
Harger dan Cameron tanda tangan surat pernikahan, kini mereka telah menjadi suami istri sah di sisi undang-undang. hanya saja mereka masih belum bisa terbuka atas hubungan mereka di depan umum.
Setelah selesai mengurus buku pernikahan, mereka kembali ke rumah dengan mobil masing-masing.
Beberapa menit kemudian mereka kembali ke kediaman Harger. setelah turun dari mobil mereka bergandengan tangan dan melangkah masuk ke dalam.
Harger mengeluarkan seuntai kalung emas yang terdapat sebuah cincin pernikahan. dan kemudian ia memakaikan kalung itu ke leher istrinya.
"Cincin ini?" ucap Cameron.
"Ini adalah cincin pernikahan kita," jawab Harger yang memberikan kalung yang lain kepada istrinya.
Cameron mengambil kalung itu dan memakaikan ke leher pria yang telah menjadi suaminya itu.
"Karena kita belum bisa publikasi hubungan kita, maka cincin ini kita ikat ke kalung sepasang kita. dan bawa bersama ke mana pun kita pergi," kata Harger.
"Aku tidak masalah dengan semua itu. asal bersamamu aku sudah sangat bahagia," ucap Cameron dengan senyum bahagia.
"Cameron, beri aku waktu untuk memberitahu semua orang tentang hubungan kita. saat ini masih belum waktu yang tepat. aku tidak ingin mereka salah paham denganmu menceraikan pria itu demi bersamaku aku tidak ingin ada yang menuduh mu seperti ini ," kata Harger sambil memeluk pinggang istrinya
__ADS_1
"Aku percaya padamu, aku tidak merasa ragu terhadapmu. dan aku juga tidak masalah jika orang luar tidak tahu mengenai hal ini. bagiku yang paling penting sudah menjadi istrimu," jawab Cameron dengan mata berkaca-kaca.
"Tidak ada lagi yang akan menghalang kita bersama," ujar Harger yang menarik istrinya ke dalam pelukannya.
Mereka saling berpelukan mesra dengan begitu erat. tentu saja mereka merasa bahagia, bisa menjadi suami istri adalah impian mereka dari sejak dulu.
"Apa aku sudah bisa menjadi asistenmu?"
"Tentu saja bisa," jawab Harger yang melepaskan pelukannya.
"Kapan aku bisa ke kantormu?"
"Apakah masih belum ada informasinya?"
"Tidak ada sama sekali, dia seperti menghilang begitu saja."
"Kita pasti akan mendapatkan dia. aku yakin padamu," ucap Cameron.
"Terima kasih karena selalu yakin padaku."
__ADS_1
"Kau adalah pengacara yang hebat, tentu saja bisa pecahkan kasus apa saja, aku sudah mendengar tentang dirimu," kata Cameron yang memeluk suaminya kembali.
Dua hari kemudiam
Law Group Carlifornia.
Harger sedang mengetik sesuatu dilaptop miliknya untuk menangani kasus korupsi seorang pejabat tinggi yang selama ini tidak ada yang berani menangkapnya walau memiliki bukti kesalahannya.
Carlos Jose memiliki sejumlah pendukung masyarakat carlifornia, tentu saja untuk menjatuhkan dia tidak semudah merobohkan sebuah bangunan. Harger perlu memutar otaknya untuk mencari jalan agar bukti kesalahan yang telah dia kumpulkan bisa tersebar luas.
"Carlos Jose, aku penasaran apa yang akan terjadi setelah bukti kesalahanmu tersebar luas? mereka banyak memiliki bukti kesalahan mu tidak ada berani menyentuhmu, aku ingin tahu seberapa kuat pondasi yang kau bangun itu sehingga tidak ada yang bisa merobohkanmu," ucap Harger yang menyandarkan diri.
Cameron yang telah bekerja dengannya membantu menyiapkan semua laporan atau pun data mengenai kasus yang ditangani oleh suaminya. siang itu wanita cantik itu melangkah masuk ke ruangan suaminya untuk mengantar laporan.
Klek..
"Harger, aku sudah siapkan data yang kamu mau, Carlos Jose sering berkunjung ke rumah yang ada dikawasan gunung. tempat itu sangat terpencil, setiap bulan sekali dia akan ke sana dengan ditemani oleh beberapa pengawalnya," kata Cameron yang memberi laporan mengenai Carlos Jose.
"Tempat terpencil itu tidak bisa menghasilkan uang untuknya dan juga bukan tempat hiburan, kalau tidak ada manfaat maka dia tidak akan muncul di sana," ucap Harger yang sambil membaca laporan itu.
__ADS_1
"Apakah ada sesuatu yang tidak ketahui orang? tapi jika ada rahasia bukankah sangat bahaya karena setiap pergi pasti banyak yang tahu. dia akan memberitahu semua orang setiap dia ke sana. sehingga bagi masyarakat ini adalah hal yang biasa," ujar Cameron dengan penarasaran.