Gairah Pengacara Dingin Terhadap Mantan

Gairah Pengacara Dingin Terhadap Mantan
Asisten


__ADS_3

Setelah mendengar saran dari Harger, Jhony tanpa ragu menyetujui perceraian itu dengan harapan agar bisa mengejar istrinya mulai dari awal.


"Ada benarnya kata pengacara Cardionz, setelah bercerai aku masih bisa mengejar Cameron, dan di saat itu aku akan menceraikan Lonela. ini usul yang bagus," batin Jhony.


Mansion Milithen.


Lonela yang melihat mertuanya berada di kamar sedang istirahat, ia mengambil kesempatan untuk masuk ke dalam ruangan pribadi milik suaminya itu. ia berniat ingin mencari surat warisan dari keluarga Milithen. Lonela membuka semua laci yang di meja itu sambil membongkar isi laci tersebut.


"Di mana dia menyimpannya? seharusnya ada di sini," gumam Lonela.


Tidak lama kemudian ia melihat di samping tempat duduk dan mendapati ada peti di sana, ia berjongkok dan melihat peti yang harus di buka dengan mengunakan kode tertentu.


"Sia.lan, dia mengunakan kode, kode apa yang dia gunakan? apakah hari ulang tahun Rionez atau bukan?"


Lonela menekan tombol angka yang di pintu peti itu, ia mencoba merulang kali akan tetapi ia gagal membukanya.


"Angka apa yang dia gunakan? bukan hari ulang tahunnya dan bukan juga hari ulang tahun si tua itu, apakah hari ulang tahun wanita itu?" gumam Lonela yang menekan kode lagi.


"Bukan lagi, lalu angka apa yang dia gunakan? apa mungkin angka hari pernikahan mereka?" gumam Lonela.


Lalu Lonela menekan angka hari pernikahan suaminya dengan istri pertamanya itu dan akhirnya berhasil di buka.


"Ternyata berhasil, ada dokumen," batin Lonela.


"Lonela mengeluarkan semua dokuman yang di dalam peti itu, ia membaca satu persatu kertas putih yang berisi aset-aset milik Jhony.


"Begitu banyak tanah dan rumah yang dia miliki, mana mungkin aku membiarkan begitu saja. aku harus melarikan semua asetnya dan mencari pengacara untuk membuatnya menjadi milikku," batinnya.


Lonela yang mendapatkan dokumen pewaris ia langsung menutup kembali pintu peti itu dan membawa pergi semua dokumen tersebut.


Kemudian ia membawa ke kamar dan langsung berkemas barang-barangnya, selama ini memang harta keluarga Milithen yang dia harapkan, kini ia merasa telah memilikinya dan berniat ingin tinggalkan keluarga yang telah jatuh bangkrut yang tanpa di sadari oleh anggota keluarga Milithen.


"Jhony Milithen, kau dan ibumu sangat tidak berperikemanusiaan, sekarang semua asetmu sudah jatuh ke tanganku, kau sudah tidak memiliki apa pun, dan tidak ada gunanya lagi aku hidup bersama dengan pria yang sudah jatuh miskin," gumam Lonela.


Setelah beberapa menit kemudian Lonela telah siap berkemas, ia pun membawa koper ingin mengangkat dari rumah. ia bergegas ingin cepat pergi sebelum suaminya kembali.

__ADS_1


Sebuah cafee tempat pertemuan di antara Harger dan Cameron.


Dengan status pengacara dan klien mereka berleluasa untuk bertemu, hanya saja mereka tidak bisa bersama dengan terang-terangan untuk saat ini, karena reputasi masing-masing akan terjejas.


"Aku tidak menyangka hanya dengan beberapa ucapanmu dia langsung menyetujuinya," ucap Cameron yang duduk berhadapan dengan kekasihnya.


"Aku adalah pengacara, pasti harus mengunakan cara untuk membuat dia patuh," jawab Harger yang sedang meneguk minumannya.


"Setelah bercerai dia pasti akan datang mencariku."


"Mudah saja, kau bisa mencariku lagi. aku adalah pengacaramu jika mantan suami mu menganggumu lagi, sebagai pengacara aku bisa saja menuntutnya demi melindungi klien aku."


"Pantas saja julukan mu adalah tiga miliar dollar, kau berbeda dengan pengacara yang keluarga Milithen kenal," ujar Cameron dengan senyum.


"Dan berapa yang harus ku bayar untukmu?" tanya Cameron.


"Bayar saja dengan dirimu, selalu bersama ku dan jangan pergi lagi!" jawab Harger dengan senyum.


"Setahuku adalah dirimu adalah pengacara penggila uang buka penggila wanita."


"Selain berstatus sebagai pengacaramu aku juga memiliki status lain. tentu saja aku akan melarang siapa pun yang mendekatimu terutama pria," ucapnya tegas.


"Apakah pengacaraku cemburu?" tanya Cameron dengan senyum.


"Tentu saja aku merasa cemburu jika ada pria yang mendekatimu, walau dia adalah mantan suamimu. Cameron Victoria, mulai hari ini kau tidak boleh lagi berdekatan dengan pria lain, mau pun muda atau pun tua. karena aku akan mengunakan caraku untuk menghilangkan setiap pria yang mendekatimu," ujar Harger dengan senyum tipis.


"Wah...apakah aku harus merasa bahagia karena kekasihku begitu melindungiku?" tanya Cameron dengan senyum.


"Kau layak merasakan bahagia," jawab Harger.


"Apa rencanamu seterusnya?" tanya Harger.


"Aku ingin bekerja, apa kamu ada saran?"


"Bagaimana jika bekerja denganku?"

__ADS_1


"Jangan bercanda! aku bukan belajar di bidang hukum. aku tidak mengerti soal itu," kata Cameron dengan senyum.


"Kau hanya ikut aku menyelidiki kasus, membantu aku siapkan dokuman dan laporan untukku, dengan begini aku bisa mengerjakan yang lain."


"Pengacara berkelas seperti mu seharusnya memiliki asisten yang berpengalaman dalam bidang ini, sedangkan aku tidak mengerti semuanya. aku khawatir hanya akan membebankanmu."


"Dirimu adalah wanita cerdas dan pasti mudah mendalaminya, lagi pula dengan begitu aku juga bisa setiap saat melihatmu dan menjauhkan mu dari pria lain."


"Apa kamu sedang mengawasiku, pengacara Cardionz?" tanya Cameron dengan bercanda.


"Iya, aku akan mengawasimu setiap saat, Cameron Victoria, aku tahu kita tidak bisa bersama saat ini karena reputasi kita. tapi kita bisa bersama setiap saat di saat kita bekerja sama," jawab Harger.


"Hm...seorang mantan istri Jhony Milithen menjadi asisten pengacara berkelas, ini kedengarannya sangat aneh."


"Tidak ada yang aneh, kita bekerja sama untuk menangani kasus. kau akan menjadi bahan topik utama di saat bekerja denganku. mereka akan mengenalmu sebagai asisten pengacara dingin."


"Di mata mereka aku tetap adalah mantan istri Jhony, kau juga tahu para media hanya akan selalu menyebut seseorang yang telah bercerai sebagai mantan istri suaminya dan bukan nama yang mereka ingat," ucap Cameron yang merasa risih.


"Kalau begitu aku akan menghapuskan sebutan mantan ini, biar mereka mengenalmu sebagai Cameron Victoria dan juga asisten pengacara Cardionz."


"Ide yang bagus," ucap Cameron dengan senyum.


"Sebagai atasanmu aku bisa melarang Jhony untuk menganggu mu, dan sebagai calon suami mu aku tidak mengizinkan kau dekat dengan pria mana pun."


"Kau sangat aneh, mana mungkin aku melakukan itu. apakah kamu tidak percaya padaku?"


"Wanita cantik dan menawan akan menjadi idaman semua pria, setelah perceraianmu terungkap aku yakin akan ada pria lain yang akan mengejarmu," ucap Harger.


"Baiklah, Tuan pengacara, aku tidak bisa melawan keinginan mu. aku hanya akan menurut saja," jawab Cameron dengan senyum.


Siang itu mereka menghabiskan waktu selama satu jam di dalam cafee itu, setelah keluar dari tempat itu mereka pisah jalan untuk menghindar gosip yang tidak baik..


Di sisi lain Jhony baru pulang ke rumahnya, ia masih belum sadar jika istri ke duanya itu telah kabur membawa pergi dokuman aset miliknya, pria itu merasa lesu dan tidak bersemangat sama sekali. ia menghempaskan diri di atas sofa.


"Dalam hidupku baru hari ini aku merasa lelah, selama ini aku melakukan apa saja yang ku suka. saat bersama dengan Cameron aku juga sering diam-diam bermain wanita di luar. pada hal aku sangat suka dan menikmati tubuh Cameron, dan aku masih saja penasaran dengan tubuh wanita lain sehingga selalu saja melakukan hubungan intim dengan para wanita itu, dan sekarang dia benar-benar putus asa denganku," ucapnya yang merasa menyesal.

__ADS_1


__ADS_2