Gairah Pengacara Dingin Terhadap Mantan

Gairah Pengacara Dingin Terhadap Mantan
Demi Harta


__ADS_3

Setelah memejamkan matanya selama beberapa menit, Jhony membuka matanya. kemudian dia bangkit dari sofa dan melangkah menuju ke ruangan pribadinya.


Saat melangkah masuk ia menghampiri meja kerjanya, saat ingin duduk di kursi ia mendapati pintu peti tidak di tutup dengan rapat. dengan membulatkan mata besarnya ia langsung menjongkok dan membuka pintu peti itu. ia melihat dalam peti yang adalah tempat penyimpanan dokumen-dokumen penting telah menghilang.


"Kenapa bisa hilang?" gumamnya yang merasa cemas seakan mau menggila.


Jhony langsung berlari menuju ke kamar istri ke duanya itu. karena ia yakin bahwa wanita itu yang membawa pergi dokumenya.


Klek.


Jhony masuk ke dalam kamar Lonela dan melihat istrinya tidak berada di sana. lalu ia membuka pintu lemari dan mendapati bahwa pakaian wanita itu sudah tidak ada.


"Lonelaaaaa....," teriak Jhony yang sedang emosi.


"Jhony, ada apa denganmu?" tanya Rionez yang baru melangkah masuk ke dalam kamar itu.


"Ma, wanita jal*ng itu membawa lari semua dokumen aset kita pergi dari sini," jawab Jhony yang langsung berlari keluar dari kamar dengan berniat ingin mengejar wanita itu.


"Tidak boleh sampai terjadi, semua surat tanah dan rumah ada di sana, jika saja dia menjual semuanya maka keluarga ini akan kehilangan semuanya"" gumam Rionez.


Jhony melajukan mobilnya mengejar istri ke duanya itu, ia merasa kesal semua surat warisan jatuh ke tangan wanita itu, sehingga ia menyetir dengan begitu laju dan melihat ke arah sana sini.


"Wanita sia.lan, berani sekali kau membawa lari semua dokumen itu, dari awal ini salahku karena menikahimu. Lonela, lihat saja nanti jika kau berani jual semua asetku pasti akan ku bunuh kau," ketus Jhony yang merasa kesal.


Lonela yang pergi dari rumah ia langsung menuju ke salah satu hotel mewah, dengan melangkah cepat menuju ke kamar pesanannya dan memakai kaca mata hitam karena takut di kenali. dirinya telah menyangka bahwa semua harta kekayaan keluarga Milithen telah jatuh ke tangannya.


Klek...


Saat melangkah masuk ia langsung menutup pintu dan mengunci dari dalam. lalu ia dengan tidak sabar mengeluarkan dokumen yang berisi aset-aset milik suaminya itu dari koper. ia duduk di atas kasur membaca semua yang tercantum di atas dokumen-dokumen itu.


Lima unit rumah mewah, Enam bidang tanah peninggalan dari kakek Jhony, dan juga perusahaan Milithen yang di kelola oleh Jhony sekarang.

__ADS_1


"Hahahahaah....Jhony Milithen, setelah aku jual semua ini aku pasti kaya raya, dan hidupku akan mewah dan memiliki banyak uang."


"Semua usahaku tidak sia-sia selama ini menikah denganmu dan menerima hinaan darimu...hahahahaha...aku kaya, aku sudah kaya...." ucap Lonela yang tertawa girang.


"Ini semua cukup untuk membayar penghinaan dari keluarga Milithen, semua warisan telah jatuh ke tanganku, dan sekarang aku akan menghubungi pengacara untuk memeriksa dokumen ini," gumam Lonela yang mengeluarkan handphone miliknya. ia menekan nomor tujuannya, Lonela mengajak pengacara yang telah dia kenal untuk bertemu di hotel itu.


"Aku ingin kamu datang malam ini juga!"


" Malam ini? kenapa harus terburu-buru? apakah ada sesuatu untuk menyenangkan diriku?" tanya pengacara itu yang di seberang sana.


"Tentu saja ada, Ronald. bahkan ini bisa membuat kita kaya."


"Kau mendapat hartanya?"


"Iya, dan aku ingin kamu memastikan bahwa dokumen ini tidak bermasalah. karena aku ingin kamu membantuku untuk menjual semua aset ini," jawab Lonela dengan sangking senangnya.


"Baiklah, aku akan pergi menemuimu."


"Jhony Milithen, Rionez Zela Milithen, kalian menghinaku dan lihatlah sekarang pembalasan dariku," ucap Lonela dengan senyum.


"Cameron Victoria, kau adalah wanita yang paling kasihan di dunia ini, menjadi menantu keluarga itu selama tiga tahun seperti seorang pembantu dan memasak untuk mereka, dan pada akhirnya hanya bisa pergi tanpa mendapatkan apa-apa. sedangkan aku lebih hebat dan pintar darimu. karena begitu mudahnya aku bisa mendapatkan semua ini. besok aku bisa jual semua rumahnya dan tanah. setelah mendapatkan semua uang itu aku bisa tinggalkan tempat ini.



Mansion mewah milik Hendry Sorvis yang tewas tanpa mengetahui akibatnya, kasus kematiannya masih misteri dan tangani oleh Harger Cardionz. di malam itu rumah mewah tersebut terdapat seseorang pria yang sedang tidur pulas di kamarnya. Harger mendatanginya dengan berubah penampilan menjadi tertutup rapat. ia membawa sebilah pedang dan mendekatkan pedang tajamnya pada leher pria itu.


Karena merasa sentuhan, pria itu lalu membuka matanya dan melihat seseorang yang berpakaian tertutup sehingga tidak menampakan wajahnya membuatnya hampir menjerit.


"Kalau masih sayang dengan nyawamu, maka jangan melawan!" kecam Harger dengan pedangnya itu.


"Siapa dirimu? aku tidak mengenalmu?" tanya pria itu yang berbaring di kasur dan tidak berani bergerak.

__ADS_1


"Mota Sorvis, katakan dengan cara apa kau membunuh ayahmu itu?"tanya Harger yang ingin mendapatkan bukti dari pria itu.


"Aku tidak melakukannya, jangan sembarangan!" jawab Mota yang sedang ketakutan.


Karena tidak mendapatkan jawaban yang sesuai keinginannya Harger menyayat wajah pria itu sehingga mengeluarkan darah.


"Aauuhhhkkkk,".jeritannya yang merasa sakit.


"Bagaimana, ingin mati atau hidup? harta kekayaan Hendry Sorvis mencapai dua ratus miliar dollar, dan dengar info semua hartanya itu akan disumbangkan kepada orang yang tidak mampu. kau merasa tidak puas sebagai putra satu-satunya tidak mendapatkan apa pun. lalu kau membunuhnya."


"Apa yang kau katakan? aku tidak mengerti," kata Mota.


"Tidak apa-apa jika kau tidak mengakuinya, aku akan mengantarmu menjumpai ayahmu itu di dunia akhirat," kecam Harger yang melayangkan pedangnya ke tubuh pria itu.


"Aku membunuhnya karena hartanya," ucap Mota yang ketakutan karena melihat pedang tajam milik pengacara itu.


"Demi harta kau membunuh ayah sendiri, kau sangat luar biasa sekali," ketus harger yang masih menikam Mota yang sedang berbaring di kasur.


"Jangan bunuh aku! aku mohon padamu!" teriak Mota yang ketakutan sehingga bangkit dan berlutut sambil memohon.


"Dengan cara apa kau melakukannya?" tanya Harger yang menghentikan aksinya.


"Obat racun tanpa warna dan aroma, aku memesannya dua bulan yang lalu. dan tabur ke makanannya," jawab Mota yang sedang gemetar.


"Caramu unik sekali, demi harta kekayaan kau membunuh ayah kandungmu."


"Aku adalah putra satu-satunya, dan aku juga membantu bisnisnya tapi dia mengabaikanku. tapi pada akhirnya dia malah memberikan semua harta miliknya kepada orang lain. aku merasa tidak puas dan marah sehingga nekad melakukan ini," jelas Mota yang berterus terang.


"Mota Sorvis, siapa lagi yang terlibat dalam hal ini?"


"Hanya aku saja, tidak ada yang membantuku. selama ini dia tidak pernah curiga padaku sehingga aku memiliki kesempatan meracuninya," jawab Mota dengan wajah memucat.

__ADS_1


__ADS_2