Gairah Pengacara Dingin Terhadap Mantan

Gairah Pengacara Dingin Terhadap Mantan
Diam-Diam Merekam


__ADS_3

"Sangat sombong sekali, baru tidak lama bertemu kelihatannya hidupmu lebih mewah dari dulu. apakah kau menikah lagi atau menjadi simpanan pria kaya?" tanya Lonela yang mengejek wanita itu dengan sengaja.


"Menikah atau menjadi simpanan bukan urusanmu juga, dan...setidaknya aku tidak mengoda suami orang," jawab Cameron sambil memilih buah dan tidak ingin melihat wanita itu.


"Kau pasti sudah kaya, melarikan harta kekayaan keluarga Milithen. sangat cerdik sekali caramu untuk mengelabui matanya," ujar Lonela dengan sengaja.


"Aku tidak menyangka beberapa hari tidak melihatmu dirimu tidak semakin pintar. dan masih bodoh seperti dulu," jawah Cameron dengan senyum.


"Apa maksudmu...?" tanya Lonela dengan nada agak tinggi.


"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya saja, kenapa di saat kamu bicara tidak mengunakan akal sehatmu? apakah butuh dokter? lihatlah dirimu, perutnya sudah membesar seharusnya kamu istirahat di rumah dan jangan keluyuran di luar. ini tidak baik bagimu dan bayimu."


"Rencanamu itu sangat hebat, melarikan hartanya dan kemudian aku menjadi pelampiasan kemarahan bagi Jhony, semua ini ulahmu agar memecahkan hubungan kami berdua, kan?"


"Aku tidak tahu apa yang kamu maksudkan, harta apa yang kamu katakan? aku bahkan tidak tahu dia menyimpan di mana. kenapa? apakah karena kau tidak mendapatkan sepersen pun sehingga kau datang mendekatiku hanya untuk menuduhku?"


"Aku tidak menuduhmu dan itu adalah kenyataannya."


"Kenyataan hasil dari rekayasamu? kau sangat pintar merekayasa cerita karena suamimu itu sudah ditahan dan kau tidak mendapatkan apa pun. dan kini apakah kau ingin meminta sesuatu denganku?"


"Kembalikan harta suamiku itu!" pinta Lonela yang mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Sekarang dirimu tidak ada bedanya dengan pengemis, dulu kau mendekati pria yang sudah menikah dan sekarang kau tidak bisa lagi karena kondisimu yang seperti ini. apakah kamu semiskin ini?"


"Cameron Victoria, jangan beralih topik! aku tahu aset itu sudah jatuh ke tanganmu. serahkan padaku!" kata Lonela dengan tegas.


"Seharusnya kau meminta padanya, mungkin saja dia masih menyimpan hartanya dan tidak ingin kamu ketahui. dan bisa jadi semua ini adalah kerja sama dengan mertuamu demi ingin menyingkirkanmu. apa kau sudah lupa? saat itu suami mu itu sudah menjalin hubungan dengan wanita lain. itu berarti dia ingin menjauhkan dirimu dari hidupnya dan satu sen pun dia tidak ingin memberikan padamu," ucap Cameron yang panjang lebar.


"Tidak perlu kau berdalih ke sana! kalau bukan kamu siapa lagi yang melakukan itu."


"Aku sudah selesai belanja dan masih ada urusan lain," ucap Cameron yang ingin melangkah pergi.


"Kau masih belum menjawab di mana asetnya, cepat katakan!" bentak Lonela.


"Yang dia bawa selama ini?"


"Yang tersimpan di dalam celananya itu, seekor burung pipit dan sebutir telur kucing kegemaranmu," jawab Cameron yang mengejek wanita itu.


"Kau...."


"Jangan salahkan aku! bukankah dalam kandungan mu ini adalah anak burung pipit? aku merasa penasaran apakah akan mirip dengannya? buang saja niatmu jauh-jauh mengenai harta itu. karena aku tidak mendapatkan apa pun saat menjadi istrinya, yang dapat hanyalah sebuah kenangan yang tidak berharga sama sekali," ujar Cameron yang kemudian melangkah pergi.


"Aku tidak percaya sama sekali kalau dia tidak mendapatkan satu sen pun dari harta itu. lihat saja hidupnya, seperti lebih baik dari dulu. aku harus ikut dari belakang agar bisa terbongkar semua perbuatannya," batin Lonela.

__ADS_1


Setelah selesai belanja Cameron meninggalkan tempat perbelanjaan itu dengan membawa mobil mewah milik suaminya. Lonela memanggil taksi mengejar Cameron, ia menunduk saat duduk di dalam taksi karena takut di ketahui.


Cameron yang sedang mengendarai mobil mendapat sebuah panggilan dari handphonenya.


"Hallo," sahutnya dengan senyum.


"Honey, kamu ada di mana?"


"Aku sedang dalam perjalanan pulang."


" Aku menunggumu, hati-hati!"


"Sampai jumpa nanti!" jawab Cameron yang memutuskan panggilannya.


Pria yang menghubunginya adalah suami tercinta yang selalu membuat hidupnya semakin berwarna dan bahagia. setelah lima belas menit kemudian ia pun tiba ke halaman depan rumahnya, pagar terbuka secara otomatis dan kemudian tertutup kembali. Lonela yang ikuti dari tadi ia langsung keluar dari taksi dan mengintip dari luar pagar.


Ia melihat seorang pria yang tak lain adalah pengacara yang tidak asing baginya menyambut Cameron dengan pelukan dan ciuman.


"Apa hubungan mereka? dia adalah pengacara terkenal itu, bukankah di saat itu dia yang menjadi pengacara Cameron. ternyata mereka sudah menjalin hubungan secara diam-diam," batin Lonela.


Lonela merekam kemesraan antara Cameron dan Harger dengan mengunakan handphonenya. ia tidak menyadari bahwa di atas pagar itu terdapat kamera tersembunyi.

__ADS_1


__ADS_2