
Harger dan Cameron berciuman selama beberapa menit, dan setelah itu mereka sama-sama melepaskan ciumannya.
"Aku akan mengurus gugatan ceraimu terhadap pria itu," ujar Harger dengan jarak dekat menatap Cameron.
"Segera bebaskan aku dari pernikahan ini!"
"Apa kamu mencintainya? dia menikahi wanita lain tanpa sepengetahuanmu, apakah karena kau merasa sakit hati sehingga ingin membalas dendam?"
"Aku merasa sakit bukan karena cemburu, tapi karena mereka tidak ada yang menghargaiku. aku juga manusia yang layak dihargai. tapi pria itu dan ibunya menganggapku seperti kerikil dan hanya tahu menyalahkanku. aku sangat marah dan membenci mereka sehingga aku ingin membalas mereka. kini semua harta keluarga Milithen telah jatuh ke tanganku," jelas Cameron.
Harger yang mendengar penjelasan kekasihnya ia kembali memeluk wanita itu dengan erat.
"Aku akan membebaskan mu dari pernikahan ini, dan membuatmu di sisiku lagi," ujar Harger.
"Ceritakan semua kehidupan mu selama sepuluh tahun ini! aku ingin mengetahuinya," kata Harger.
Cameron lalu menceritakan semua tentang dirinya selama ini.
Setelah satu jam kemudian.
"Cameron, aku menyesal karena tidak mencarimu selama ini," ujar Harger yang duduk bersama dengan Cameron di sofa
"Masa lalu jangan di ungkit lagi! mungkin memang ujian bagi kita, yang paling penting adalah kita sudah bertemu kembali," kata Cameron.
"Setelah bercerai mari kita menikah!"
"Tidak bisa."
"Kenapa? apa kau tidak sudi menikah denganku?"
"Bukan seperti itu, penceraian ku dan Jhony pasti akan heboh, keluarga Milithen sangat terpengaruh. selain itu kamu juga menjadi pengacaraku. jika saja kita menikah sekarang maka akan banyak gosip yang mengatakan aku berselingkuh dari awal hingga mengugat cerai suami sendiri, sementara reputasimu juga akan hancur. aku tidak mau karier hancur karena ini."
"Cameron, aku tidak menyangka kau bisa memikirkan sejauh itu, baiklah aku akan menunggu hingga waktu yang tepat dan kemudian menikah denganmu. asal kau berjanji padaku tidak menjauh dariku saja," ucap Harger yang mencium bibir kekasihnya.
"Aku telah membuang waktu sia-sia selama sepuluh tahun, aku tidak ingin mengulanginya lagi," ujar Cameron.
"Berapa bayaran yang kamu terima untuk menangani kasus ini?"
"Walau aku adalah penggila uang, tapi untukmu tidak perlu. karena yang aku butuh adalah kamu," jawab Harger yang mencium lagi bibir Cameron.
__ADS_1
Di sisi lain Jhony memeriksa kesehatannya di rumah sakit, ia mulai merasa curiga pada diri sendiri sehingga mengambil keputusan yang kuat untuk melakukan pemeriksaan pada dirinya.
Siang itu ia sedang duduk di rumah sakit sambil menunggu laporan dengan tidak sabaran. raut wajah kusut, pikiran kacau semua menjadi satu.
"Andaikan aku yang bermasalah maka aku sudah menyakiti Cameron dengan begitu dalam, dan juga siapa anak dalam kandungn Lonela? jangan sampai beraninya dia berbohong padaku. jika tidak, aku pasti tidak akan melepaskan dia," batin Jhony.
Jhony mengeluarkan handphonenya dan menekan nomor seseorang.
Ia mendekatkan handphone di telinganya dan menunggu jawaban seseorang dari seberang sana.
"Kenapa tidak ada yang angkat? apakah dia sedang marah padaku?" gumam Jhony.
"Cameron, jawablah panggilanku! aku hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja.
Setelah melakukan panggilan berulang kali akhirnya ada yang menjawabnya dari seberang sana.
"Ada apa lagi?" sahut Cameron.
"Cameron, akhirnya kau menjawab panggilanku, kau ada di mana? aku sedang berada di rumah sakit untuk memeriksa kesehatanku."
"Bukan urusanku lagi."
"Semua sudah terlambat!"
"Cameron, kita telah menjadi suami istri selama tiga tahun, apakah kau tega abaikan pernikahan kita begitu saja?"
"Jhony, kau sudah tahu kita menikah selama tiga tahun tapi kau dengan begitu mudahnya berselingkuh berulang kali, pertama kali kau berselingkuh sehingga menikahinya diam-diam. dan ke dua, kau berselingkuh dengan sahabatku sendiri. kau yang duluan mengkhianati pernikahan kita. dan di sini aku ingin mengatakan bahwa aku sudah membuat keputusan untuk bercerai denganmu."
"Apa? gugat cerai?" tanya Jhony yang merasa tidak percaya.
"Terima atau tidak kita harus bercerai, karena aku tidak mau lagi menjadi budak di rumah itu. aku tidak mau lagi menjadi korban bagimu dan juga ibumu!"
"Cameron, kau tahu aku mencintaimu."
"Cinta itu apa bagimu? kau tidak mencintaiku atau siapa pun, kau hanya mencintai ibumu dan dirimu sendiri. semua wanita bagimu hanyalah mainan bagimu. dan aku tidak mau menjadi orang bodoh lagi."
"Cameron..."
"Aku akan menghubungi mu setelah selesai semuanya," kata Cameron yang kemudian memutuskan panggilannya.
__ADS_1
Jhony semakin kacau pikirannya di saat istri pertamanya mengugat cerai dirinya. ia mengacak-ngacak rambutnya hingga berantakan dengan raut wajah yang kusut.
Tidak lama kemudian seseorang yang keluar dari ruangan tempat pengambilan laporan tersebut.
"Apakah Anda adalah tuan Jhony Milithen?"
"Iya," jawab Jhony yang bangkit dari tempat duduknya.
"Laporan Anda sudah keluar."
"Terima kasih," ucap Jhony yang menerima laporannya, dengan tidak sabar ia membuka dan membaca isinya.
Saat membaca hasilnya raut wajah Jhony menjadi gelap dan tatapannya juga seakan-akan ingin menelan seseorang.
Ia langsung melangkah keluar dan menuju ke mobilnya. rasa tidak percaya pada hasilnya sendiri.
Dalam perjalanan.
Jhony melajukan mobilnya dengan cepat, wajahnya berubah menjadi menakutkan tidak tahu siapa yang membuatnya merasa kesal. tidak lama kemudian ia tiba-tiba saja menghentikan mobilnya.
"Hm...aku adalah Jhony Milithen, seorang pewaris sukses dan di kenal banyak orang, tapi hidupku sangat kasihan sehingga harus menanggung semua ini. Lonela, anak siapa yang kau kandung itu? dari awal kau sudah membohongiku, lihat saja balasan dariku," batin Jhony.
Jhony menjalankan kembali mobilnya, tidak tahu ia ingin pergi ke mana, jalan yang ia tuju bukanlah menuju ke rumahnya.
Setelah beberapa menit kemudian Jhony menghentikan mobilnya di depan club malam.
"Panggilkan semua gadis cantik dan seksi datang ke hadapanku!" perintah Jhony yang mengeluarkan sejumlah uang dan menunjukan kepada manager club.
"Atas permintaan Jhony manager club malam itu memanggil semua gadis yang masih muda cantik dan seksi untuk keluar bertemu dengan pelanggannya itu.
"Tuan, selamat datang," ucap mereka dengan sopan.
Jhony yang melihat mereka menjadi lupa sesaat masalah yang dia hadapi. bagaimana tidak, semua gadis itu hanya berusia 20 tahun hingga 25 tahun. mereka memiliki dada yang besar, dan tubuh yang ramping. kulit putih yang mulus dan seksi. karena sudah tidak bisa menahan hasratnya Jhony lalu menarik salah satu gadis itu menuju ke ruangan karaoke.
"Malam ini aku akan memilih mereka berempat," ujar Jhony yang menarik salah satu dan melangkah pergi.
Saat masuk ke dalam ruangan karaoke Jhony melepaskan celananya sehingga tanpa balutan, senjatanya yang sudah menegang dan tanpa ingin membuang waktu lagi ia langsung menerobos goa favoritnya. ia melepaskan hasratnya yang sebelumnya gagal berulang kali.
Setelah satu jam kemudian Jhony keluar dari ruangan itu, tiga gadis pilihannya sedang menunggu di luar.
__ADS_1
"Aku akan membayar kalian dengan harga yang tinggi, akan tetapi aku ingin kalian semua melakukan satu hal untukku!"