
"Tidak begitu puas, dia masih kalah jauh dari Cameron," jawab Jhony yang setengah sadar.
"Apa kau puas denganku?" tanya Viore.
"Sangat puas," jawab Jhony yang sedang melakukan gesekan tanpa berhenti.
Saat Jhony sedang mencapai puncak kenikmatan dan mengerang dengan kuat, Lonela yang merasa kesal langsung melangkah masuk sambil berteriak.
"Jhony Militheeeen," teriakan Lonela dengan nada tinggi sehingga menyadarkan suaminya itu.
"Aaarrgghh...," teriak Viore yang pura-pura merasa cemas dan mendorong pria itu menjauh darinya, sehingga senjata pria itu yang masih menegang keluar dari goa sempit Milik Viore.
"Apa kau gila ya, kenapa berteriak seperti itu? aku sudah hampir mendapatkan rasa nikmatnya kau malah merusakan semuanya," bentak Jhony dengan nada tinggi.
"Kau sangat keterlaluan," bentak Lonena yang sedang histeris.
Setelah dua puluh menit kemudian semua keluarga milithen berkumpul. di saat itu Lonela duduk bersama sang mertuanya dan Cemeron duduk dengan bersikap tenang. karena hasil inilah yang dia inginkan. merasa gembira dalam hati karena melihat istri ke dua suaminya itu mendapat pengkhianatan dari suaminya. sementara harta keluarga Milithen telah jatuh semua ke tangannya.
Saat itu Jhony duduk dengan raut wajah yang kusut dan tentu saja ia merasa menderita akibat hasratnya yang gagal lagi di lepaskan, sementara Viore hanya diam tidak bersuara.
"Jhony, apa yang kau lakukan? siapa wanita ini?" tanya Rionez dengan nada tinggi.
"Ma, aku dan dia...hanya?" jawab Jhony yang terhenti karena merasa bersalah terhadap istri pertamanya itu.
"Jhony, aku tidak mengatakan apa pun di saat kau memilih Lonela, tapi kali ini aku benar-benar kecewa denganmu karena berselingkuh dengan sahabatku sendiri," tangisan Cameron yang berpura-pura.
"Cameron, maaf. aku tidak sengaja!" ucap Jhony.
"Kenapa kau bisa begitu tega padaku? aku tahu Viore lebih cantik dan seksi dari Lonela, tapi apa kau bisa jangan melakukan ini di rumah sendiri!" ucap Cameron sambil mengusap air matanya.
"Cameron, maaf," ucap Jhony dengan menunduk.
"Cameron, kami sedang mabuk dan tidak sengaja, setelah di teriak oleh Lonela aku baru sadar aku berada di sini. maafkan aku, Cameron," ucap Viore yang berpura-pura.
__ADS_1
"Jal*ng berteman dengan jal*ng sangat serasi sekali," ketus Lonela pada Cameron dan Viore.
"Jaga perkataanmu! kau juga jal*ng yang merusakan rumah tangga orang," bentak Viore dengan nada tinggi.
"Lonela, apa kau sama sekali tidak sadar dengan ucapanmu itu? sehingga merasa dirimu sangat suci dan bersih, kau juga sama, kan? karena berhubungan dengan suami orang di luar bahkan hingga hamil. aku malah merasa dalam kandunganmu itu bukan anak keluarga Milithen," ketus Cameron dengan sengaja.
"Apa yang kau katakan?" bentak Lonela dengan kesal.
"Cameron, jangan mempekeruhkan masalah lagi! apa masih tidak cukup dengan masalah yang terjadi hari ini?" kata Rionez dengan nada tinggi.
"Mama, masalah yang di timbulkan adalah dari putramu bukan dari aku, kenapa mama tidak memastikan dulu anak dalam kandungan dia? apa mama ingin memelihara anak luar nikah?" ketus Cameron yang tanpa ragu.
"Cameron....." bentak Jhony dengan nada tinggi.
"Kenapa, apa kamu merasa tidak senang? kalian selama ini menganggap ku mandul, dan lihat ini laporan bukti dari dokter mengatakan bahwa aku sehat-sehat saja, kenapa kau tidak periksa ke rumah sakit?" ujar Cameron dengan kesal dan melemparkan laporan dari rumah sakit ke wajah suaminya itu.
Jhony menyambut laporan yang hampir jatuh ke lantai itu, dan ia membaca isi laporan tersebut. sementara Lonela yang tadinya emosi sekarang menjadi cemas.
"Cameron, kau benar-benar sudah periksa?" tanya Jhony yang penasaran dan hampir tidak percaya karena selama ini ia menduga istrinya yang mandul.
"Tidak mungkin, ini tidak mungkin sama sekali," ketus Rionez yang merasa tidak percaya.
"Mama, selama ini kalian selalu saja melemparkan kesalahan padaku, dan tidak ingin menyelidiki dengan mendalam, tidak memiliki keturunan tidak bisa menyalahkanku saja, mungkin Jhony yang ada masalah dan bukan aku," bentak Cameron.
"Setelah menuduhku kau diam-diam berselingkuh dengan wanita ini, dan menikahinya dengan diam-diam. aku terima saja nasib malang ku karena menikah dengan pria sepertimu. kini kau masih tidak berhenti menyakitiku dengan berhubungan dengan sahabatku," ujar Cameron yang terisak.
"Cameron, ti-tidak bukan seperti itu," jelas Jhony yang kebingunan.
"Cukup sampai di sini saja, Jhony. kau bersama mama dan Lonela menghinaku, aku akan mundur dari keluarga ini," ucap Cameron yang berlari ke anak tangga.
"Cameron, Cameron...," teriak Jhony yang ingin mengejar langkah istri pertamanya akan tetapi langkahnya di hentikan oleh Lonela.
"Untuk apa kau mengejar dia?" tanya Lonela dengan nada tinggi.
__ADS_1
"Kalau kau masih menginginkan anak ini, maka usir wanita ini dan ceraikan Cameron!" pinta Lonela dengan sengaja.
"Hei, apa kau mengira kau layak mengusir Cameron?" tanya Viore dengan ketus.
"Kau tidak layak bersuara di sini," bentak Lonela pada Viore
"Tidak layak? kalau begitu kau juga tidak layak, karena kau sama denganku adalah jal*ng," jawab Viore dengan sengaja.
"Diam!" bentak Lonela.
"Sudah cukup! apa kalian bisa diam!" bentak Jhony.
"Nona, kau boleh pergi dari sini!" perintah Rionez pada Viore dengan tegas.
"Baiklah aku akan pergi, hanya saja ada yang ingin ku katakan," jawab Viore dengan sengaja.
"Ada apa?" tanya Rionez.
"Pantas saja Cameron tidak bisa hamil, karena alat kela.min putramu ini sangat tidak sesuai untukku, ukurannya terlalu kecil. dan mengenai wanita ini bisa hamil mungkin saja dia sudah pernah melakukan hubungan dengan pria lain dan kemudian baru mengatakan mengandung anak dari putramu," kata Viore dengan sengaja dan kemudian melangkah pergi.
"Kurang ajar sekali!" bentak Rionez.
"Viore, kau jangan bicara sembarangan!" bentak Jhony yang merasa malu.
"Kau adalah pria yang tidak bisa memuaskan wanita, kesehatan Cameron baik-baik saja berarti yang memiliki masalah adalah barangmu itu, dan aku malah curiga anak siapa yang di dalam kandungan istrimu yang jal*ng itu," ujar Viore yang berbalik dan menghentikan langkahnya dengan sengaja mengejek pria itu.
"Jaga mulutmu!" bentak Lonela yang ingin melayangkan tangannya menampar Viore.
"Ingin menamparku? lebih baik kau bercermin dulu!" ketus Viore yang menahan tangan Lonela.
Tidak lama kemudian Cameron membawa koper dan tasnya turun dari lantai dua.
"Cameron, apa yang kau lakukan?" tanya Jhony yang menghampiri istrinya.
__ADS_1
"Aku hanya melakukan apa yang kau inginkan, bukankah kau pernah mengatakan ingin menceraikanku dan ingin aku pergi? maka aku akan pergi sekarang," jawab Cameron yang berjalan sambil menarik kopernya dan melangkah menuju ke arah pintu utama.