Gairah Pengacara Dingin Terhadap Mantan

Gairah Pengacara Dingin Terhadap Mantan
Duda Menawan


__ADS_3

Setelah Jhony keluar dari kamarnya, Cameron tersenyum melihat pria itu yang harus gagal menyetubuhinya.


"Dasar pria yang mudah termakan godaan, murahan. Lonela, Lonela, aku sudah hidup bersama dengan pria ini selama tiga tahun. dia adalah pria paling mudah tergoda. asal kau tahu kau bukan wanita pertama yang berhasil mengodanya. bersamanya hanya akan membuatmu merasa tidak nyaman. aku sudah merasakannya selama ini," ucap Cameron.


Jhony yang harus menahan hasrat ia kembali ke kamarnya. saat itu Lonela sedang duduk di kasur sambil menunggu suaminya


Klek.


"Lonela, kau belum tidur?" tanya Jhony yang menghampiri tempat tidurnya.


"Kau ke mana saja? kenapa begitu malam baru masuk kamar? apa kau pergi mencarinya?" tanya Lonela yang merasa cemburu.


"Aku sedang membaca beberapa dokumen di ruang kerjaku," jawab Jhony yang duduk di samping istri ke duanya itu.


"Aku harus melampiaskannya malam ini, kalau tidak aku tidak akan bisa tidur," batin Jhony.


"Lonela, mari kita melakukannya malam ini!" ajak Jhony yang mencium leher Lonela dan kemudian langsung menindih wanita itu.


Tanpa menunggu lama Jhony melepaskan celana d*lam yang di kenakan oleh istri ke duanya itu.


"Jhony, kenapa malam ini kau tidak menciumku seperti biasa?" tanya Lonela yang merasa sedikit kecewa.


"Aku sudah tidak tahan, dan ingin langsung melakukannya saja," jawab Jhony yang melepaskan semua pakaiannya dan langsung memasukan senjatanya ke dalam kewanita.an milik Lonela.


"Rasanya sangat beda dengan Cameron, tubuh wanita itu lebih wangi dan dadanya juga lebih besar dan kenyal, sedangkan wanita ini masih kalah jauh darinya, bukan hanya kalah cantik saja, juga kalah dari tubuhnya," batin Jhony.


Di malam itu Jhony melampiaskan hasratnya kepada Lonela, walau hatinya sangat ingin melakukan dengan istri pertamanya itu, akan tetapi ia hanya bisa mengunakan istri ke duanya sebagai penganti. sementara Lonela agak kecewa karena pria itu tidak bermain seperti biasanya. pria itu langsung melakukan gesekan dan tanpa ciuman dan juga sentuhan lainnya. baju Lonela juga masih menutupi tubuh bagian atasnya, niat Jhony hanya ingin melepaskan hasratnya yang sudah memuncak.


"Jhony, apa gerakanmu tidak terlalu cepat? aku sedang hamil," ujar Lonela yang merasakan gesekan di bagian intinya.


"Maaf, aku sudah hampir selesai," ucap Jhony yang tidak lama kemudian mencapai puncak kenikmatan. setelah mendapatkan kepuasan ia langsung mengeluarkan senjatanya.


"Jhony, apa kau sudah selesai?"

__ADS_1


"Iya, aku ingin mandi dulu," jawab Jhony yang turun dari kasur.


Tidak seperti biasanya Jhony yang sering bermain lama dengan wanita itu, di malam itu Jhony hanya sekadar melampiaskan na*sunya saja, tanpa melakukan sentuhan dan ciuman terhadap Lonela. tentu wanita itu merasa kecewa karena pria itu bersikap dingin terhadap dirinya.


"Aneh, biasanya dia pasti akan menyentuhku dan baru melakukannya, tapi kali ini tanpa melakukan permainan hasratnya langsung memuncak. dan sangat dingin saat melakukannya. apa dia menganggapku sebagai pelampias saja?" ketus Lonela yang merasa kesal.


"Biasanya setiap dia melakukannya pasti berulang kali, tapi kali ini hanya sebentar bahkan hanya lima menit saja," ketus Lonela dengan kesal.


"Jhony Milithen, kalau bukan karena hartamu aku juga tidak mau menjadi mainanmu, aku harus bersabar untuk mendapatkan hartamu,"batin Lonela.


Saat Jhony sedang mandi ia mengerut dahinya karena merasa kurang puas dengan istri ke duanya itu.


"Aneh, kenapa malam ini aku malah merasa kurang puas dengan Lonela, ada salah apa denganku? kenapa di saat aku melakukannya aku malah memikirkan Cameron. aku malah tidak bisa melupakan tubuh indahnya itu," batin Jhony.


Law Group California.


Di malam itu Harger Cardionz masih berada di kantornya, ia sedang berdiri di jendela sambil melihat seuntai kalung yang berinisial LOVE yang di peganginnya, tidak tahu apa yang ada di pikirannya saat ia menatap dalam kalung tersebut.


Tidak lama kemudian seorang wanita cantik yang mengenakan gaun pendek bergaris leher lurus dan tali bahu tipis.


Harger mengenakan kalung itu di lehernya dan kemudian duduk kembali ke kursi besarnya itu.


"Nona Farmez, sudah begitu malam, kenapa bisa datang ke sini?" tanya Harger yang duduk dengan bersandar.


"Pengacara Cardionz, bukankah malam adalah saat yang di tunggu-tunggu oleh pria?" jawab Farmez yang tersenyum dan menghampiri Harger


"Aku tidak mengerti maksudmu," ujar Harger yang melihat ke arah wanita seksi itu.


"Aku datang untuk menemanimu, dan sebelum persidangan di mulai aku ingin tahu berapa bayaran yang kau terima?" tanya Farmez yang duduk di kaki pria tampan itu.


"Kau tahu berapa nilaiku sebagai pengacara," kata Harger dengan singkat.


"Aku tahu, gelaran mu adalah pengacara miliyaran dollar," jawab wanita itu dengan senyum dan mendekatkan wajahnya mengenai hidung mancung pria itu.

__ADS_1


"Kau datang untuk mengodaku atau membicarakan bayaran denganku? jika bayaran tidak sesuai dengan kualitas ku, maka aku menolak kasus ini," kata Harger dengan senyum.


"Pengacara Cardionz, banyak wanita kaya yang suka mencarimu, mereka mengunakan cara apa untuk membayarmu? dengan uang atau pun dengan cara lain?" tanya Farmez yang berbisik di telinganya.


"Mereka selalu memberiku pilihan, dan tentu saja aku memilih yang bisa membuatku merasa puas."


"Apakah dengan cara ini?" tanya Farmez yang menurunkan tali bahunya.


"Mereka sangat gemar melakukan ini, akan tetapi sangat di sayangkan, aku lebih menyukai uang dari pada tubuh kalian,"ucap Harger yang mendorong tubuh wanita itu yang menempel pada dirinya.


"Berapa yang kamu minta?" tanya Farmez yang bangkit dari kaki pria itu.


"Tentu saja miliyar dollar, aku akan memenangkan kasus ini, setelah menang kau akan mendapatkan sebagian harta milik suami mu itu," jawab Harger.


"Dua miliyar."


"Tiga miliyar."


"Aku akan memberikan tubuhku padamu, dan bayarannya adalah dua miliyar."


"Hahahahaha....Nona Farmez, apa kau mengira tubuhmu itu senilai satu miliyar dollar? aku adalah pengacara gila uang dan bukan gila wanita, jika kau menawarkan tubuhmu padaku maka kau sudah salah alamat. kau bisa pergi jika menolak permintaanku, pintu ada di sana," ucap Harger yang mengusir wanita itu dengan sopan.


"Kau adalah pengacara yang paling menarik banyak perhatian wanita, pengacara milayaran dollar, duda menawan sangat sesuai gelaran yang di berikan oleh mereka untukmu, baiklah aku menyukaimu, aku akan membayarmu tiga miliyar, dan setelah aku menang aku berharap bisa menjadi istrimu," ucap Fermez.


"Nona Fermez, wanita yang memiliki harga diri tidak akan menawarkan dirinya pada pria."


"Aku adalah janda dan dirimu adalah duda, tidak ada salahnya jika kita bersama, bukankah begitu?" tanya Fermez dengan menyentuh kalung yang gantung di leher Harger


"Aku adalah duda yang berkelas dan tidak sembarang mencari wanita untuk menjadi pasanganku," ujar Harger yang menepis tangan Fermez yang menyentuh kalungnya.


"Kalung ini ada maknanya, apakah sangat penting bagimu?"


"Aku tidak suka membahas masalah pribadiku dengan orang asing," jawab Harger dengan terus terang.

__ADS_1


"Wanita itu sangat beruntung, karena mendapat perhatian dari seorang pengacara yang bernilai miliyaran dollar dan juga duda menawan," kata Fermez.


__ADS_2