
"Rencanamu ini sungguh menakjubkan, baru kali ini aku mendengar cara pembalasan terhadap suami yang selingkuh," ujar Aniza dengan tertawa.
"Viore, apa kamu akan setuju?" tanya Cameron.
"Apa keuntunganku jika mengoda suamimu yang tidak berguna itu?" tanya Viore dengan senyum.
"Hartanya, aku akan membagikan dua puluh persen hartanya padamu, setelah aku berhasil mendapatkan hartanya," jawab Cameron dengan yakin.
"Tawaran yang bagus, aku menyukainya," ucap Viore sambil meminum minumannya.
"Dasar jal*ng, kau ini sangat suka bermain dengan pria mana pun, mendapatkan kepuasan dan juga uang. kau akan kaya," ujar Aniza dengan tertawa.
"Aku tidak rugi, aku juga bisa mengunakan cara ini menyakiti wanita itu, dan aku yakin Jhony pasti akan tertarik padaku," kata Viore yang dengan senyum.
"Memiliki sahabat yang jal*ng sepertimu cukup menguntungkan juga," ujar Cameron yang bersulang dengan dua sahabatnya itu.
"Mari kita rencanakan dengan baik!" ujar Viore dengan senyum.
"Lalu, bagaimana denganku? kau mengajak ku keluar untuk membantumu, apa yang bisa ku lakukan untukmu?" tanya Aniza.
"Aniza, kenalan mu sangat luas, apa kamu mengenal pengacara yang hebat?" tanya Cameron.
"Kau bertanya pada orang yang tepat, suamiku berteman dengan seorang pengacara yang hebat dan berkelas, hanya saja bayarannya sangat tinggi," jawab Aniza.
"Siapa dia?" tanya Cameron dengan penasaran.
"Harger Cardionz " jawab Aniza.
"Dia adalah pengacara terhebat di masa kini, sudah banyak kasus yang dia tangani selama ini dan selalu menang, tidak ada kata kalah jika dia yang menangani kasusnya," lanjut Viore.
"Cameron, apa kamu pernah mendengar tentang dia?" tanya Aniza.
"Aku hanya pernah mendengar namanya dan tidak pernah melihat beritanya," jawab Cameron.
"Kalau ingin mengunakan dia kau harus bersiap untuk mengeluarkan dana sebanyak dua atau tiga miliar dollar," ujar Aniza.
"Dia sangat mahal sekali," ucap Cameron.
"Apa kau tahu, semahal apapun dia banyak orang kaya yang rela mengeluarkan dana sebanyak itu hanya demi ingin memenang kasus," kata Viore.
__ADS_1
"Dan selain itu bagi para wanita, dia adalah duda menawan dan juga pengacara miliar dollar," ucap Aniza.
"Kelihatannya sangat menarik, baiklah kalau begitu. setelah aku mendapatkan harta Jhony maka aku akan menemui pengacara Harger Cardionz untuk menceraikan Jhony si pria tidak berguna itu," jawab Cameron.
"Aku berikan saja kartu namanya padamu, setelah kamu butuh kamu bisa langsung menemui duda menawan itu," kata Aniza yang memberikan kartu nama kepada sahabatnya itu.
"Baiklah, aku menjadi penasaran seberapa hebat dan menawan sehingga julukannya mengejutkan orang," jawab Cameron dengan senyum dan membaca nama yang tercantum di kartu itu.
"Aku hanya takut kau akan jatuh cinta padanya di saat itu," ujar Viore dengan seraya bercanda.
"Dia bukan hanya pengacara berkelas, tapi juga adalah pria yang sangat dingin. julukan aslinya adalah pengacara berdarah dingin," ucap Aniza.
"Kenapa bisa pengacara berdarah dingin?" tanya Cameron.
"Karena dia sering menghajar penjahat di dalam pengadilan, dia tidak peduli walau ada hakim di sana. dia hanya akan melakukan apa yang dia inginkan," jelas Aniza.
"Suamiku mengatakan Harger Cardionz adalah pria yang paling langka di dunia ini," lanjut Aniza.
"Kenapa langka? dia juga adalah pria seperti yang lainnya?" tanya Viore.
"Dia adalah duda selama sepuluh tahun dan tidak menikah lagi hingga sekarang, bukankah sangat langka? mana ada pria yang tidak menikah setelah bercerai dengan istrinya," jawab Aniza.
"Kau salah Viore, tidak semua seperti pria jal*ng yang kau kenal, Harger Cardionz sangat berbeda dengan mereka," kata Aniza.
"Di dunia ini apakah masih ada pria yang tidak menyentuh wanita? apa lagi selama sepuluh tahun, semua orang memiliki naf.su, kecuali Harger Cardionz adalah pria yang bermasalah dengan wanita,"kata Cameron yang merasa penasaran.
"Hahahahaha, Cameron, kau terlalu meremehkan dia, suamiku sudah lama mengenalnya, sepanjang hidupnya Harger Cardionz hanya sibuk dengan kariernya, dia adalah penggila kerja dan penggila uang. setiap hari dia hanya akan berada di gedung lawyer untuk bekerja. dia selalu sibuk sehingga pulang larut malam," ujar Aniza.
"Aku merasa penasaran apakah pengacara berdarah dingin tidak memiliki naf.su sama sekali," ucap Viore.
"Viore, jangan mengatakan jika kau ingin mencobanya," ujar Aniza.
"Kalian juga tahu aku adalah jal*ng yang suka pria kaya, dia memiliki wajah yang sangat tampan, penampilannya selalu rapi dia adalah idola semua wanita," ujar Viore dengan senyum.
"Sudahlah, jangan membahas itu lagi! mari kita habiskan minuman kita. kemudian kita pergi shopping," kata Cameron.
"Mari kita minum, dan kemudian pergi bersenang-senang," ucap Viore.
Di sisi lain Harger Cardionz baru memenangkan kasus penceraian dan perebutan harta Fermez terhadap suaminya.
__ADS_1
Sidang berakhir setelah keputusan dari hakim di tetapkan.
"Pengacara Cardionz, tidak salahnya aku menemuimu dan percaya padamu, akhirnya suamiku itu hanya bisa bertekuk lutut dan aku mendapatkan harta sebanyak tujuh puluh persen darinya," ujar Fermez yang menghampiri Harger
"Selamat untukmu, tujuanmu sudah tercapai," ucap Harger.
"Apa kita bisa makan bersama? aku ingin merayakan kemenangan kita."
"Kemenangan bagiku adalah hal yang biasa, tidak ada yang mengherankan," jawab Harger dengan cuek sambil menyimpan dokuman ke dalam tas kerjanya.
"Bagaimana kalau malam ini kita bertemu di hotel, aku akan memesan hotel terbaik di negara ini!"
"Nona Fermez, apa yang ingin kau lakukan di dalam kamar hotel bersamaku?"
"Melakukan hal yang menyenangkan bagi kita, karena kita sudah dewasa. jadi wajar saja," jawab Fermez dengan senyum.
"Uangmu sudah ku terima, jadi kau tidak berhutang lagi padaku."
"Anggap ini sebagai bonus atas usahamu, tidak mungkin kau menolak bonus sebagus ini?"
"Tubuhmu sangat ramping dan seharusnya juga indah, hanya saja aku tidak terbiasa menerima bonus yang tidak sesuai denganku," kata Harger dengan terus terang.
"Aku yakin bisa membuatmu kecanduan," ujar Fermez yang berusaha ingin mengoda pria itu.
"Aku tidak akan mudah candu pada sesuatu," jawab Harger yang kemudian melangkah keluar.
Fermez lagi-lagi harus kecewa dengan penolakan Harger. ia selalu saja menginginkan pria itu agar bisa menerima tawarannya, wanita yang di tolak oleh pria dingin itu bukan hanya Fermez seorang. sebelumnya telah banyak wanita yang mendapat penolakan darinya.
Setelah selesai persidangan Harger menuju ke kantor hakim yang dia kenal cukup akrab itu.
Klek.
"Hm...aku mengira kau menerima godaan janda seksi itu," ujar Hakim yang mengusik Harger.
"Apa kamu menganggapku sebagai pria murahan sehingga tergoda oleh wanita itu?" tanya Harger yang duduk di depan hakim itu.
"Kau selalu saja menarik para wanita, sehingga setiap kali kau memenangi kasus mereka, maka mereka pasti akan menjadikan tubuh mereka sebagai tawaran," ujar Hakim.
"Murahan," ketus Harger.
__ADS_1
"Aku mengerti, hanya dia yang kau nantikan selama ini, bukan?" tanya Hakim yang sambil menyusun file yang di atas mejanya.