
Setelah merasa puas Harger menghentikan aksinya. ia mencium bibir istrinya dengan dalam. walau telah selesai mereka masih saja saling berpelukan dan berciuman tanpa berhenti.
"Aku tidak menyangka gairah mu sangat tinggi," ucap Cameron yang melepaskan ciumannya.
"Hanya denganmu aku merasakan ini," ujar Harger dengan senyum.
"Ada yang harus kita tonton malam ini," ucap Harger yang masih menindih istrinya.
"Apa itu?"
"Mungkin saja Carlos Jose akan mengutuskan anggotanya untuk memindahkan semua barangnya dari pengunungan itu," jawab Harger.
"Bagaimana kamu bisa yakin jika dia memang ada menyimpan barang di sana?"
"Hanya tebakanku, karena dia sering ke sana dan aku mencurigai jika dia melakukan transaksi bisnis gelap, oleh karena itu aku ingin memerangkap dia."
"Dengan cara apa?"
"Hanya dengan beberapa kata saja.*
"Apa dia bisa terperangkap?"
"Kalau dia ada melakukannya, maka dia akan segera menyelamatkan barang itu."
"Aku merasa penasaran apa yang kau katakan padanya?"
"Aku hanya memberitahu dia, bahwa aku sedang menangani kasus narkoba dan tempat penyimpanan ada di tempat terpencil, hanya saja aku belum memastikan. dan aku yakin dia pasti akan segera memindahkan semua barangnya jika dia memang melakukan bisnis itu," jelas Harger.
"Kau sangat pintar memerangkap sasaranmu,"ucap Cameron dengan senyum.
__ADS_1
"Aku tidak suka membuang waktu dan lebih suka dengan cara cepat. dengan cara beberapa kata mungkin saja aku bisa memancingnya keluar," kata Harger.
"Mari kita sarapan dan bersiap-siap dengan rencana kita!" ajak Harger yang bangkit dari tubuh istrinya.
"Apakah kamu ada rencana lain?"
"Iya, akan datang para tamu ke sana," jawab Harger yang menuju ke kamar mandi bersama dengan istrinya.
Malam hari.
Sekelompok mobil box menuju ke sebuah tempat yang di pegunungan yang sangat terpencil. sejumlah puluhan mobil itu berjalan dengan perlahan dan tidak lama kemudian mereka tiba di depan tempat yang mereka tuju.
"Buka pintunya dan cepat keluarkan barangnya!" perintah salah satu anggota itu.
Seorang pria turun dari mobilnya dengan di kawal oleh beberapa orang.
"Tuan, jangan khawatir kita pasti bisa berhasil," kata anggotanya.
"Baik, Tuan."
Semua anggota dengan cepat memindahkan sejumlah peti kayu dari goa itu ke mobil mereka. puluhan orang mempercepatkan gerakannya melakukan pekerjaan mereka.
"Mudah-mudahan yang dia katakan bukan tempat ini, walau pun bukan, demi keamanan lebih baik segera dipindahkan," batin Carlos.
Saat mereka sedang berburu pindahkan barang, tiba-tiba saja salah satu peti yang diangkat oleh anggotanya terjatuh sehingga isi-isinya berserakan di atas tanah.
Prak....
"Maaf, Tuan. maaf!" ucap anggotanya yang sedang mengutip barang-barang yang kemasan kecil.
__ADS_1
"Kalian ini sangat lalai sekali, cepat ambil dan masukkan ke mobil!" perintah Carlos yang merasa cemas.
Barang yang berserakan itu adalah barang kemasan plastik, dalamnya terlihat dengan jelas adalah tepung yang berwarna putih. di saat mereka sedang sibuk datanglah belasan para reporter yang langsung memotret dan menghidupkan kamera mereka. sehingga cahaya kamera mengenai wajah-wajah Carlos dan juga anggotanya semua.
"Tuan Carlos Jose, apakah Anda melakukan bisnis ilegal?" tanya salah satu repoter yang mengkerumuni pejabat tinggi itu.
Raut wajah Carlos menjadi pucat dan cemas sehingga tidak bisa berkata apa pun. habis sudah namanya yang selama ini dijunjung tinggi oleh para masyarakat dari beberapa negara.
"Menjauh dari tuan kami!" bentak salah satu pengawalnya.
Malam itu terjadilah aksi saling dorong antara para reporter dan pegawal Carlos. para reporter menjadi heboh karena seorang pejabat tinggi yang selama ini di hormati oleh semua orang, kini telah terbongkar rahasia bisnis gelapnya.
"Tuan Carlos Jose, apakah Anda adalah pengedar narkoba?"
"Sudah berapa lama?"
"Selama ini Anda telah menjadi panutan semua orang, dan kini Anda melakukan bisnis yang melanggar undang-undang. bagaimana dengan penjelasan Anda?"
"Selama ini Anda telah menipu semua orang."
"Menjauh dari tuan kami!" bentak pengawal Carlos Jose.
"Pergi! sebelum aku menembak kalian!" kecam salah satu pengawal Carlos Jose.
Semua pengawal Carlos Jose mengeluarkan pistol dan menodong ke arah para reporter. suasana mencekam di saat itu. Carlos Jose hanya bisa diam tanpa bisa berkata-kata. dia hanya bisa mengunakan tangannya menghadang cahaya lampu yang menerangi wajahnya itu.
"Selama ini Anda mengunakan uang Anda untuk membantu banyak warga yang tidak mampu, apakah semua uang itu hasil dari uang haram?"
"Tuan Carlos Jose, Anda adalah panutan kami dan malam ini kami sudah tahu ternyata semua ini hanyalah aktingmu saja," ketus para reporter.
__ADS_1
"Kalian ingin menembak kami? lakukan saja, kejadian malam ini sudah tersebar dan jika kami mati Anda juga akan menjadi tersangkanya," bentak reporter.
"Seorang pejabat bersifat seperti mafia, Anda sangat memalukan negara kita."