
"Walau kami telah bercerai, tapi pihak pengadilan tidak melarang kami untuk bertemu kembali," jawab Jhony.
"Mengenai hal ini bukan pengadilan yang memutuskan, tapi klien saya yang memutuskan. jika klien saya merasa terganggu saya bisa menuntut Anda. dan Anda harus bertanggung jawab dengan denda yang ditentukan dan mungkin saja bisa di penjara," kecam Harger dengan tegas.
"Tuan Milithen, di antara kita sudah tidak ada hubungan sama sekali. barang lama jika sudah dibuang, maka tidak perlu dikutip lagi," ujar Cameron dengan tegas dan kemudian melangkah pergi dengan di ikuti oleh Harger.
Jhony hanya bisa menelan pil pahit atas perceraiannya. niatnya adalah ingin mengejar mantan istrinya setelah bercerai, akan tetapi ia langsung ditolak dengan kata-kata yang menusuk hati oleh Cameron.
Saat Cameron keluar dari pengadilan bersama dengan pengacaranya, mereka dikerumuni oleh reporter.
"Nona Cameron, bisa Anda jelaskan apa alasannya Anda mengugat cerai suami Anda?"
"Apakah ada pihak ke tiga diantara kalian?"
"Bagaimana dengan pembagian harta karena kalian belum memiliki anak?"
"Teman-teman semua, klien saya masih butuh waktu untuk mengobati lukanya, di sini saya tegaskan. bahwa klien saya sama sekali tidak meminta pembagian harta. mereka bercerai secara damai. perceraian ini adalah persetujuan ke dua belah pihak. jadi, mereka masih berteman," jelas Harger yang berdiri di hadapan Cameron dengan menghadang para reporter yang mendekati pujaannya.
"Apakah karena ada pihak ke tiga?"
"Mengenai alasan perceraian ini adalah karena mereka memutuskan ingin menjalani hidup masing-masing," jawab Harger.
"Saya berharap teman-teman jangan menyebut lagi soal perceraian ini, karena perceraian bukan hal yang mengejutkan. jadi, cukup sampai di sini saja!" ucap Harger dengan tegas dan berjalan bersama Cameron menuju ke mobilnya.
Setelah beberapa saat kemudian Harger dan Cameron meninggalkan tempat itu, sementara Jhony baru melangkah keluar dan di kerumuni oleh para reporter sana. mereka menanyakan hal yang sama kepada Jhony. tentu saja Jhony yang masih merasa sedih dan kecewa menolak menjawab pertanyaan dari mereka dan langsung masuk ke dalam mobilnya dengan raut wajah yang kusut.
Tidak lama kemudian Jhony meninggalkan tempat dengan mengendarai sendiri mobilnya. saat menyetir dia mengeluarkan handphonenya dan menekan nomor tujuan.
Sesaat kemudian seseorang menjawab panggilannya dari sana.
..."Hallo, Tuan Milithen," sahut orang yang di seberang sana....
"Aku sedang dalam perjalanan."
"Baiklah, sampai jumpa nanti!"
Setengah jam kemudian.
__ADS_1
Jhony bertemu dengan pengacara yang selama ini mengurus asetnya. setelah ia menangkap Lonela ia langsung menuju ke rumah peninggalan ayah dan kakeknya untuk memastikan masih belum di jual, karena surat warisan sudah hilang membuatnya harus bolak balik untuk melihat semua rumah dan tanah-tanah milik keluarganya.
"Tuan Milithen, hingga kini rumah dan tanah milik keluarga masih belum terjual. mungkin saja orang yang membawa lari dokumen itu masih belum mendapat pembelinya," kata pengacara Thomas.
"Bagaimana caranya aku mendapatkan kembali? apa masih bisa membuat yang baru?"
"Tentu saja bisa, asalkan semua asetnya belum di jual atau pun menganti nama, jika tidak maka semua sudah terlambat."
"Segera buat yang baru! semua aset itu mencapai miliaran dollar. aku tidak mau menjadi hak milik orang lain begitu saja," kata Jhony.
"Baiklah, kita harus mengurus prosedurnya dulu!"
Tidak lama kemudian mereka mendapat panggilan dari seseorang yang di seberang sana.
"Hallo," sapa pengacara Thomas.
"Tuan pengacara, semua bidang tanah dan rumah milik tuan Jhony Milithen telah terjual."
"Terjual? atas nama siapa pemiliknya?"tanya pengacara yang sambil mendengar jawaban orang yang di seberang sana.
"Baiklah, terima kasih informasinya," ucap pengacara.
"Tuan Milithen, semua asetmu telah terjual," jawab pengacara dengan menarik nafas panjang.
"Apaaaaa? terjual? siapa pelakunya?" tanya Jhony yang bangkit dari tempat duduknya.
"Lonela Vioca dia menjual semua aset milikmu, dan kini semua telah terlambat."
Jhony yang mendengar jawaban pengacara itu ia langsung terduduk dengan wajah lesu, dalam sekejap semua harta milik keluarganya lenyap akibat kelalaiannya.
"Lonela Vioca, masih berani kau berbohong padaku, aku tidak akan melepaskanmu," bentak Jhony dengan nada tinggi.
Karena merasa kesal Jhony langsung melangkah dengan cepat keluar dari kantor pengacara.
Di sisi lain Cameron bersama dengan Harger di ruangan kantor pengacara. Harger menuang minuman anggur ke dua gelas bening dan memberikan salah satu gelas yang sudah terisi anggur kepada Cameron. mereka saling bersulang tersenyum karena telah berhasil dengan rencana mereka. selain menceraikan Jhony, Harger juga mengunakan caranya untuk mempergunakan nama Lonela Vioca menjual semua aset milik mantan suami Cameron.
"Aku tidak menyangka bahwa dirimu sangat licik, sehingga mengunakan trik ini," ujar Cameron dengan senyum.
__ADS_1
"Jhon Milithen dan wanita jal*ng itu sudah menyakiti mu, dan aku ingin membuat mereka saling membunuh. dengan satu cara bisa menjatuhkan dua orang, bukan dua orang. tapi tiga orang," Kata Harger yang menyentuh wajah kekasihnya itu.
"Tiga orang? siapa dia?"
"Rionez."
"Dia akan kambuh penyakit jantungnya dan mungkin saja dia akan pingsan," ujar Cameron.
"Apa kamu tahu apa yang akan dilakukan oleh Jhony terhadap istrinya itu?" tanya Cameron.
"Kalau aku memberitahumu bahwa wanita itu sudah ditangkap dan diikat di sebuah tempat yang cukup jauh selama dua hari ini, apa kamu percaya?"
"Dia benar-benar melakukan hal gila."
"Dan hari ini dia akan semakin gila."
"Apa yang akan dia lakukan?"
"Kita akan menyaksikan tontonannya."
"Bagaimana caranya kau mengunakan nama wanita itu untuk menjual rumah dan tanah?"
"Mereka percaya padaku dan serahkan padaku atas pemindahan nama, aku hanya perlu memberitahunya bahwa pemiliknya tidak bisa hadir karena berada di luar negeri, dan mengenai pembayarannya mereka telah transfer ke rekening," jelas Harger.
"Akun rekening ini atas namamu, semua hasil jual aset pria itu telah di masuk ke dalam akunmu," kata Harger dengan memberikan kartu ATM kepada Cameron.
"Berapa total semua yang ada di dalam ini?"
"43 miliar dollar, semua ini menjadi milikimu dalam waktu sekejap."
"Harger, apa bisa membantuku, berikan saja pada yang lebih butuh? terjadi bencana di negara lain, kirim saja ke mereka yang lebih butuh!"
"43 miliar dollar bukan nominal yang kecil, apa kamu yakin dan tidak menyesalinya?"
"Dari awal aku sempat memikirkan ingin membawa uang ini pergi meninggalkan kota ini, dan menjalani hidup di negara lain. tapi kini aku tidak butuh lagi. karena aku sudah mendapatkan sesuatu yang nilainya lebih dari 43 miliar dollar," jawab Cameron dengan senyum dan mencium bibir kekasihnya, sesaat kemudian ia melepaskan ciumannya.
"Apakah nilai ku lebih tinggi dari 43 miliar dollar?" tanya Harger dengan menatap mesra.
__ADS_1
"Iya, 43 miliar dollar bukan berarti apa-apa bagiku," jawab Cameron dengan senyum.