kau sangat hebat. dan suami mu itu masih begitu mesra dengan mu," kata Aniza yang sambil mengaduk minuman di cangkirnya.
__ADS_1
"Aku sengaja mengodanya dan berbaikan dengannya, dengan begitu maka aku pasti akan mendapatkan harta keluarganya," jawab Cameron dengan yakin.
"Jadi, apa tujuanmu mengajak kami keluar?" tanya Viore.
"Aku ingin membalas dendam, dan butuh bantuan kalian," jawab Cameron yang menatap ke arah dua sahabatnya itu.
"Balas dendam? dengan cara apa?" tanya Viore.
"Aku rasa aku tahu apa yang kau inginkan," kata Aniza pada Cameron.
"Apa yang dia inginkan?" tanya Viore pada Aniza.
"Jhony menikahi wanita lain, apakah kamu akan melakukan hal yang sama? berhubungan dengan pria bayaran?" tanya Aniza.
"Ini adalah cara yang bagus,"ucap Viore.
"Salah, aku tidak akan melakukan hal itu, kita adalah wanita, jika suami kita selingkuh sehingga menikah lagi, maka kita gunakan cara lain untuk membalasnya," jawab Cameron dengan tegas.
"Dengan cara apa?"tanya Viore dan Aniza dengan serentak.
"Kuras hartanya," jawab Cameron.
"Kuras hartanya?" tanya Viore dan Aniza dengan serentak.
"Benar, di saat suami kita sudah berpaling pada wanita lain dan walau dia masih bersama kita, sudah tidak berguna lagi. perasaan kita sudah hancur dan hanya dengan cara balas dendamlah yang bisa memuaskanku," jelas Cameron.
"Aku mengira kau akan mencari pria bayaran untuk menyakiti suamimu," kata Aniza.
"Aku tidak begitu bodoh harus membayar pria untuk tidur denganku, sebagai wanita kita memiliki harga diri, jangan sampai menjual tubuh kita ke pria lain. jika suami kita menikah lagi maka kita ambil hartanya dan kemudian ceraikan dia. tinggalkan saja dia yang sudah tidak memiliki apa-apa untuk istri ke duanya. bukankah begitu lebih baik?" ujar Cameron dengan senyum.
"Caramu sangat luar biasa, dan bagaimana caranya kau ingin mendapatkan hartanya?"tanya Viore dengan penasaran.
"Aku butuh bantuanmu," jawab Cameron pada Viore
"Bantuanku? bagaimana aku bisa membantumu?" tanya Viore dengan heran.
"Viore, selama ini Jhony sangat mengagumimu, aku tahu itu," kata Cameron.
"Mengagumiku? apa tidak salah?" tanya Viore yang merasa tidak percaya.
"Kau juga tahu kelemahan Jhony adalah wanita cantik, dengan ada godaan setiap wanita cantik pria itu pasti sudah tergoda, dia tidak ada bedanya dengan pria murahan. dan aku yakin jika kau menemuinya dia pasti akan tergoda olehmu," jawab Cameron.
__ADS_1
"Cameron, walau aku sangat suka bermain dengan pria, tapi ini cukup gila. karena kau sebagai seorang istri malah meminta wanita lain mengoda suamimu?" ucap Viore dengan heran.
"Aku tidak akan merasa marah dan cemburu jika ada sepuluh wanita lagi yang mengodanya, karena Lonela lah yang akan merasa marah dan cemburu. aku sudah tidak peduli dengan pria itu. sekarang aku bertahan hanya demi hartanya,"jawab Cameron.