Gairah Sang Mantan (After Divorce)

Gairah Sang Mantan (After Divorce)
Skenario Kehidupan


__ADS_3

Melihat Lila yang terkapar, gegas Alvian mengangkat tubuh wanita itu. Kiara pun tak tinggal diam, dia melepaskan jarum infus begitu saja, lalu mengikuti langkah Alvian menuju ke ruang emergency. Hampir setengah jam mereka duduk di depan ruangan emergency, hingga seorang dokter mendekat ke arah mereka.


Akan tetapi, saat melihat raut wajah dokter tersebut, perasaan Kiara semakin memburuk. Raut wajah dokter itu menyiratkan sebuah kecemasan, seolah tanpa berkata, Kiara pun tahu apa yang sedang terjadi dari ekpresi dokter tersebut.


'Oh Tuhan, tegarkan aku jika sesuatu terjadi pada mama, dan tolong berikan kesembuhan padanya,' batin Kiara.


"Maaf jika saya harus menyampaikan berita ini, Nyonya Lila mendapat serangan jantung mendadak. Saat ini, keadaannya kritis, dan harus mendapat perawatan di ruang ICU."


Hati Kiara begitu hancur mendengar perkataan dokter tersebut. Bersamaan dengan itu, Tya dan Yanuar, papa Kiara yang sudah diberi tahu oleh Alvian, kini sudah ada di depan ruang emergency.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Yanuar dengan tatapan penuh intimidasi.


"Katakan apa yang sebenarnya terjadi, Kiara! Pasti tidak mungkin keadaan mama tiba-tiba menurun seperti itu tanpa ada akibatnya kan!"


Kiara hanya terisak, sedangkan Alvian mengajak Yanuar dan Tya menjauh dari Kiara yang kini terlihat begitu syok.


'Maafkan aku Ma, semua ini terjadi karena kesalahan dan keegoisanku,' batin Kiara disela derai air mata yang menetes. Setelah mendengar penuturan dari Alvian, Yanuar mendekat ke arah Kiara, lalu mendaratkan tamparan keras di pipi hingga sudut bibir Kiara mengeluarkan sedikit darah.


"Memalukan! Sejak kapan aku mengajarimu menjadi wanita murahan dengan merayu suami orang hah!" bentak Yanuar, lalu pergi meninggalkan Kiara yang masih terisak. Sedangkan Tya, hanya menatap Kiara dengan tatapan nanar, sebenarnya dia merasa iba dengan adiknya, dia tahu bagaimana dalamnya perasaan cinta antara Kiara dan Arron, akan tetapi memang saat ini keadaannya sudah berbeda, yang dilakukan Kiara dan Arron adalah sebuah kesalahan.


Wanita itu pun memeluk Kiara yang hanya bisa duduk sambil menangis sesegukan, tanpa menghiraukan tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang yang  berlalu-lalang.


"Yang sabar, Ara. Kakak ngerti kok," ujar Kiara sambil memeluk tubuh adiknya itu, dan melirik pada Alvian, yang kini juga sedang menggenggam tangan Kiara, seolah sedang memberikan kekuatan. Raut wajah Alvian, tampak begitu bingung dan gusar, dalam benak Tya, wanita itu berpikir jika Alvian, pasti juga sedang terguncang saat mengetahui kenyataan yang terjadi. Akan tetapi, sebenarnya dia sedang bingung, karena sudah tidak sabar untuk memberi tahu pada Queen apa yang sebenarnya terjadi. Namun, saat ini dia sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk menghubungi Queen.


"Are you okay, Alvian?"

__ADS_1


"Iya Kak, aku baik-baik saja. Apapun yang terjadi, aku akan tetap menikahi Kiara."


"Terima kasih banyak atas kebaikanmu, Alvian. Kamu beruntung banget, Ara. Bisa dapet calon suami yang nerima kamu apa adanya gini."


***


Di sisi lain, Arron yang sedang mengendarai sebuah mobil milik anak buahnya tampak begitu seksama mengikuti kemana mobil Queen melaju. Ya, Arron memang sengaja mengendarai mobil anak buahnya yang telah dipersiapkan agar Queen tidak mengetahui jika dia sedang membuntutinya.


"Arah Bandung? Queen pergi ke Bandung? Mau apa sampai pergi ke luar kota seperti ini? Bukankah cafe yang dia bangun bersama teman-temannya ada di pusat kota? Ya, aku yakin pasti dia sedang pergi ke suatu tempat rahasia, tempat dia dan mamanya menyembunyikan anak kandung Papa Bram."


Sementara itu, di mobil yang ditumpangi Queen, wanita itu terlihat beitu gusar, beberapa kali dia mengecek ponselnya, akan tetapi dia belum juga mendapat kabar dari Alvian tentang siapa ayah biologis dari anak yang dikandung oleh Kiara. Tak dapat dipungkiri, jika sosok Arron selalu saja terlintas di benaknya, apalagi satu bulan yang lalu Arron sempat beberapa kali ijin ke luar kota. Akan, tetapi dia menepisnya dan meyakinkan pada dirinya sendiri jika Arron selama ini belum pernah bertemu dengan Kiara.


"Ah sudahlah, lebih baik masalah Kiara, kuurus saja nanti, sekarang yang terpenting adalah urusanku dengan papa. Aku harus segera ke panti dan membungkam pemilik panti itu lagi agar tidak memberi tahu jika ada yang menanyakan tentang Kiara. Waktuku sudah banyak terbuang selama tiga minggu terakhir ini untuk berpura-pura menjadi istri yang baik di mata Arron. Jangan sampai aku lengah, dan anak buah papa tahu keberadaan panti itu. Laki-laki tua itu sekarang semakin berbahaya!"


"Selamat siang," sapa Queen pada ibu panti, yang tentunya terkejut dengan kedatangan Queen.


"Nona Queen, lama tak bertemu?"


"Maaf ibu panti, saya sedang tidak ingin berbasa-basi, kedatangan saya kemari untuk membicarakan Kiara. Sekali lagi, saya minta ibu panti untuk menutup mulut tentang siapa Kiara sebenarnya, jangan pernah memberi tahu tentang siapa itu Kiara, terutama pada orang asing, bisa saja mereka orang suruhan papa saya yang ingin mencelakai Kiara. Ibu panti pasti tidak ingin Kiara kenapa-kenapa kan? Jangan sampai papa saya, Tuan Bramasta tahu keberadaan Kiara, karena bisa saja dia membunuh Kiara untuk mendapatkan harta dari mendiang mama Kiara," dusta Queen.


Wanita itu tahu, jika ibu panti sangat menyayangi Kiara, dan pastinya tidak akan membiarkan ada orang yang mau menyakiti Kiara.


"Tentu Nona Queen, saya janji tidak akan memberi tahu pada siapapun tentang Kiara. Sejak balita, dia sudah diasuh oleh keluarga Tuan Yanuar, tentunya kami juga tidak ingin sesuatu yang buruk mengganggu kehidupan Kiara, dan ingin melihat dia bisa hidup bahagia."


"Bagus ibu panti, saya pegang janji anda. Tolong jaga rahasia ini sampai mati, saya permisi dulu. Ini ada oleh-oleh dari saya untuk panti asuhan ini," ujar Queen seraya memberikan amplop coklat pada ibu panti tersebut.

__ADS_1


Sementara di balik pintu, Arron yang mendengar semua perkataan Queen, kini dihinggapi perasaan yang begitu bergemuruh.


"Jadi, Kiara adalah anak kandung Papa Bram? Jadi, Kiara adalah wanita yang sebenarnya dijodohkan denganku? Astaga, skenario apa yang sebenarnya sedang kuhadapi, Tuhan?"


***


Sementara itu, di depan ruang ICU, semua tampak duduk dalam diam, perasaan mereka juga begitu berkecamuk. Tiba-tiba beberapa orang tenaga medis masuk ke dalam ruangan ICU itu dengan begitu tergesa-gesa. Melihat hal tersebut, mereka pun semakin panik, takut sesuatu yang buruk terjadi pada Lila.


"Kak..." bisik Kiara.


"Tenang Kiara."


Tak berselang lama, seorang dokter pun keluar dari ruang ICU tersebut. Yanuar yang sudah begitu panik, mencegat dokter tersebut untuk mengetahui keadaan istrinya.


"Dokter bagaimana keadaan istri saya?"


"Saya sedang berusaha semaksimal mungkin, Tuan. Lebih baik anda berdoa saja."


"Dia masih bisa bertahan kan, Dok?"


"Anda berdoa saja," jawab dokter tersebut, lalu meninggalkan mereka semua yang dihinggapi kecemasan.


"Bagaimana ini, Kak?" tanya Kiara pada Tya, wanita itu pun menggeleng disertai raut putus asa, tak kalah dengan Yanuar yang kini juga terlihat terpuruk.


"Om, saya akan menikahi Kiara sekarang juga, sebelum kondisi Tante Lila semakin memburuk," sahut Alvian.

__ADS_1


__ADS_2