
"Dua belas tahun lamanya kami berpisah, mungkin saja tidak mungkin lagi," kata Harger menyalakan mancis.
"Demi dia kau tidak menikah, sudah berapa usiamu sekarang? kalau kau masih tidak menikah maka kau akan kehilangan kesempatan hidup bahagia," ucap Hakim itu.
"Tujuanku adalah membalas dendam untuk masa laluku, pelaku belum di dapatkan, mana mungkin aku menikah," ujar Harger.
"Tidak ada hubungannya di antara menikah dan membalas dendam, masalah utama adalah wanita yang kau inginkan belum juga hidup sendirian, aku tidak menyangka kau menganggap serius dengan janji kalian di masa lalu."
"Aku adalah orang yang tepati janji."
"Andaikan dia masih bersama suaminya, apakah kau masih akan menunggunya?"
"Aku akan mengunakan caraku agar mereka terpisah."
"Hahahahaha...kau sangat gila Harger Cardionz."
"Kau tahu kegilaanku, Albert Sario."
"Katakan apa rencana mu selanjutnya untuk mencari pembunuh itu? apakah kau memiliki petunjukan?"
"Tidak ada , dia menghilang setelah kejadian itu dan belum ditemukan hingga sekarang," jawab Harger yang sambil menghisap rokok.
"Lalu, apa yang akan kau lakukan untuk mencari keberadaannya?"
"Shances sedang melakukan penyelidikan, belum ada infonya."
"Baiklah, Harger, ada kasus pembunuhan yang harus kita selidiki," kata Albert yang menyerahkan foto-foto jasad seorang pria.
"Siapa dia?" tanya Harger yang melihat foto-foto tersebut.
"Namanya adalah Hendry Sorvis, usia 60 tahun. memiliki seorang anak laki-laki. dan kematiannya sangat aneh," jelas Albert.
"Punca kematian?"
"Tanpa sebab, di malam itu dia bersendirian dirumahnya. putranya keluar kota."
"Tanpa sebab juga tidak bisa diartikan dia di bunuh."
"Dokter melakukan pemeriksaan seluruh tubuhnya dan tidak mendapati korban meninggal gagal jantung."
__ADS_1
"Lalu, siapa yang mengatakan kematiannya mencurigakan?"
"Adik perempuannya, Samia Sorvis. dia dan korban sangat akrab. hubungan mereka sangat baik selama ini, dia merasa tidak puas atas kepergian kakaknya yang tanpa sebab. oleh karena itu dia mencurigai seseorang yang membunuh kakaknya dan melaporkan ke polisi, dan kemudian dia datang mencariku untuk meminta ku membantu penyelidikan."
"Siapa yang dia curigai?"
Albert memberitahu Harger dengan menulis sebuah nama di atas kertas, tidak tahu apa sebabnya hakim itu tidak menyebut malah memilih menulis.
Mansion Milithen.
Di malam itu Jhony yang masih berada di ruang kerjanya membaca dokumen, tidak lama kemudian Lonela melangkah masuk ke ruangan itu dengan mengenakan dress yang bagian atasnya menampakan belahan dadanya dan bagian bawahnya pendek di atas lutut
"Jhony, sudah malam. kenapa masih belum tidur?" tanya Lonela yang memeluk suaminya dari belakang.
"Kerjaku masih belum selesai," jawab Jhony yang sedang mengetik komputernya.
"Jhony, bagaimana malam ini kita melakukannya?" tanya Lonela yang duduk di kaki suaminya.
Ia memegang tangan pria itu menyentuh dadanya untuk menaikkan hasrat suaminya.
Jhony yang menyentuh dada milik istri ke duanya itu ia langsung mencium bibir Lonela dengan dalam, tangannya *******-***** gundukan kenyal itu. saat Jhony mencium wanita itu pikirannya teringat tubuh indah dan seksi milik istri pertamanya.
"Lonela, untuk sekarang belum bisa, aku harus selesaikan pekerjaanku dulu. jika tidak, maka besok tidak sempat lagi," kata Jhony yang menghentikan aksinya.
"Aku menunggumu di kamar, malam ini aku menginginkannya," ucap Lonela yang mencium bibir suaminya itu.
"Baiklah, tunggu aku di kamar," jawab Jhony dengan senyum.
Sesaat kemudian Lonela melangkah keluar dari ruangan itu, dan kemudian Jhony langsung bangkit dan menuju ke kamar Cameron untuk mendapatkan keinginannya dari istri pertamanya.
Klek..
Jhony membuka pintu kamar dan kemudian menutup kembali dan menguncinya. ia menghampiri Cameron yang sedang tidur pulas tanpa di tutupi selimut. wanita itu tidur dengan dress malam yang tipis dan menampakan kaki seksinya. tidak bisa pungkiri Cameron yang selain cantik juga memiliki tubuh yang ramping dan seksi. Jhony lagi-lagi menelan saliva saat melihat kaki mulus istrinya itu.
Lalu pria itu melepaskan semua pakaiannya sehingga tanpa sehelai benang dan melempar ke sembarang arah.
Jhony mencium wajah istrinya yang masih tidur dengan begitu pulas.
"Jhony, kenapa kau ada di sini?" tanya Cameron yang baru bangun.
__ADS_1
"Cameron, berikan dirimu padaku malam ini, jangan menolakku apapun yang terjadi. aku tidak akan bisa tahan jika tubuhmu ini menolakku," ujar Jhony yang mencium tubuh istrinya itu.
"Lakukan saja apa maumu! aku adalah istrimu sudah seharusnya aku melayanimu," kata Cameron yang pura-pura tersenyum dan membiarkan pria itu menjelajahi tubuhnya.
"Sebentar lagi kau pasti akan menderita, jangan berharap kau bisa mendapatkan kepuasan dariku. malam ini kau tidak akan bisa tidur. karena istri ke duamu itu juga tidak akan bisa melayanimu," batin Cameron.
Hasrat Jhony telah memuncak saat menghisap dada istrinya yang bulat dan kenyal sehingga menaikkan gairahnya hanya dalam beberapa detik.
Jhony melepaskan semua pakaian istrinya sehingga tersisa kain tipis yang menutupi mahkota istrinya yang paling di sukai oleh Jhony.
Cameron yang melihat senjata suaminya yang sudah menegang keras dan tidak sabar ingin mengagahinya ia hanya tersenyum. pria itu seperti orang bodoh yang selalu saja di pancing hasratnya oleh Cameron sehingga tidak sabar ingin melahap istrinya itu.
"Apa kamu sangat menyukaiku, sehingga tidak sabar sekali. lihatlah dress sudah robek," ujar Cameron yang memeluk tubuh suaminya dengan erat.
"Maaf, besok aku akan membelinya untukmu," ucap Jhon yang mencium bibir istrinya itu dengan penuh na.su
"Apakah kau merasa puas dengan dadaku?" tanya Cameron yang sengaja memeluk tubuh suaminya dengan erat, sehingga membuat pria itu semakin memuncak hasratnya karena tubuhnya itu mengenai dada istrinya yang kenyal dan menonjol.
"Sayang, kau membuatku gila," kata Jhony yang langsung bangkit dan melepaskan kain tipis yang menutupi bagian bawah istrinya.
Jhony melepaskan kain tipis itu sambil menghisap dada istrinya, dan setelah itu ia dengan tidak sabar lagi langsung menancapkan senjatanya ke dalam Vagi.na istriya.
Saat ia memasukan senjatanya sedalam-dalamnya dan baru mulai melakukam gesekan ia langsung di tahan oleh istrinya.
"Hentikan!"
"Ada apa?" tanya Jhony.
"Sepertinya aku datang bulan," jawab Cemeron.
Jawaban Cameron lagi-lagi membuat pria itu hampir gila, ia begitu bersemangat telah menguasai goa favoritnya kini malah harus berhenti pada hal hasratnya sudah mengebu-ngebu.
"Apa? ke-kenapa di saat ini?" tanya Jhony dengan kesal.
"Memang sudah harinya," jawab Cameron yang berpura-pura bersalah.
Jhony kemudian melihat ke area bagian inti istrinya ia mendapati ada bercak merah yang mengenai spreinya.
"Cepat keluarkan! aku merasa tidak nyaman," pinta Cameron dengan sengaja.
__ADS_1
Dengan merasa kesal dan tersiksa Jhony harus mengeluarkan senjatanya dari goa sempit milik istrinya itu.