
Harger berada di kediaman mewahnya, malam itu ia sedang duduk bersandar dengan memejamkan matanya. ia mengingatkan kembali pertemuan kembali dengan kekasih masa lalunya itu di saat siang tadi.
"Cameron Victoria, aku akan bersabar untuk mendapatkan mu kembali. jika bukan karena identitas kita aku pasti menikahi mu langsung setelah kau bercerai dengan dia," gumam Harger
"Jhony Milithen, besok siap-siap menerima panggilanku," ucap Harger yang menatap foto Cameron di handphonennya.
Sementara Cameron yang berada di apartemennya sedang menatap kalung kenangannya bersama Harger. ia tersenyum bahagia mengingat bisa bersama kembali dengan pria yang selama ini mengisi hatinya.
"Apakah ini namanya adalah jodoh? kami telah berpisah selama sepuluh tahun dan akhirnya bertemu kembali, mulai saat ini aku akan lebih menghargai hubungan kami. kami telah membuang waktu selama sepuluh tahun," ucap Cameron dengan senyum bahagia.
Keesokan harinya.
Jhony yang sedang memakai kemeja dan dasi berniat ingin menemui istri pertamanya itu, ia sangat berharap bisa bersatu kembali dengan wanita yang sudah hidup bersamanya selama beberapa tahun.
Jhony yang tidak sabar menuruni anak tangga sambil menghubungi istrinya dan menuju ke lantai bawah. akan tetapi istri pertamanya sama sekali tidak menjawab panggilannya walau ia berulang kali menghubunginya..
Raut wajah Jhony menjadi kesal karena tidak bisa mengetahui posisi istrinya itu.
"Jhony, kau ingin ke mana?" tanya Rionez
"Ma, aku ingin pergi menjemput Cameron pulang ke sini."
"Untuk apa lagi?" tanya Rionez yang sedikit kesal
"Dia tidak bersalah, dia adalah korban kita."
"Wanita yang tidak bisa melahirkan adalah wanita yang cacat, keluarga kita tidak butuh wanita cacat."
"Jangan berkata seperti itu! yang cacat itu adalah aku."
"Apa maksudmu?"
"Laporannku hasilnya sangat mengecewakan, aku tidak bisa memiliki keturunan. dan ini bukan kesalahan Cameron. selama ini kita sudah menuduhnya."
"Tidak mungkin,bagaimana dengan kandungan Lonela?"
"Itu bukan anakku."
__ADS_1
"Jhony, apa yang kau katakan? aku tahu kau marah padaku, tapi kau tidak bisa menuduhku seperti ini," ketus Lonela yang baru melangkah ke ruang tamu dan berusaha membela dirinya.
"Menuduh? apa kau yakin aku sedang menuduhmu?" tanya Jhony dengan nada tinggi.
"Ma, semua ini tidak benar. aku memang mengandung anaknya, penerus keluarga Milithen," ujar Lonela yang berusaha menyakinkan mertuanya itu.
"Begini saja, kita akan menunggu kelahiranmu, setelah melahirkan kami akan melakukan tes DNA untuk bayi dan Jhony. dengan begitu makanya semua menjadi jelas dan tidak ada tanda tanya lagi," ucap Rionez.
"Tes DNA?" tanya Lonela yang merasa semakin cemas
"Tentu saja, karena laporan Jhony mengatakan dia tidak bisa mempunyai keturunan, sedangkan dirimu bisa hamil. tentu saja aku ingin memastikan apakah benar kau mengandung darah daging kami atau bukan," jawa Rionez tegas.
"Ma, kamu juga tidak percaya padaku?" tanya Lonela yang merasa sudah terancam.
"Untuk saat ini aku tidak bisa percaya padamu, jika anak ini adalah anak Jhony kau boleh tinggal di sini untuk selamanya. dan kalau anak itu bukan darah daging Jhony maka kau harus segera angkat dari sini,"ujar Rionez tegas.
Lonela semakin cemas jika anaknya akan di periksa DNA dengan suaminya itu, selama ini dirinya mengunakan Jhony untuk menjadi pengganti dari pria yang menghamilinya.
"Kenapa wajahmu pucat? apakah kau takut kebohonganmu terungkap? kalau kau takut maka segera angkat dari sini! dari pada akhirnya kau di usir, bukankah lebih memalukan?" ketus Jhony.
"Jangan menuduhku, ini tidak benar," bantah Lonela.
Lonela hanya bisa terdiam sambil merasa takut jika mereka mengetahui kebenaran, maka niatnya yang ingin mendapatkan harta keluarga itu telah sirna.
"Jhony, bawalah Cameron pulang ke sini! tanpa masakan dia mama tidak ada selera makan."
"Ma, aku akan pergi menemuinya, hanya saja dia tidak ingin menjawab panggilanku dan aku juga tidak tahu di mana tempat tinggal dia," jawab Jhony dengan mengerut dahinya.
"Cepat suruh orang selidiki di mana dia!"
"Baik, Ma."
"Ma, kenapa harus memanggilnya pulang?" tanya Lonela.
"Dia bisa mengurus rumah dan pintar memasak, sementara kamu semuanya tidak bisa. hanya bisa bangun, makan, menonton televisi, kau tidak mengerti urusan rumah tangga, hanya tahu bermalas-malasan," jawab Rionez dengan terus terang.
Nada dering berbunyi di handphone milik Jhony.
__ADS_1
"Hallo," ucap Jhony yang menjawab panggilan itu.
"Tuan Jhony Milithen, saya adalah pengacara Harger Cardionz. di sini saya ingin menyampaikan bahwa nona Cameron Victoria ingin mengugat cerai Anda. saya berharap Anda ke sini untuk menanda tanganani surat penceraian," kata Harger di seberang sana.
"Ce-cerai?"tanya Jhony yang merasa tidak percaya jika dirinya akan di gugat cerai oleh istrinya.
"Benar, nona Cameron Victoria telah tanda tangan dan kini hanya menunggu Anda,"
"Saya tidak mau bercerai! ini hanya keputusan sepihak saja," jawab Jhony dengan tegas.
"Apakah Anda ada waktu? jika ada kita harus bertemu!"
"Saya tidak ada waktu," jawabnya dengan alasan karena menolak untuk tanda tangan.
"Anda berhak menolak hanya saja nona Cameron Victoria akan menyebarkan masalah penceraikan kalian, dan di saat itu saya khawatir nama keluarga kalian akan menjadi topik utama di media," ujar Harger dengan mengancam.
"Dia nekad melakukan itu?"
"Nona Cameron Victoria sudah kecewa dan sakit hati sehingga nekad melakukan apa saja, tidak ada salahnya kita bertemu dulu untuk membahas soal ini."
"Baiklah, aku akan pergi!" jawab Jhony dengan wajah datar dan kemudian memutuskan panggilannya.
"Ada apa, Jhony?" tanya Rionez yang melihat putranya terdiam.
"Dia sudah mengugat cerai dan sudah tanda tangan, dia sangat nekad," jawab Jhony dengan mengusap kasar wajahnya.
"Kau bisa menolak untuk tanda tangan jika kau tidak sudi bercerai dengannya," kata Rionez.
"Aku pasti tidak akan bercerai dengannya," jawab Jhony
"Siapa pengacara itu? jika bisa, beri dia uang agar dia mundur dari kasus ini. jika Cameron mencari pengacara lain lagi maka beri lagi uang ke pengacara itu agar tidak ada pengacara yang membantunya!"
"Ma, pengacara yang dia cari bukan yang biasa, pengacara ini adalah Harger Cardionz," jawab Jhony.
"Apa, pengacara miliar dollar?" tanya Rionez yang kaget mendengar nama pengacara itu.
"Iya, Harger Cardionz selalu saja memiliki seribu cara untuk mengalahkan lawan. walau aku menolak dia pasti ada cara juga."
__ADS_1
"Jhony, temui saja dia! dengarkan apa maunya. aku yakin Cameron pasti akan meminta sebagian harta darimu. dia tidak melahirkan anak untuk kita, selama ini dia tinggal mewah di sini dan makan enak di sini. dia tidak layak sama sekali untuk mendapatkan harta keluarga kita," ketus Rionez.
"Aku akan pergi sekarang!" pamit Jhony yang melangkah pergi.