
Keesokan harinya.
Jhony pergi menjemput Lonela di rumah sakit, kondisi istri ke duanya itu sudah stabil dan telah di izinkan pulang.
"Jhony, aku merasa lapar, bagaimana kalau kita makan di restoran!" ajak Lonela.
"Cameron sudah memasak di rumah, makanan rumah lebih sehat.jadi kita makan di rumah saja ya!" jawab Jhony yang merangkul pundak istrinya itu
"Cameron...Cameron...kapan baru bisa menghilangkan nama ini di pikiran mu? kenapa selalu saja ada bayangan dia di antara kita?" bentak Lonela yang menepis tangan suaminya itu.
"Lonela, kenapa kau tiba-tiba saja marah?" tanya Jhony dengan merasa kesal.
"Aku ingin makan di restoran mewah dan kau malah menolak dan ingin makan di rumah, kalau bukan karena ulah dia mana mungkin aku bisa muntah," ketus Lonela dengan nada tinggi.
"Lonela, kenapa semakin tidak masuk akal? dokter tidak mengatakan kau keracunan, jadi kau mana bisa menuduhnya. lagi pula apa manfaat baginya jika meracunimu?"
"Tentu saja karena dia cemburu, aku bisa hamil anakmu dan ibu mu juga lebih menyayangiku. bukan hanya itu dia juga mandul. seharusnya dia sadar diri dengan statusnya."
"Status dia adalah istri pertamaku dan menantu tertua keluarga Milithen."
"Hahahahah...wanita mandul ingin menjadi menantu tertua keluarga Milithen? apakah dia layak?" ketus Lonela dengan menghina.
"Lonela, cukup! jangan berkata seperti itu lagi! bagaimana pun dia adalah kakakmu. selama ini dia yang menyiapkan semua makanan mu. tapi dia tidak mengeluh sedikit pun. apa itu tidak cukup baik?"
"Mana ada wanita yang telah di madu masih bisa bersabar dan bertahan? dia hanya akting agar bisa mendapat simpati darimu," bentak Lonela.
"Percaya atau tidak terserah padamu, aku adalah suaminya dan aku percaya padanya," kata Jhony dengan tegas dan melangkah pergi.
"Kau....?"ketus Lonela yang merasa kesal.
"Kenapa dia berubah setelah aku masuk ke keluarga Milithen? apa yang di hasut oleh Cameron padanya?" batin Lonela.
Jhony melangkah menuju ke mobilnya dengan di ikuti oleh Lonela. setelah masuk ke dalam mobil mereka hanya diam tanpa bicara sepatah kata pun. suami Cameron menghidupkan mobilnya dan kemudian meninggalkan rumah sakit.
Selama dalam perjalanan suami istri itu hanya diam seribu bahasa, Lonela merasa kesal dan cemburu terhadap Cameron karena suaminya masih sangat perhatian dengan istri pertamanya itu.
Lonela yang sedang mengeluarkan handphonenya tanpa sengaja pegangannya terlepas dan terjatuh di kakinya. saat ia ingin mengambil ia mendapatkan sesuatu yang berbahan kain. lalu ia mengangkat tinggi dan melihat sesuatu yang ada di tangannya.
Ia membulatkan mata besarnya saat melihat benda yang ada di tangannya itu.
"Milik siapaaa?" tanya Lonela dengan nada tinggi dan menunjukan celana da.lam milik wanita lain.
__ADS_1
Jhony yang melihat benda itu ia merasa kaget dan langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Katakan ini milik siapa?" tanya Lonela dengan nada tinggi.
"Apa kau bisa jangan berteriak seperti itu?" tanya Jhony dengan kesal.
"Apakah punya cameron?" tanya Lonela dengan nada ketus.
"Bukan!" jawab Jhony yang keceplosan.
"Apa, bukan dia? lalu siapa wanita itu?" tanya Lonela dengan emosi karena mendapati suami yang baru menikahinya telah berselingkuh.
"Aku...aku....," jawab Jhony yang tidak bisa mengakui.
"Jhony Milithen, apakah semalam kau memanggil wanita? saat aku sedang tidak sehat kau bermain dengan wanita lain?" tanya Lonela.
"Bukan seperti itu, kami tidak jadi melakukannya," jelas Jhony yang berusaha menyakinkan istrinya itu.
"Tidak jadi? celana da.lamnya saja sudah di lepas, siapa yang percaya kau tidak menikmatinya," teriak Lonela dengan kesal.
Karena merasa kesal Jhony kemudian keluar dari mobilnya, ia menyesal tidak perhatikan ada barang wanita di dalam mobilnya sehingga harus di ketahui oleh istri ke duanya itu.
"Jhony Milithen, jawab aku? siapa wanita itu dan apakah semalam kau memanggil wanita hiburan dan bersenang-senang di dalam mobil?" tanya Lonela dengan nada tinggi.
Lonela merasa semakin cemburu dan marah besar, lalu ia pun berjalan menghampiri suaminya.
"Kau sangat tega sekali, Jhony Milithen. aku sedang berada di rumah sakit dan kau malah bersenang-senang dengan wanita lain,"bentak Lonela.
"Iya, aku bersenang-senang dengan wanita lain dan sangat wajar menurutku, aku menikmati tubuh wanita itu, dia sangat cantik dan seksi. apa kau puas?" jawab Jhony dengan ketus.
Plak...
Tamparan yang dilakukan oleh Lonela yang mengenai wajah suaminya.
"Jhony Milithen, aku tidak peduli kau sudah menikah dan masih saja begitu bodoh memilih untuk menikah denganmu, dan kini apa yang kau lakukan, saat aku hamil kau malah bersenang-senang dengan wanita lain. kenapa kau bisa begitu tega padaku," bentak Lonela sambil memukul suaminya.
"Aku adalah pria yang butuh kesenangan, tidak ada salahnya aku melakukan sekali-sekali, setidaknya aku tidak membawa wanita itu pulang ke rumah," ujar Jhony yang menahan tangan istri ke duanya.
"Jhony Milithen, kau jangan lupa diriku sedang hamil anakmu, jika kau melakukannya lagi aku akan mengugurkan anak ini. dan kau akan kehilangan pewarismu satu-satunya, jangan lupa bahwa istri yang kau bangga-banggakan itu adalah wanita mandul," ketus Lonela dengan mengancam.
"Lonela, kalau kau berani melakukannya percaya atau tidak aku akan menghilangkan nyawamu.
__ADS_1
kau tidak perlu mengancamku, jika kau bisa hamil anakku maka wanita lain juga bisa.dan bukan hanya dirimu saja yang mampu hamil anakku," ketus Jhony yang masuk ke dalam mobilnya.
"Hei, kau ingin tinggalkan aku di sini?" tanya Lonela yang menghampiri ke pintu mobil itu.
"Kalau kau masih ingin pulang dengan mobil ini maka cepat masuk ke dalam! dan kalau kau ingin mengajak ribut maka kau jalan kaki saja sendiri,"kecam Jhony dengan sambil menghidupkan mesin mobilnya.
Lonela hanya bisa memilih masuk ke dalam mobil dengan penuh emosi.
Rumah mewah milik Harger Cardionz.
Di siang itu Harger kedatangan seorang tamu yang tak lain adalah sahabatnya sendiri yang adalah suami dari Aniza.
Mereka duduk di tepi kolam berenang sambil berjemur, suami Aniza adalah rekan kerja satu tempat dengan Harger.
"Rumahmu mewah sekali tapi kau hanya tinggal sendirian, apa tidak merasa kesepian?" tanya suami Aniza yang bernama Ricardo.
"Aku sibuk seharian mana mungkin merasa sepi," jawab Harger yang menuang minuman ke gelas beningnya.
"Siang dan malam kau hanya kerja dan kerja," ucap Ricardo yang mengeleng-geleng kepalanya.
"Ini adalah kehidupanku, kau bukannya tidak tahu," kata Harger sambil meneguk minumannya.
"Ada apa kau bertemu denganku hari ini?" tanya Harger pada sahabatnya itu.
"Aku datang ingin memberitahumu, Aniza mengatakan bahwa salah satu sahabatnya akan bercerai dan ingin memperebutkan semua harta milik suaminya," jawab Ricardo.
"Pasti karena suaminya selingkuh," jawab Harger dengan yakin.
"Kau tentu sudah memiliki pengalaman dengan kejadian begini."
"Wanita sangat membenci di khianati sehingga ingin membalas dengan seribu cara," kata Harger
"Dia adalah wanita kuat dan juga sahabat Aniza, oleh sebab itu Aniza berharap kau bisa menangani kasus ini!" ujar Ricardo dengan berharap.
"Siapa pria itu?"
"Jhony Milithen."
"Bukankah dia adalag pengusaha kaya raya?"
__ADS_1
"Kalau dibandingkan dengan mu dia masih kalah," jawab Ricardo dengan tertawa.
"Siapa wanita yang kasihan itu?" tanya Harger sambil meneguk minumannya.