Gairah Sang Mantan (After Divorce)

Gairah Sang Mantan (After Divorce)
Dalam Genggaman


__ADS_3

"Kamu buka aja pintunya, Ara. Tetap tenang biar dia nggak curiga."


Kiara pun mengangguk lalu berjalan membuka pintu kamar itu. Setelah dia membuka pintu kamar, Queen pun membelalakkan matanya manakala melihat yang menghuni kamar tersebut adalah Kiara.


"Loh kamu kok di sini, Ara?" tanya Queen sambil mengerutkan keningnya.


"Kak Queen, bukannya tadi waktu kita ketemu di lobi aku udah bilang sama kamu kalo aku ada urusan bisnis di Jakarta, terus ada yang aneh kalo aku nginep di salah satu kamar hotel ini?"


Queen pun menggeleng. "Nggak sih, cuma kupikir yang ada di kamar ini bukan kamu, tapi ... "


"Tapi apa? Bukannya tadi Kak Queen buru-buru pergi? Kok malah masih di sini sih?"


"Emh, aku cuma mau cari di mana A ... " Queen menggantung kalimatnya, dia tidak mau keceplosan menyebut nama Arron di depan Kiara. Apalagi, jika sampai Kiara tahu dia sedang mencari Arron yang tiba-tiba meninggalkannya di hotel tersebut, pasti Kiara akan menertawakannya.


Bahkan dia juga sempat berpikir jika tadi Arron bisa saja salah masuk kamar sampai dia memberanikan diri mengetuk pintu kamar itu yang ternyata dihuni Kiara.


"Kamu kenapa, Kak?" tanya Kiara saat melihat Queen yang hanya terdiam. Akan tetapi, saat akan membuka suaranya tiba-tiba ponsel Queen berbunyi. "Arron?" batin Queen.


"Sebentar ya, Ara. Suamiku telpon, dia pasti udah kangen sama aku," ujar Queen dengan penuh percaya diri. Kiara pun tersenyum kecut melihat tingkah istri dari Arron tersebut.


[Iya Papa sayang, kamu dimana? Kangen ya?] jawab Queen manja.


[Maaf tadi tiba-tiba aku ada urusan bisnis mendadak. Kita ke rumah Mama ya, jemput Darel sekarang.]


Sebenarnya Queen merasa begitu kesal dengan jawaban Arron yang seolah tanpa dosa meninggalkannya begitu saja, akan tetapi dia mengabaikan rasa kesalnya sejenak agar hubungan mereka terlihat baik-baik saja di depan Kiara.


[Ya udah kita ketemu di rumah mama ya, Sayang.] jawab Queen seraya menutup panggilan telepon itu. Lalu, berbalik menatap Kiara.

__ADS_1


"Sorry Ara. Tadi Arron telepon, katanya dia udah kangen sama aku. Padahal tadi pagi sebelum dia pergi ke kantor, kami udah main dua ronde loh. Tapi ya gitu deh, Arron sekarang tergila-gila banget sama aku. Nggak bisa sebentar aja jauh dari aku. Padahal niatku ke sini mau cari salah satu temen aku yang nginep di sini, eh ternyata malah kamu yang ada di kamar ini. Mungkin, ini cara Tuhan buat ngasih tau kamu kalau Arron udah bahagia hidup sama aku."


Kiara menarik kedua sudut bibirnya, sebenarnya dia ingin tertawa melihat tingkah konyol Queen. Akan tetapi, dia berusaha mengontrol hatinya.


"Syukurlah kalau begitu Queen, semoga kalian hidup bahagia. Tolong jaga Kak Arron baik-baik, sekarang lagi musim pelakor loh. Takutnya dia kepincut, apalagi kalau pelakor itu ada hubungannya sama masa lalu," balas Kiara dengan suara manja disertai gerakan bibir dan mata yang seakan sedang meledek Queen.


"Apa maksud kamu, Ara? Kamu mau coba-coba deketin Arron lagi?"


"Nggak dong, aku cukup tahu diri. Bukannya dia udah cinta mati sama kamu? Percuma aku deketin Mas Arron, lagi pula aku juga nggak mau bikin kamu sama Tante Inez repot buat bikin jebakan lagi ke aku. Asal kamu tahu Queen, cowok yang kalian kirim buat fitnah aku itu badannya bau, nggak ada apa yang wangian dikit."


Kiara tersenyum sambil menutup mulutnya dengan jemarinya, seolah sedang meledek Queen dengan kelicikan yang telah diperbuat oleh wanita itu dan juga Inez.


"Apaan sih Kamu, Ara. Udah ah aku mau pulang dulu. Kasihan Arron udah kangen sama aku," sahut Queen, gegas meninggalkan Kiara yang masih terkekeh.


"Bye, salam buat Mas Arron!" teriak Kiara. Queen yang sayup-sayup mendengar teriakan Kiara, tentunya merasa begitu kesal.


"Kok malah gendong aku sih? Katanya kangen sama Queen?"


"Siapa yang kangen? Queen aja yang kepedean. Aku cuma suruh dia ke rumah Mama aja kok, biar dia nggak ganggu kita lagi."


"Hahaha ... Kangen juga nggak apa-apa, Mas. Kan dia yang istri kamu, bukan aku. Bukannya tadi pagi kalian main dua ronde?"


"Hahahaha iya dua ronde tadi pagi, tapi sama kamu."


"Dasar nakal, udah sana pulang, ditungguin di rumah Mama tuh."


"Mama Kiara? Hahahaha ... "

__ADS_1


"Dasar nakal! Emphh ... Mas, ah ..."


Sementara itu Queen tampak mengendarai mobilnya dengan begitu kesal. Pertemuannya dengan Kiara telah membuat moodnya memburuk, belum lagi Arron yang menghilang begitu saja, padahal mereka sudah memutuskan untuk bermesraan di hotel tersebut setelah selesai makan siang.


Padatnya jalanan ibu kota di siang hari, semakin membuat Queen merasa kesal. Saat terjebak kemacetan, wanita itu pun mengambil ponselnya yang ada di dasboard.


[Halo Marco! Apa yang sebenarnya lu lakuin sih? Bukannya gue udah nyuruh lu buat cari keberadaan Kiara, tapi kenapa malah gue yang lebih dulu ketemu sama wanita sialan itu!]


[Sabar Queen, sabar.]


[Apa sabar? Percuma gue udah bayar lo mahal kalo kerjanya nggak becus kaya gini! Mulai sekarang gue udah nggak mau punya urusan sama loe lagi. Bikin rugi!]


[Apa lu bilang? Nggak becus? Apa lu udah lupa kejadian 7 tahun lalu, emang siapa yang jebak Kiara di apartmen suamimu itu? Lu lupa rencana itu sukses karena gue sampe bikin mereka cerai! Lu harusnya terima kasih, kalo nggak lu nggak bakalan nikah sama suamimu itu!]


[Itu dulu bukan sekarang! Nyatanya sekarang lu nggak becus kan? Udah pokoknya gue nggak mau ada urusan lagi sama lu!] geram Queen lalu menutup telepon itu.


"Sepertinya aku harus mencari orang yang lebih professional lagi untuk mengawasi gerak-gerik Kiara. Kalo perlu, kubunuh saja wanita itu biar hidupku aman," gumam Queen.


Akan tetapi, saat dia akan meletakkan ponselnya, tiba-tiba ponsel itu berdering kembali. Gegas, Queen melihat layar ponsel itu, ingin memblokir nomer Marco jika laki-laki itu meneleponnya. Akan tetapi, ternyata panggilan yang masuk berasal dari nomer tak dikenal. Meskipun ragu, Queen akhirnya mengangkat panggilan tersebut.


[Halo...]


[Halo Queen.]


[Astaga kemana aja kamu, hah? Kenapa kamu menghilang gitu aja? Bukankah aku udah nyuruh kamu buat ngawasin Kiara. Kalo perlu nikahin dia! Kenapa kamu malah menghilang selama 3 tahun! Untung saja, aku masih bisa mengawasi suamiku.]


[Maaf Queen, 3 tahun terakhir aku menemani istriku melakukan therapy di Singapura, dan sekarang wanita penyakitan itu sudah meninggal. Jadi, aku baru bisa kembali ke Indonesia. Kau tenang saja, Kiara masih ada dalam genggamanku.]

__ADS_1


__ADS_2