
Di kamar mewah dan indah itu dua insan yang saling mencintai sedang bermadu kasih. berciuman mesra selama beberapa menit. dunia seakan milik mereka berdua. setelah berpisah selama sepuluh tahun akhirnya mereka bersatu kembali karena kesetiaan terhadap masing-masing.
Harger mencium leher yang seksi hingga menurun ke dua gundukkan bulat dan kenyal. Cameron menikmati setiap sentuhan dari pria yang dia cintai itu, beda dengan mantan suaminya yang selalu kasar dan hanya peduli kepuasan sendiri.
Harger begitu lembut dan sangat berhati-hati agar tidak mengejutkan pujaannya itu, memandang mereka sudah lama tidak melakukannya.
"Cameron, aku mulai," ujar Harger yang mencium bibir Camerin dengan sambil memasukan senjatanya ke dalam vagi.na kekasihnya itu.
Harger mulai melakukan gesekan dengan lembut, setiap hentakannya ia melakukan sedalam-dalamnya. ke duanya merasakan nikmatnya hubungan mereka. Harger mencium Cameron dengan penuh gairah sambil melakukan gesekan dibawah sana.
"Cameron, kau masih sama yang dulu. sangat pintar menjaga diri," kata Harger sambil mencium bibir Cameron.
Gesekan Harger semakin cepat dan mencapai puncak kenikmatan yang telah lama tidak dia rasakan itu. akhirnya dia melepaskan hasratnya terhadap wanita yang paling dia cintai.
Setelah mencapai puncak mereka masih belum menghentikan aksinya, Cameron memeluk tubuh Harger yang sedang mencium leher seksinya dengan erat dan membiarkan Harger melakukan apa yang dia inginkan.
"Harger sangat berbeda dengan pria brengs*k itu, dia melakukannya dengan sangat lembut sehingga aku bisa menikmatinya. jika pria brengs*k itu hanya memikirkan kepuasan diri dan terlalu kasar," batin Cameron.
"Apa kamu merasa sakit?" tanya Harger yang sedang melakukan gesekan di bawah sana.
"Tidak."
"Aku akan melakukan sampai aku puas," ujar Harger yang mencium wajah cantik Cameron.
"Lakukan saja! aku berharap kau merasa puas!"
"Aku sangat puas denganmu, kau bukannya hanya cantik, tapi juga setia. dan saat di atas ranjang kau sangat hebat," ucap Harger yang melakukan gesekan semakin cepat dan mencapai puncak kesekian kalinya.
Setelah satu jam kemudian.
Harger merasa puas dan masih berciuman dengan Cameron selama beberapa menit.
"Apa kau merasa bahagia?" tanya Cameron.
"Ada kamu mana mungkin aku tidak bahagia," jawab Harger dengan senyum.
"Terima kasih karena tidak merasa jijik denganku," ucap Cameron yang mencium wajah pria itu.
"Apa yang kamu katakan? kenapa aku harus merasa jijik padamu?"
__ADS_1
"Aku sudah bersama dengan pria lain selama tiga tahun."
"Ini bukan salahmu, dan apa pun yang terjadi kau adalah milikku. pria itu hanyalah menumpang singgah di kehidupanmu. karena kehidupan mu yang di masa depan hanya ada aku," kata Harger yang mengecup dahi wanita itu.
"Harger, itu..." ucap Cameron yang merasakan pusaka pria itu menegang kembali.
"Dia sangat ketagihan denganmu, sehingga masih menginginkannya," ujar Harger dengan senyum.
"Kau bisa melakukannya jika kau masih ingin."
"Aku hanya khawatir besok pagi dirimu tidak akan bisa turun dari ranjang," ujar Harger dengan mengoda Cameron.
"Aku masih muda dan kuat, duda menawan sepertimu membuatku sangat bahagia. lakukan saja jika kau masih menginginkannya!" kata Cameron sambil memeluk Harger.
Harger memasukan lagi pusakanya ke dalam goa sempit milik kekasihnya itu.
Saat ia mulai melakukan gesekan yang lembut, Cameron merasa nikmatnya saat melakukan hubungan ini dengan pria yang ia cintai.
Mereka melakukan dengan perasaan bahagia dan saling menikmati sehingga mereka puas.
Malam hari.
Sesaat kemudian Cameron membuka matanya dan melihat pria yang berwajah tampan dan mancung itu tidur di sampingnya. senyum terlukis diwajah Cameron, rasa bahagia akhirnya ia bisa tidur di samping pria yang selama ini ia rindukan.
"Sangat tidak ku sangka, bulan lalu aku masih tidur dengan pria lain, dan kini dia yang ada disampingku. Harger Cardionz, kau adalah pria milikku. aku mencintaimu selalu mencintaimu," batin Cameron yang mencium bibir pria itu yang masih sedang tidur pulas
"Apa kamu sedang memancingku?" tanya Harger yang membuka matanya.
"Hidungmu sangat mancung, wajahmu sangat tampan, selama ini sudah banyak wanita yang mendekatimu, bukan?"
"Apa kamu merasa cemburu?"tanya Harger dengan senyum.
"Tentu saja, tidak ada yang bisa mendekatimu selain aku," jawab Cameron dengan senyum.
"Cameron Victoria, aku akan membuktikan bahwa diriku ini adalah milikmu," ucap Harger.
"Bagaimana caranya?"
Harger langsung menindih tubuh Cameron dan mencium tubuhnya.
__ADS_1
"Apakah dengan cara ini kau ingin membuktikan padaku?" tanya Cameron dengan tertawa.
"Iya, apa kau takut?" tanya Harger yang melepaskan drees yang dikenakan oleh Cameron.
"Aku siap melayanimu, kapan pun kau mau," jawab Cameron yang kini tanpa pakaian yang menutup tubuhnya yang seksi.
"Kau selalu membuatku bergairah," ujar Harger yang melepaskan baju tidur dan dala.mannya.
"Apa kau masih sanggup? siang tadi kau sudah melakukan belasan kali."
"Aku sanggup dan aku bisa membuktikan padamu," jawab Harger yang mendorong masuk lagi ke bagian kewani.taan milik Cameron.
Sambil berciuman Harger melakukan gesekan di bawah sana. bercinta dari siang dan malam. Harger yang sanggup menolak wanita lain akan tetapi kini ia tidak bisa menahan hasratnya untuk tidak menyentuh kekasihnya itu. mereka melakukan lagi di malam itu, sama-sama merasa puas dengan sentuhan masing-masing.
"Harger, kau sangat kuat," ucap Cameron yang merasa gesekan di bagian intinya.
"Hanya untukmu," jawab Harger yang mencium bibir Cameron.
"Apa kau berani tinggal denganku?" tanya Harger yang berbisik di telinga Cameron.
"Kenapa aku tidak berani?"
"Mungkin saja kau akan kewalahan melayaniku," jawab Harger dengan mengoda.
"Aku tidak takut."
"Kita akan menikah secara diam-diam."
"Menikah secara diam-diam? apa maksudmu?"tanya Cameron dengan penasaran.
"Maksudku adalah kita akan tanda tangan surat nikah, dengan begini kau adalah istri ku, dan untuk sementara kita tidak perlu memberitahu orang luar. aku tidak mau mereka mengatakan hal-hal yang buruk tentangmu," jawab Harger sambil melakukan gesekan dengan cepat
"Aku setuju dengan saranmu." jawab Cameron.
"Apa kamu tidak marah? tanpa pesta dan menikah diam-diam?"
"Tidak, aku malah merasa bahagia. untuk apa pesta jika pernikahan bukan dengan orang yang kita cintai, aku malah merasa bahagia bisa bersama denganmu walau kita harus melakukannya secara diam-diam. tapi ini sangat bahagia bagiku," jawab Cameron yang merasakan gesekan cepat dari Harger yang sedang menguasai tubuhnya itu.
"Aku harus menyembunyikan istriku setiap saat," ujar Harger yang mencapai puncak kenikmatan.
__ADS_1
Cameron memejam matanya sambil menarik sprei karena merasakan nikmatnya gesekan yang dilakukan oleh Harger yang tanpa berhenti.