
Keesokan harinya.
Di saat california sedang gempar dengan berita Harger yang akan diangkat menjabat sebagai pejabat tinggi, ia malah memilih tinggalkan kota itu dan menuju ke sebuah suatu tempat untuk menyelesaikan dendam masa lalunya yang bersangkutan dengan orang tuanya.
Irlandia, ibukota Dublin.
Harger dan Cameron telah tiba ke negara itu, saat tiba mereka menuju ke hotel untuk istirahat.
"Harger, apakah kamu asli dari Irlandia atau kita hanya menemui pembunuh itu di sini?" tanya Cameron yang menghempaskan diri di atas kasur.
Harger lalu melepaskan jas luarannya dan juga kancing kemeja. lalu ia membuka bagian depan sehingga menampakan tubuh kekar bagian depannya. lalu ia menindih tubuh istrinya yang sedang berbaring.
"Aku dilahirkan di Irlandia dan aku lebih tidak menyangka bahwa si bodoh tu tinggal di sini selama ini," jawab Harger yang mencium bibir istrinya.
Saat mereka sedang berciuman nada panggilan masuk ke handphone milik Harger, Harger mengeluarkan handphone dari saku celana dan membaca nama panggilan.
"Siapa?" tanya Cameron.
"Alice, mungkin dia ingin tahu kita sudah sampai mana," jawab Harger.
"Jawab saja!"
Harger menekan tombol jawab dan mendekatkan ke telinganya.
__ADS_1
"Hallo," sahut Harger.
"Bos, Anda di mana?"
"Aku di hotel Dublin."
"Aku akan mengantar makanan ke sana."
"Tidak perlu! aku dan istriku sudah pesan makanan. dan kami ingin istirahat sebentar. besok kami baru ke sana," jawab Harger yang langsung memutuskan panggilannya.
"Apa benar kamu tidak ingin dia datang menemuimu?" tanya Cameron.
"Kalau ada urusan kami harus selesaikan di markas. sedangkan di sini adalah tempat kita istirahat. aku tidak ingin dia menganggu kita," ucap Harger yang mencium bibir istrinya.
"Bagaimana dengan makanannya? apa kamu menyukainya?" tanya Harger yang sedang duduk bersama istrinya di restoran hotel itu.
"Iya, aku menyukai makanan ini, Harger, selama ini aku mengira kamu dari california."
"Aku meninggalkan Irlandia karena untuk mulai hidup baru di saat itu, aku memyembunyikan semua identitasku agar pembunuhnya tidak bisa mencariku. dan aku juga ingin membalas dendam."
"Sangat tidak mudah bagimu untuk mulai dari awal. kamu mengubah namamu sehingga aku tidak tahu kalau Harger Cardionz adalah kamu."
"Perjalanan hidupku terdapat banyak rintangan, kekerasaan, pembunuhan dan masalah lainnya. tidak ada yang tahu siapa aku sebenarnya," ujar Harger yang menyuapi istrinya.
"Apakah kamu akan meninggalkan profesimu sebagai pengacara?"
__ADS_1
"Kalau dulu sebelum bertemu denganmu aku akan kembali ke profesiku yang dulu, dan sekarang aku sudah menikah tentu aku akan tetap sebagai pengacara. demi keselamatan keluargaku," jawab Harger.
"Siapa dirimu sebenarnya?" tanya Cameron yang merasa penasaran.
"Setelah kita bertemu dengan mereka kau akan mengetahuinya," jawab Harger dengan senyum.
"Apakah masa lalumu begitu rahasia?"
"Tentu saja...karena jika ada yang tahu siapa aku maka aku tidak akan lulus menjadi pengacara. menjadi seorang pengacara sangat tidak mudah. aku harus bekerja keras untuk mendapatkan uang agar aku bisa menjadi seorang pengacara sukses. aku harus sekolah tinggi dan wajib lulus setiap ujian yang diberikan," jawab Harger yang sambil menyantap makanan.
"Dan sekarang kamu telah berhasil."
"Tidak sia-sia usahaku sebelumnya," ujar Harger.
"Banyak pengacara setelah menerima bayaran maka mereka akan membela kliennya walau dia adalah penjahat. tapi beda denganmu."
"Apa kamu sudah tahu perjalananku selama menjadi pengacara?"
"Sudah tahu...seperti kasus pemerkosaan sebelumnya, dia adalah klien yang mengupahmu dengan bayaran yang sangat tinggi. dan kamu malah menjebloskan dia ke penjara. dirimu adalah pengacara akan tetapi kamu akan bertindak di saat orang itu adalah pelaku sebenarnya."
"Dengan begitu aku juga kehilangan uangnya."
"Kenapa, bukankah setiap yang menemuimu harus membayarmu dulu?"
"Aku akan mengembalikan uang itu pada pemiliknya. aku hanya akan menerima uang dari klien aku yang benar-benar menjadi korban atau bukan penjahat."
__ADS_1