
"Demi harta kau menjadi gelap mata dan tega membunuh ayah kandung sendiri, apa kau mengira bisa lolos dari hukuman? Mota Sorvis, kau bukan manusia," ketus Harger.
"Jangan membunuhku! aku mohon padamu. aku bisa memberikan uang padamu!"
"Andaikan rahasia ini bocor aku yakin kau pasti akan di jatuhkan hukuman gantung, kau jangan lupa negara ini ada hukum. jangan berharap setelah membunuh maka dirimu bisa terlepas," kecam Harger.
"Tidak ada yang bisa menghukumku," jawab Mota dengan yakin.
"Aku merasa semakin penasaran, kenapa tidak ada yang bisa menghukummu. siapa orang kuat yang membantumu?"
"Dia adalah pejabat tinggi yang ku kenal, siapa pun atau pihak kepolisian serta hakim juga tidak bisa menangkapku."
"Pejabat tinggi? aku penasaran pejabat yang mana mendukung pembunuh sepertimu," kecam Harger yang mendekatkan pedangnya pada leher pria itu.
"Aku tidak bisa mengatakan namanya," jawab Mota yang ketakutan dengan ancaman Harger.
Srek ..
"Aarrggh..." jeritan Mota yang wajahnya di yayat lagi oleh Harger.
"Apakah kau sudah amnesia? atau aku akan memotong jarimu dan kemudian kau akan mengingatnya kembali? kau bisa membuat pilihan yang mana kau inginkan."
Karena merasa terancam akhirnya Mota hanya bisa mengatakan yang sebenarnya.
"Carlos Jose," jawab Mota yang sambil gemetar.
"Ternyata adalah dia."
"Mota Sorvis, kau pasti akan menerima hukuman yang setimpal, tidak ada yang bisa lolos dari hukuman setelah melakukan kejahatan. tunggu saja waktunya!"
"Kau dari mana? dan kau adalah siapa? kenapa kau ikut campur dalam hal ini?"
"Ikut campur dalam hal ini? aku adalah orang yang suka ikut campur masalah orang lain."
"Jangan membunuhku! aku mohon padamu!"
"Di saat kau membunuh ayahmu, apakah kau tidak berpikir jika dia adalah ayahmu sendiri? dan dengan tangan dingin kau tega melakukan sesuatu yang begitu kejam."
"Aku....aku sudah bersalah, aku berjanji akan berubah," ucap Mota yang berpura-pura karena ingin melindungi nyawanya.
"Berjanji bukan berarti kau bisa melakukannya, anak durhaka seperti mu tidak akan berubah sampai kapan pun,".ketus Harger.
Harger lalu memukul dengan keras di bagian kepala pembunuh itu sehingga tidak sadarkan diri.
"Tidak berguna," ketus Harger.
__ADS_1
Hotel tempat tinggal Lonela.
Di malam itu seorang pria mendatangi ke kamarnya, pria itu yang tak lain adalah seorang pengacara untuk memeriksa surat pewaris milik Jhon Milithen, Ronald. dua insan itu sedang bercinta dan saling menikmati antara satu sama lain, bukan pertama kali mereka berhubungan badan, setiap Lonela butuh bantuan dari pengacara itu dia akan mengunakan tubuhnya sebagai bayaran. dan Ronald bisa melakukannya berulang kali sehingga dia puas.
"Aahh..." gerangan Lonela yang merasa gesekan di bagian intinya.
" Kau masih tidak berubah walau sedang hamil," ucap Ronald yang sedang melakukan gesekan dengan cepat.
"Tentu saja, jika tidak mana mungkin di saat itu Jhony ingin menikah denganku," jawab Lonela yang merasa bangga, pada hal dirinya telah dicampakan dari awal.
Setelah beberapa saat kemudian mereka selesai berhubungan badan.
Lonela memberikan dokumen milik suaminya kepada Ronald yang masih telanjang dada duduk di atas kasur.
Saat membaca dengan teliti Ronald membulatkan mata besarnya.
"Ada apa, Ronald?"
"Lonela, kau telah dibohongi, semua dokumen ini adalah palsu," ujar Ronald.
"Apaaa...palsu? tidak mungkin...tidak mungkin," teriak Lonela yang merebut dari tangan pria itu dan melihat semua isinya dengan rasa tidak percaya.
"Tidak mungkin ini adalah palsu,"ucapnya yang merasa geram.
"Keluarga Milithen bukan bodoh, tentu saja dia tidak akan menyimpan di ruangan pribadinya. dia hanya menjebakmu saja. dia pasti sedang mengincarmu karena sudah tahu niatmu," ujar Ronald.
"Aaarrgghh....." teriakan Lonela yang merobek semua dokumen itu dan melempar ke atas sehingga kertas sobekannya berserakan ke mana-mana.
Keesokan harinya.
Mota Sorvis langsung di bawa ke penjara oleh Harger, tanpa basa basi Harger langsung mengurung pembunuh itu sambil menunggu persidangan.
Mota Sorvis yang menerima pukulan keras akhirnya sadarkan diri. saat membuka matanya ia melihat sekeliling sudah bukan kamarnya yang luas dan mewah, kini ia berada di dalam penjara yang sempit dan gelap serta kotor yang membuatnya merasa jijik.
"Kenapa aku berada di dalam sini? lepaskan aku! lepaskan aku!" teriakan Mota dengan nada tinggi.
"Woi...apa kalian tahu siapa aku? cepat keluarkan aku dari sini...."
"Keluarkan aku dari sini...."
"Woi....kalau kalian masih sayang dengan nyawa kalian, maka jangan salahkan aku membuat kalian kehilangan pekerjaan...." teriakan Mota selama beberapa menit dan di abaikan oleh petugas penjara.
Di sisi lain Harger bertemu dengan Hakim Albert Sario.
"Aku tidak menyangka kau melakukan hal gila untuk menangkap pembunuh," ucap Albert Sario yang duduk berhadapan dengan Harger.
__ADS_1
"Kenapa tidak menyangka? kau tahu aku adalah pengacara yang akan melakukan apa saja demi kasus yang aku tangani," ujar Harger.
"Aku sangat paham dengan sifatmu, dan kau sangat nekad saat melakukan sesuatu, bagaimana caranya kamu ingin mengurus si anak durhaka itu?"
"Bukti sudah ada di tanganku, aku mengeledah rumahnya dan mendapatkan bukti rekaman saat ia mencampur sesuatu ke minuman korban. rekaman itu dia simpan setelah korban meninggal. oleh sebab itu pihak kepolisian tidak bisa menemukan barang bukti."
"Lalu, apa yang rencanamu selanjutnya?"
"Aku ingin menyelesaikan dulu kasus perceraian keluarga Milithen, setelah itu akan melanjutkan lagi rencanaku."
"Apa aku bisa tahu apa rencanamu?"
"Mencari dalang yang bersangkutan,
Carlos Jose."
"Dia adalah pejabat tinggi, ingin melawannya kita masih harus pertimbangkan."
"Kenapa, apa kamu merasa cemas?"
"Tidak mudah untuk melawan pejabat tinggi, kau juga tahu dia memiliki kekuasan, dan banyak pendukung."
"Dia berpura-pura baik pada masyarakat, sering melakukan kebajikan sehingga sering mendapatkan dukungan dari mereka. sementara di belakang dia selalu saja melakukan bisnis gelap, narkoba."
"Harger, bagaimana kau bisa mengetahuinya?"
"Aku adalah pengacara, aku pasti akan menyelidiki hal yang bersangkutan dengan orang yang membuatku merasa ada yang mencurigakan. Carlos Jose terlihat sangat murah senyum, sopan, ramah, lembut pada semua orang. akan tetapi masyarakat dibutakan oleh keramahannya. semua itu hanyalah akting saja untuk menipu semua orang," jelas Harger.
"Bagaimana kau bisa mendapatkan info ini? dia bukan orang biasa, apapun yang dia lakukan pasti saja disembunyikan dengan baik," tanya Hakim Albert yang merasa penasaran.
"Aku juga memiliki orang yang bisa bekerja untukku, berprofesi sebagai pengacara harus bisa tahu caranya agar mampu memenangkan setiap kasus."
"Hm...Harger, aku hanya ingin mengingatkanmu saja, lebih baik pertimbangkan dengan baik untuk melawan Carlos Jose, jika ada kesalahan kamu akan mengalami kesulitan."
"Aku adalah Harger Cardionz yang tidak pernah ragu dengan apa yang ku hadapi," jawab Harger yang bangkit dari tempat duduknya.
"Aku pergi dulu!" pamit Harger yang melangkah menuju ke pintu.
Saat sudah memegang gagangan pintu, Harger menghentikan langkahnya dan menoleh ke Hakim yang sedang duduk dikursi besarnya.
"Dia sudah kembali," ucap Harger pada hakim.
"Siapa?"
"Cameron Victoria" jawabnya dengan senyum dan kemudian melangkah keluar dari ruang kantor.
__ADS_1
"Cameron Victoria? bukankah dia akan bercerai dengan suaminya itu? dia adalah mantan kekasih bocah itu? kenapa dunia ini begitu sempit?" gumam Hakim Albert .