
"Aku bersembunyi di bawah tempat tidurku, oleh sebab itu anak buahmu tidak melihatku," jawab Harger.
"Dan kau ingin membalas dendam hari ini," ujar Thiner.
"Benar, hari ini aku ingin kau tewas dengan cara yang sama dengan keluargaku," jawab Harger dan menodong senjatanya ke arah musuh terbesarnya itu.
"Rossi Savildez adalah pembunuh bayaran yang telah membunuh sejumlah anak buahku. oleh sebab itu dia pantas mati," ketus Thiner.
"Orang yang ingin kematianmu adalah ketua mafia dari kelompok Naga Hitam. seharusnya kau mencari mereka kalau kau berani. tapi kau adalah pengecut yang menyerang ke rumahku dengan sejumlah anggota. walau namamu sudah terkenal tapi sikapmu yang selalu takut mati sudah diketahui oleh semua orang," ketus Harger.
"Dionz Savildez, apakah kau mengira bisa lolos hari ini setelah membunuh sebagian anggotaku," bentak Thiner.
"Ayo kita taruhan! lihat gerakan siapa yang lebih cepat," tantang Harger pada musuhnya itu.
"Baiklah, aku berhadapan dengan putra Rossi Savildez, dan aku juga ingin tahu apakah dirimu sehebat ayahmu itu," ketus Thiner yang menodong senjatanya ke arah Harger begitu juga dengan semua anggotanya.
Jumlah anggota Thiner hanya tersisa dua puluhan orang, sementara anggota Harger berjumlah sekitar empat puluhan.
"Show Time...," ucap Harger yang melepaskan tembakan ke arah Thiner, begitu juga dengan anggota lainnya
Dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor.
"Aarrgghh....," jeritan Thiner dan anggotanya.
"Aargghh...."
"Aargghh...."
Dor...dor...dor...dor...dor...dor...
Balas tembakan dari pihak Thiner yang berusaha ingin mengalahkan kelompok Harger.
"Aarrgh...," jeritan serentak Thiner dan anggotanya, tubuh mereka ditembus oleh ratusan peluru sehingga tumbang dan tergeletak tidak bernyawa.
Harger melihat musuhnya itu tewas dengan mengenaskan, seluruh tubuh mereka dipenuhi oleh peluru. Harger mengingat semula kejadian yang menimpa orang tuanya. tatapan pengacara itu berkaca-kaca saat mengingat semula orang tuanya ditembak oleh Thiner dan anggotanya.
"Pa, Ma, akhirnya aku berhasil membalas dendam untuk kalian," batin Harger.
__ADS_1
Setelah berhasil membunuh Thiner, Harger bersama anggotanya pergi meninggalkan lokasi tersebut. tujuannya selama ini hanya mengincar pembunuh keluarganya, kini keinginanya telah tercapai dan Harger pun segera kembali ke markasnya.
Markas.
Cameron sedang menunggu di kamarnya, ia berdiri di jendela sambil memandang keluar jendela.
Tidak lama kemudian Harger dan anggotanya kembali ke markas. Cameron yang melihat mobil suaminya ia langsung keluar dari kamar dan berlari menuju ke suaminya itu.
Alice menunggu kepulangan mereka dan berdiri di luar markas, ia langsung menghampiri bosnya yang baru keluar dari mobil.
"Bos," suara panggilan Alice yang ingin memeluk Harger. dan di saat yang sama Cameron juga melangkah dengan cepat menuju ke arah suaminya itu.
Harger yang melihat dua wanita yang menghampirinya ia langsung berjalan melewati Alice dengan cuek dan memeluk istrinya itu.
"Harger, apa kamu terluka?" tanya Cameron yang di dalam pelukan suaminya.
"Tidak terluka dan kami menang," jawab Harger yang mengecup dahi istrinya.
"Apakah kamu masih ada misi lain?"
"Misiku satu-satunya adalah ingin kembali ke kehidupan kita yang di california," jawab Harger dengan senyum.
"Iya, keputusanku adalah ingin mengandeng tanganmu dan hidup bersama selama-lamanya," jawab Harger yang mencium bibir istrinya.
"Ada satu rahasia yang ingin ku beritahukan padamu," ucap Cameron yang melepaskan ciumannya.
"Rahasia apa?"
"Kita akan segera memiliki momongan," jawab Cameron dengan senyum.
"Maksudmu adalah dirimu sudah mengandung?" tanya Harger.
"Iya, sudah dua minggu," jawab Cameron yang memeluk suaminya.
"Akhirnya kita menjadi orang tua, ini sangat menyenangkan," kata Harger yang merasa
bahagia dan mencium wajah istrinya.
__ADS_1
"Selamat, Bos. ini adalah berita yang paling bahagia," ucap James dan anggota lainnya dengan serentak.
Alice semakin cemburu dan terdiam saat melihat kemesraan pria yang dia cintai selama ini.
"James, aku serahkan markas ini padamu, aku dan Cameron akan kembali ke california untuk menjalani hidup kami dengan tenang," ujar Harger.
"Bos, apakah Bos akan kembali?" tanya James.
"Tidak lagi, aku sudah memiliki keluarga, aku tidak ingin nasib anakku seperti aku. aku ingin istri dan anakku hidup tenang," jawab Harger dengan senyum.
"Cameron, ayo kita berangkat sekarang juga dan jalani hidup yang tenang!" ucap Harger.
"Aku akan ikut ke mana saja kamu pergi," jawab Cameron.
"Mari kita pergi!" ajak Harger yang membuka pintu mobil untuk istrinya.
"James, semua yang di sini aku serahkan kepadamu!" kata Harger yang memeluk James yang adalah anggota setianya.
"Bos, semoga berbahagia selamanya," ucap James yang merasa berat karena harus berpisah lagi dengan bosnya itu.
Saat Harger menghidupkan mesin mobilnya semua anggotanya berdiri memandang ke arah bosnya yang bersiap untuk pergi meninggalkan mereka semuanya, kali ini bukan lagi setahun atau dua tahun. tapi untuk selamanya. karena Harger memilih meninggalkan identitasnya yang sebagai pembunuh profesional.
Setelah sesaat kemudian Harger meninggalkan Markas, anggotanya masih melihat mobil bosnya itu yang semakin menjauh dari mereka.
"Semoga bahagia, Bos," batin Alice.
Harger dan Cameron tersenyum bahagia dan berpegangan tangan. dendam Harger akhirnya terbalas. kini dirinya tidak ada beban masa lalu dan hanya ingin menjalani hidup bahagia bersama dengan wanita yang paling dia cintai.
Tamat
πππππππππππ
Terima kasih teman-teman yang ikuti kisah Harger dan Cameron hingga tamatπππππππ
Silakan mampir ke karya saya yang lainnya ya πππππ
Klik akun author untuk ikuti cerita kisah-kisah cinta, mafia lainnyaπ₯°π₯°π₯°π₯°
__ADS_1
Tidak lama lagi akan update kisah dua tokoh utama yang sama-sama berprofesi sebagai pembunuh. untuk karakter cewenya berbeda dengan karya saya yang lainnya. cukup kejam, kuat, dan psikopat. silakan ditungguπππππ