Gairah Sang Mantan (After Divorce)

Gairah Sang Mantan (After Divorce)
Kau Siapa?


__ADS_3

Sementara itu, Arron yang sedang mengendarai mobilnya menuju ke apotek, tiba-tiba teringat jika dompetnya masih tertinggal di villa. Reflek, laki-laki itu pun menghentikan laju mobilnya lalu mengarahkan mobil tersebut putar balik ke arah villa.


"Astaga, kenapa aku sampai lupa tidak membawa dompet seperti ini? Pasti aku terlalu panik," gumam Arron saat memutar balik mobilnya.


Karena belum jauh, 2 menit kemudian, Arron pun sudah sampai di villa. Akan tetapi, ketika dia masuk ke dalam villa tersebut, Arron mendapati Queen tengah duduk di ruang tamu sambil tertawa bersama teman-temannya. Hal itu, tentu saja membuat Arron merasa heran, dia pun mendekat ke arah Queen dan menanyakan keadaan gadis tersebut. Sedangkan Queen, yang tak mengira Arron kembali begitu cepat, tentunya merasa sangat terkejut dengan kehadiran Arron.


"Apa kau sudah sembuh, Queen?Kenapa kamu duduk di sini?" tanya Arron sambil mengerutkan keningnya. Apalagi, wajah wanita itu pun sudah tidak terlihat pucat.


"Oh sebenarnya, masih sedikit sakit, cuma ada kegiatan yang harus aku pantau di sini."


"Lalu, dimana Kiara sekarang?"


Jantung Queen semakin kencang, tentunya dia merasa takut Arron mengetahui rencana liciknya itu. Queen pun hanya terdiam mendengar perkataan Arron. Dia bingung harus menjawab apa, karena saat itu Kiara sedang berada di bungalow belakang villa.


Melihat gelagat aneh di wajah Queen, seketika emosi Arron pun tersulut. "Queen, apa yang sebenarnya terjadi? Dimana Kiara?" bentak Arron. Tak ada jawaban apapun dari Queen, wanita itu hanya tertunduk. Sedangkan Arron tak mampu lagi membendung emosinya, dia pun mendekat lalu mencengkram kerah pakaian Queen.

__ADS_1


Diperlakukan demikian oleh Arron, Queen tentunya merasa takut. Dia tak menyangka jika Arron akan bersikap seperti itu padanya. "Tolong katakan di mana Kiara sekarang, atau aku bisa saja membunuhmu, Queen!" ancam Arron seraya melotot tajam pada manik mata wanita itu yang tentunya menghindar dari tatapan Arron.


"QUEEN!"


"Di-di belakang," jawab Queen pada akhirnya.


"Katakan yang jelas, Queen!"


"Di bungalow belakang," lirih Queen seraya menunduk, tak mampu lagi menatap wajah Arron. Dengan langkah cepat, Arron pun bergegas menuju ke bungalow belakang.


BRAK


Amarah Arron yang telah menguasai hatinya, kian memuncak saat melihat Kiara terjebak dalam keadaan seperti ini. Memang saat itu, Arron belum tahu jika Kiara diberi obat perangsang oleh Queen. Saat Arron menatap Kiara, hanya tatapan sendu seolah sedang mengiba.


"Lepaskan tangan kotormu dari wanita itu!" bentak Arron.

__ADS_1


"Memangnya kau siapa, nggak usah ikut campur. Lebih baik kau pergi dari sini, brengseek!" geram Arron, lalu melangkah maju, dan langsung menerjang dengan sebuah bogem mentah, dan membuat laki-laki itu kesakitan.


Arron lalu melirik pada Kiara yang saat ini terlihat begitu gelisah, bahkan gadis itu seperti tak bisa mengontrol pergerakan tubuhnya sendiri. Kiara sungguh merasa tidak nyaman dan butuh seseorang untuk menggaruk area inti tubuhnya yang terasa sangat gatal.


Arron yang melihat kegelisahan Kiara, pun langsung naik pitam. Detik itu juga, dia menyadari jika saat ini ada sesuatu yang tak beres pada Kiara.


"Dasar brengsekk, kau apakan dia!" bentak Arron kembali, lalu mengambil gelas di atas nakas dan memukulnya. Melihat pecahan gelas di tangan Arron, laki-laki yang ada di depannya pun merasa panik. Apalagi Arron terus melangkah maju, mendekat pada pria itu.


"Hai brengsekk! Jangan bilang kalau kau cuma bisa omong kosong dan bersikap pecundang seperti ini pada wanita!"


"Maaf, aku cuma diperintah oleh seseorang."


Mendengar jawaban laki-laki itu, tentunya Arron merasa makin semakin marah, pikiran negatifnya pun kembali tertuju pada Queen. Melihat Arron yang terdiam, laki-laki itu pun mengambil kesempatan dengan bergegas pergi dari bungalow.


Awalnya, Arron berniat mengejar laki-laki itu untuk mendengarkan penjelasan lebih darinya. Akan tetapi, melihat keadaan Kiara yang begitu tersiksa, Arron pun mengurungkan niatnya itu dan memilih untuk menolong Kiara.

__ADS_1


"Kiara, apa kau baik-baik saja?"


"Kau siapa? Kenapa kau tampan sekali?"


__ADS_2