Gairah Sang Mantan (After Divorce)

Gairah Sang Mantan (After Divorce)
Pilih Kiara


__ADS_3

"Bukannya begitu Ma, terkadang memang aku ada acara dengan beberapa teman-temanku. Bisa dibilang, aku sedang berbisnis dengan teman-temanku. Lagi pula, aku bosan di rumah karena suamiku sering mengabaikanlu."


"Apa kamu bilang, Queen? Jadi bener kamu sering ninggalin Darel sama baby sitternya?"


"Iya Ma, tapi kan ada alasannya. Queen kesepian Ma."


"Cukup, Queen. Tidak usah banyak alasan dan tolong perbaiki kesalahanmu. Curahkan waktumu untuk Darel, bukannya malah bersenang-senang dengan temanmu itu! Kalau kamu masih ingin menjadi menantu mama, tinggalkan sikap burukmu itu dan sekarang perbaikilah hubungan kalian!" bentak Inez.


Dia lalu merotasi pandangannya pada Arron. "Arron, tolong perbaiki hubungan kalian, mama tidak ingin hal seperti ini terjadi lagi. Dan sekarang, lebih baik kalian pergi berdua, biar mama saja yang mengasuh Darel."


Arron pun hanya mengangguk, sebenarnya dia malas pergi dengan Queen. Akan tetapi, dia tidak ingin terjadi perdebatan lagi dengan Inez.


"Queen, sekarang kau ganti pakaianmu, lalu pergilah berdua bersama Arron! Kalian harus memperbaiki hubungan karena mama tidak mau sesuatu hal yang buruk terjadi pada pernikahan kalian. Kalian mengerti kan?"


"Iya Ma," jawab Queen. Wanita itu, lalu beranjak pergi ke kamar, meninggalkan Arron dan Inez di ruang tengah. Setelah kepergian Queen, Inez mendekat pada Arron. Wanita paruh baya itu, lalu menatap putranya dengan tatapan tajam.


"Apa kamu masih mengingatnya?"


"Mengingat siapa maksud Mama? Kiara?"


"Siapa lagi kalau bukan mantan istrimu itu."


Arron pun tersenyum kecut. " Sampai kapanpun, aku nggak bakalan lupa sama Kiara. Dia adalah cinta pertama dan terakhirku."


"Apa kau bilang Arron? Seharusnya yang kau cintai adalah keluargamu! Anakmu masih kecil, istrimu juga bukan seorang wanita sembarangan. Kenapa kamu tega mengabaikan mereka?" cerca Inez dengan nada tinggi. Sedangkan Arron, hanya tersenyum simpul sambil mengendurkan dasinya.


"Mama dengarkan Arron, seumur hidup Arron tidak pernah meminta Mama untuk mengerti keinginan ataupun mimpi dari Arron. Seumur hidup, Arron membiarkan Mama mengatur semuanya, tetapi tidak dengan hati Arron, Ma."

__ADS_1


"Jadi kamu mau protes? Setelah kenal Kiara, kenapa kamu jadi kayak gini Arron? Kamu sebenarnya anak mama atau bukan sih?"


"Loh kok malah tanya gitu, Ma? Coba tanya diri Mama sendiri. Beneran pernah bikin Arron apa nggak? Lagian apa hubungannya sama Kiara? Suka-suka Arron lah mau cinta sama siapa."


"Jadi bener, masih ada wanita itu di hidup kamu, Arron? Kalau gitu kamu pilih Mama atau mantan istrimu itu?"


"Ya Kiara lah, masa pilih Mama sih. Apaan sih Mama, tanyanya kok kaya gini?" sahut Arron dengan entengnya.


Tentu saja, jawaban putranya itu membuat Inez kesal. Dengan jelas, Arron mengatakan kalau dia lebih memilih mantan istrinya, dibandingkan ibu yang telah melahirkannya.


"Ma, Arron lagi nggak pengen berdebat, lebih baik Mama pulang sekarang deh. Lagi pula, Arron sudah mengikuti perkataan Mama untuk memperbaiki hubungan Arron sama Queen kan?"


"Tapi janji, kamu jangan berhubungan sama mantan istrimu itu lagi."


"Kenapa Mama ngomong gitu lagi sih? Apa Mama lupa, dulu Mama sama Queen yang udah bikin hubungan kami hancur. Dan sampai sekarang, aku pun tidak tahu di mana Kiara."


"Lebih baik, Mama pulang deh. Dan nggak usah ungkit-ungkit soal Kiara lagi."


"Bagus kalau gitu, mama pulang dulu ya. Darel mama bawa ke rumah, nanti setelah kalian pulang kencan, kalian bisa ambil Darel di rumah mama. Bagaimana?"


Aaron pun mengangguk sambil tersenyum simpul, detik berikutnya Inez keluar dari rumah tersebut dengan membawa Derel. Sedangkan Arron, tampak mengutak-utik ponselnya disertai seringai tipis di wajahnya.


***


Satu jam kemudian, mereka pun sudah sampai di sebuah restorant western food yang ada di dalam sebuah hotel.


"Arron, apa kamu nggak kangen sama aku?" tanya Queen, setelah mereka menyelesaikan makan siangnya. Queen menatap suaminya dengan tatapan menggoda, disertai gerakan tubuh sensualnya.

__ADS_1


"Kangen? Memangnya kenapa?"


"Gimana kalo kita mampir dulu ke atas?Kita uangkan waktu sebentar di hotel ini sebelum kembali ke rumah. Anggap saja, kita sedang berbulan madu singkat."


Arron pum terkekeh mendengar perkataan Queen. Laki-laki itu, lalu mengganggukan kepalanya.


"Jadi kau mau kita menghabiskan waktu di hotel ini sebentar?"


"Ya, aku yakin Mama pasti nggak keberatan."


"Baiklah, kalau begitu kamu pesankan kamar dulu saja, aku mau ke belakang sebentar," sahut Arron. Queen pun mengangguk, lalu berjalan menuju ke arah hotel.


Akan tetapi, karena sedang terburu-buru, sekaligus merasa bahagia Arron mau mengikuti ajakannya, secara tidak sadar, Queen menabrak seseorang yang juga sedang berjalan ke arah resepsionis.


"Aduh!" pekik Queen yang terjatuh bersama orang yang ditabrak olehnya. Namun, saat dia mendongakkan kepalanya, menatap pada sosok yang saat ini juga terjatuh di depannya, seketika mata Queen melotot. Akhirnya, setelah sekian lama, dia justru bertemu dengan wanita yang paling dia benci seumur hidupnya.


"Kak Queen," ujar Kiara yang tak kalah kagetnya. Queen pun bangkit lalu tersenyum.


"Halo Kiara, sudah lama ya kita nggak ketemu. Kira-kira, kapan kita terakhir ketemu?" tanya Queen.


"Mungkin sekitar 7 tahun lalu," jawab Kiara seraya bangkit, lalu merapikan kembali penampilannya. Hal itu, membuat atensi Queen fokus pada penampilan Kiara yang tak banyak berubah seperti beberapa tahun yang lalu.


Baginya, Kiara terlihat biasa saja dan tidak ada spesial. Wanita itu, hanya mengenakan dress warna putih bergaris biru vertikal, sedangkan tatanan rambutnya kini jauh lebih pendek. Memang penampilannya terlihat jauh lebih segar daripada beberapa tahun yang lalu.


Dan hal itu, menurutnya terlihat sangat kontras dengan penampilannya yang menenteng tas bermerek seharga puluhan juta. Sedangkan pakaiannya, juga tak kalah mahal dari ujung rambut sampai ujung kaki, penuh dengan barang branded. Penampilan outfitnya saja, seharga ratusan juta, sangat berbanding dengan penampilan Kiara yang sangat biasa.


Akan tetapi, hal itu tetap saja mengganggu pikiran Queen. Apalagi, saat ini ada Arron juga ada di hotel tersebut, dan dia merasa cemas jika Kiara sampai bertemu dengan Arron.

__ADS_1


"Sialan baru kemarin aku ingat dengannya, dan hari ini malah ketemu sama wanita sialan ini lagi. Padahal, sekarang aku ingin berbulan madu dengan Arron. Lantas, apa yang harus aku lakukan?" batin Queen.


__ADS_2