Gairah Pengacara Dingin Terhadap Mantan

Gairah Pengacara Dingin Terhadap Mantan
Hajar Habis-habisan


__ADS_3

"Aku bisa menuntutmu karena kau melukaiku," bentak Carlos yang kesakitan.


"Menuntutku dengan cara apa? kau telah menipu semua orang, di negara kita kau sudah memiliki catatan hitam. siapa yang akan percaya padamu," bentak Harger yang memukul terus menerus tubuh Carlos tanpa berhenti.


Bruk...


"Aarrghhh...,"


Bruk...


"Aarrghhh...,"


Bruk...


"Aarrghhh...,"


Pukulan tanpa berhenti yang dilakukan oleh Harger terhadap Carlos.


"Jangan pukul lagi!"teriak pria itu.


"Untuk apa kau ikut campur? bukankah kau tidak mengenalnya? aku akan memaksa dia mengatakan di mana posisi anak buahnya," bentak Harger pada pria itu sambil memukul Carlos dengan keras.


Bruk...


"Aarrghhh...."


Bruk...


"Aarrghhh...."


"Hentikan...hentikan...," teriak pria itu yang berusaha menghentikan aksi pengacara itu.


Harger memang sengaja melakukan tindak kekerasan untuk menyiksa Carlos agar bisa terbongkar di mana sarang mafia tersebut.


"Seorang pejabat yang dihormati ternyata bajing*n, apa kau tidak merasa malu terhadap Masyarakat? kau memiliki anak buah dibelakang. kalau kau tidak mengatakannya maka jangan salahkan aku menyiksa mu sampai mati," bentak Harger sambil memukul seluruh tubuh Carlos dengan keras


Bruk...


"Aarrghhh...."

__ADS_1


Bruk...


"Aarrghhh...."


Bruk...


"Aarrghhh...."


Bruk...


"Aarrghhh...."


"Kau akan ku tuntut," ketus Carlos yang tidak berdaya dan tergeletak menerima pukulan dari pengacara itu.


"Kau ingin menuntutku? hahahahaa...apa kau lupa aku adalah orang yang menuntutmu," ujar Harger yang menampar wajah pria paruh baya itu.


Plak...


"Aarrghhh...."


Plak...


"Aarrghhh...."


Tidak lama kemudian Kepala polisi dan anak buahnya berlari menuju ke penjara itu.


"Harger Cardionz, apa yang kau lakukan? cepat hentikan! kau tidak boleh menyiksa tahanan di sini!" teriak kepala polisi itu.


Harger mengabaikan teriakan para polisi yang diluar penjara itu.


"Buka pintunya...cepat hentikan!"


"Harger Cardionz, kau bisa membunuhnya sebelum dia dijatuhkan hukuman."


"Aku memang ingin membunuh manusia sampah ini," jawab Harger yang menghentikan aksinya. ia menghampiri pria itu yang masih dalam kondisi terikat ditangannya.


Harger melepaskan ikatan tangan pria itu, lalu ia mengambil dasi miliknya dan menghampiri Carlos yang sudah bengkak diwajahnya dan kesakitan sehingga tidak berdaya.


"Apa yang kau ingin lakukan?" tanya pria itu yang melihat pengacara sedang melilit dasi ke leher bosnya itu.

__ADS_1


"Hei...jangan sembarangan, kau adalah pengacara bukan pembunuh," teriak para polisi itu yang berusaha ingin menghentikan aksi Harger.


"Hentikan....jangan membunuh orang, di sini adalah penjara," teriak salah satu polisi itu.


"Kau sudah lupa di mana sarang mafia, bukan? kalau begitu untuk apa kau hidup lagi," bentak Harger yang menarik dasi yang melilit leher Carlos dengan kedua tangannya.


Dor...dor...


Tembakan polisi ke arah gembok yang di kunci ke bagian dalam.


"Tidak bisa membukanya."


"Cepat keluarkan kuncinya? di mana penjaga? ambil kunci dengan dia!" teriak kepala polisi itu yang merasa cemas.


"Aarrghh...."jeritan Carlos yang wajahnya memucat serta kakinya yang sedang meronta, lehernya di lilit oleh pengacara itu dan kemudian ditarik sehingga ia tidak bisa bernafas.


"Ingin melawanku? lihat saja kau akan mati membusuk di sini," ketus Harger yang masih sedang menarik dasi itu.


"Aku tahu di mana alamat kami, aku akan memberitahu mu, tolong lepaskan dia!" teriak pria itu yang ingin menyelamatkan bosnya yang hampir tewas.


"Kau sudah ingat? ingatan mu sudah kembali?"tanya Harger yang masih belum menghentikan aksinya. ia masih menarik dasi itu.


"Iya, aku ingat semuanya. tolong lepaskan bos kami!"


Sesaat kemudian Harger melepaskan tangannya. Carlos yang menerima siksaan dari Harger hampir saja tewas, ia tergeletak tidak berdaya dan lemas, wajahnya pucat, bengkak dan mulutnya masih mengeluarkan darah segar.


Tidak lama kemudian polisi itu berhasil membuka kunci gembok dan mereka pun langsung berlari masuk dalam melihat kondisi Carlos.


"Kenapa kau baru ingat sekarang? kalau ingatanmu pulih dari awal maka bosmu itu tidak akan menerima siksaan dariku," ucap Harger dengan senyum.


"Harger Cardionz, kenapa kau selalu saja suka bertindak seenakmu, di sini adalah penjara," bentak kepala polisi itu yang merasa kesal.


"Pak, dia masih hidup," ujar bawahannya.


"Dia tidak akan mati dengan cepat, kalau dia mati maka sangat memudahkan dia. orang seperti dia harus menderita seumur hidup," kata Harger.


"Kembalikan tongkat ini pada pemiliknya!" ujar Harger yang menyerahkan tongkat yang dia pinjam tadi kepada kepala polisi. dan setelah itu ia pun meninggalkan penjara setelah puas menyiksa sasarannya itu.


"Dasar pengacara tidak waras...," teriak kepala polisi itu yang sedang kesal.

__ADS_1


__ADS_2