Gairah Pengacara Dingin Terhadap Mantan

Gairah Pengacara Dingin Terhadap Mantan
Rasa Sakit Bagaikan Terkena Ratusan Panah


__ADS_3

"Baiklah, cantik. cepat kita pulang aku sangat tidak sabar lagi ingin melakukannya denganmu!"ucap Jhony yang sedang mabuk.


Viore yang melihat pria itu sedang mabuk ia tersenyum gembira karena telah berhasil menjalankan rencananya.


Sementara Cameron tidak tidur di malam itu sama sekali, dia berada di kamarnya dan sedang berdiri di dekat jendela sambil menunggu kepulangan suami dan sahabatnya itu.


Setelah beberapa menit kemudian sebuah mobil tiba ke depan rumahnya, Cameron tersenyum saat melihat mobil itu. karena ia sadar sahabatnya sedang bersama dengan suaminya yang sedang mabukan.


Viore memapah pria itu yang sedang mabuk melangkah masuk ke dalam rumah, sedangkan pria itu tidak sadar jika dirinya di bawa oleh seorang wanita pulang ke rumahnya sendiri, tidak tahu apa yang akan terjadi jika di ketahui oleh ibunya dan juga Lonela. jam dinding menunjukan pukul 02.00. mereka menginjak ke dalam rumah tanpa di ketahui oleh siapa pun. Lonela dan Rionez pun telah ketiduran.


Viore lalu membawa pria itu ke ruangan pribadinya yang telah di rencanakan oleh Cameron dari awal.


"Pria bodoh, aku akan meninggalkan jejak agar wanita itu mengetahui jika dalam ruanganmu ada wanita lain," gumam Viore yang melepaskan sapu tangan ke lantai menuju ke ruangan itu. lalu ia membawa pria itu masuk ke ruangan tersebut.


Klek...


Viore lalu membawa Jhony menuju ke kursi besarnya.


Tidak lama kemudian Cameron keluar dari kamar yang ada di ruangan itu.


"Cameron, si bodoh ini sudah mabuk, apa lagi yang kita harus lakukan?"tanya Viore dengan suara rendah.


"Biarkan dia menganti nama pewaris di semua asetnya, dan kemudian tanda tangan!" jawab Cameron yang menunjukan surat aset itu kepada Viore.


Jhony yang mabuk tidak sadar di mana dia berada sekarang, Viore memberikan semua surat-surat itu pada pria mabuk itu.


"Sayang, apa kau menginginkanku?" tanya Viore dengan mengoda Jhony, sementara Cameron berdiri di pojokan karena tidak ingin di ketahui oleh suaminya itu.


"Iya, tubuhmu sangat indah, malam itu aku belum puas kau langsung melepaskan nya," jawab Jhony yang menarik lengan Viore dan duduk di pangkuannya.


Sebentar! ada syaratnya jika kau ingin aku menyerahkan diriku padamu!"


"Katakan saja apa syaratmu!" jawab Jhony yang setengah sadar.

__ADS_1


"Tolong tulis nama Cameron di atas sini, dan kemudian kau tanda tangan di bawah ini!" jawab Viore yang bangkit dari kaki pria itu dan menunjukan surat pewaris kepada Jhony yang sedang mabuk.


"Kenapa kau ingin aku menulis nama istriku di sini?" tanya Jhony.


"Hanya menulis saja, dan malam ini aku akan memuaskanmu, apa kau masih ingat dengan dadaku yang kenyal dan mampu membuat adikmu berdiri?" tanya Viore yang mengoda pria itu.


"Aku menginginkanya," jawab Jhony yang memegang dada Viore yang menonjol itu.


"Iya, tulis saja dulu ke semua surat ini! setelah itu apapun yang kamu minta aku akan berikan padamu," jawab Viore yang mengambil pena dan berikan kepada Jhony.


"Aku akan menulis, tapi jangan sampai istriku tahu aku sedang bersamamu!" jawah Jhony yang menulis nama pewaris di surat pewarisnya. walau keadaan mabuk akan tetapi ia masih bisa menulis dan tanda tangan dengan baik.


"Jhony Milithen, kau sudah tamat," batin Cameron.


Setelah beberapa saat kemudian Jhony selesai menulis nama pewaris dan juga tanda tangan di semua surat itu. Viore langsung memberikan kepada sahabatnya yang sedang diam-diam berdiri di pojokan sana.


"Kita berhasil, dan sekarang lanjut ke rencana tiga, yaitu menimbulkan keonaran di dalam rumah ini," ucap Viore dengan suara rendah.


"Aku akan menunggu aksi mu selanjutnya," kata Cameron yang kemudian melangkah pergi dan Viore sengaja duduk di kaki pria itu agar dia tidak melihat kepergian Cameron.


Cameron yang telah berhasil mendapatkan seluruh harta keluarga Milithen merasa puas karena lukanya telah terbalas. ia menyimpan surat pewaris itu di tempat yang aman.


"Dengan begini besok aku sudah bisa menemui pengacara itu," gumam Cameron.


Jam dinding menunjukan pukul 03.00.


Viore masih sedang bermain dengan Jhony yang sedang mabuk, wanita itu sengaja bermain dengan perlahan, ia mencium dada pria itu dan menyentuh bagian senjata Jhony yang sudah menegang.


"Ayo sadarlah dan bermain denganku!" goda Viore dengan mengoda.


Jhony yang merasakan rang.sangan lalu menekan wanita itu ke kasur, ia melepaskan celananya dengan tidak sabar. sementara Viore telah tanpa sehelai benang.


Di sisi lain Lonela yang sedang di kamarnya mendengar ada suara dari lantai bawah ia pun keluar dari kamarnya, dan berjalan menuruni anak tangga. suara yang dia dengar adalah suara seorang wanita yang tertawa dan dirinya pun mengutip sapu tangan yang ber aroma parfum di lantai itu

__ADS_1


"Katakan dulu padaku! apakah kau mencintai Lonela?" tanya Viore yang membuat Lonela menghentikan langkahnya, tentu saja hati Lonela telah hancur karena mendapati suaminya membawa wanita lain pulang ke rumah dan bahkan mereka sedang bersenang-senang di kamar yang ada di ruangan pribadi suaminya itu.


"Katakan padaku! andaikan aku ingin kau membuat pilihan siapa yang kau pilih antara aku dan dia?" tanya Viore dengan sengaja.


"Aku akan memilihmu," jawab Jhony yang memasukan senjatanya ke dalam bagian inti Viore dan langsung melakukan gesekan yang membuatnya merasa nikmat.


Viore melangkah masuk ke ruangan itu dengan tubuhnya yang sedang gemetar dan keringat dingin, ia menghampiri kamar yang pintunya tidak di tutup. saat ia melihat ke dalam sana matanya berbuka lebar karena sedang melihat suaminya sedang bergerak maju mundur di atas tubuh wanita itu.


"Kenapa kau memilihku? apa kau tidak mencintainya?"


"Aku hanya menginginkan janin dalam kandungannya saja," jawab Jhonya yang sedang melakukan gesekan tanpa berhenti.


Lonela yang mendengar ucapan suaminya lagi-lagi membuatnya semakin hancur.


"Tubuh siapa lebih bagus?"tanya Viore dengan sengaja.


"Tubuhmu jauh lebih cantik dan nikmat dari pada dia."


"Bagian mana saja?"


"Wajahmu lebih cantik, dadamu lebih besar dan kenyal, dan yang paling penting bagian mu itu sangat membuatku candu dan nikmat sekali."


"Nikmat seperti apa? apakah Lonela tidak mampu membuatmu nikmat seperti ini?"


"Dia tidak mampu, wajahnya tidak cantik, dadanya juga kecil, serta bagiannya itu tidak begitu nikmat di bandingkan dengan punyamu, dia juga kalah jauh dari Cameron yang memilih wajah dan tubuh yang sangat indah," jawab Jhony yang tidak sadar jika semua ucapannya telah di dengar oleh istri ke duanya.


Bagaikan di sambar petir Lonela yang mendengar semua ucapan suaminya itu. bagaimana tidak, ternyata selama ini pria yang telah menikahinya hanya demi janin dalam kandungannya dan bukan hanya itu, suaminya juga menghina dirinya di depan wanita lain.


Rasa sakit tidak bisa di bayangkan lagi, perasaan sesak bagai di tikam seribu panah yang menusuk di jantungnya.


"Lalu, kenapa kau menghamilinya?"


"Saat itu aku hanya ingin mendapatkan kepuasan saja, dan tidak ku sangka hanya sekali dia sudah hamil."

__ADS_1


"Apa kau puas?"


__ADS_2