
Happyie Readingie 🐾
! : Typo nang ndi-ndi loh yoo
📋Avoid
Brak!!
"Woy!!"
Zyta tersentak dari lamunannya dan menatap tajam pria didepannya yang tengah memperlihatkan senyum lima jarinya. Zyta mendengus kesal.
"Melamun aja. Untung beribu untung lo gak kesambet. Gimanalah jadinya kalau lo tiba-tiba aja kesambet. Hebot pasti seantero rumah sakit ini," Zyta berdecih mendengarnya.
"Kesambet? Kesambet apa? Gledek maksud lo!! Udahlah sana pergi. Syu~ syu~ ganggu orang aja," ujar Zyta mendorong tubuh pria jangkung disebelahnya ini.
Pria itu berpindah menjadi duduk didepan Zyta membuat Zyta memutar bola matanya malas.
"Yaelah, bu dokter. Jangan marah. Saya kesini ini mau periksa," ujar pria itu menumpukan kepalanya disebelah tangannya dan menatap Zyta jahil.
"Periksa. Periksa mata kau buta?" ujar Zyta tanpa menatap lawan bicaranya dan berfokus pada kertas-kertas diklipping ditangannya.
Pria tersebut tertawa mendengar jawaban Zyta yang terkenal judesnya kepada setiap pria kecuali kepada Griseldan yang memang dulu dikampus terkenal sebagai cowok yang lemah gemulai.
"Aduh. Duh. Masih judes aja sama gue,"
Zyta menatap pria itu kesal, "Lo ngapain sih disini, Lex? Gak ada kerjaan, ya? Mangkannya gangguin gue?"
Pria bernama Alex itu tertawa, "Kok lo tau? Wah.. wah.. tak disangka-sangka seorang Sherlyzyta ternyata cenayang," ujar Alex terus tertawa, Zyta mengepalkan tangannya kesal lalu menghembuskan napasnya panjang.
"Kalau begitu. Ada apa gerangan dokter Alex berkenan datang kemari?" ujar Zyta seramah mungkin layaknya ia tengah menangangi seorang pasien.
"Ini dok. Dada saya kok sakit ya? Apa jangan-jangan saya terkena penyakit aneh?"
Zyta menutup matanya dan menaikkan sebelah alisnya. Seperti dugaan Zyta kalau Alex akan mengatakan hal tersebut. Ini sudah kesekian kalinya Alex selalu menggodanya dengan kalimat yang sama membuat Zyta bergidik geli mendengarnya.
"Ohhh, mulai kapan sakitnya?" ujar Zyta kembali ramah.
"Setiap kali bersama dokter," jawab Alex mengedipkan sebelah matanya dan hal ini sudah Zyta duga Alex akan mengatakannya.
"AKHH!! Sakitt!!!"
Alex menjerit saat Zyta melayangkan cubitannya dilengan atas Alex. Zyta melepaskan cubitannya setelah rasa kesalnya tersampaikan, segera Alex mengusap cepat lengannya yang terasa sakit.
"Udah gak usah banyak main-main. Lo kesini mau makan siangkan? Okey, gue temenin," ujar Zyta berdiri dari duduknya dan berjalan mendahului Alex menuju kantin rumah sakit.
"Eh?!! Tunggu!!"
Alex segera berdiri dari duduknya dan segera menyusul Zyta.
__ADS_1
📋📋📋📋📋
Zyta dan Alex saat ini duduk disalah saju meja yang berada jauh dari keramaian. Tepatnya untuk mencari ketenangan setelah menangani beberapa pasien tadi.
Zyta memesan makanan biasa, nasi campur, sedangkan Alex, ada 3 menu yang dipesannya. Nasi campur, mie rebus, dan siomay. Zyta menggelengkan kepalanya tak percaya melihat teman seperkuliahannya makan sebanyak itu.
Dulu saat mereka masih kuliah, Alex terkenal sebagai pria yang sangat suka makan dan makan yang dipesannyapun pasti cukup untuk 4 orang tetapi badan Alex tetap terjaga dan bagus. Zyta sendiri tak habis pikir bagaimana bisa pria yang doyan makan seperti Alex memiliki badan yang bagus. Kemana semua makanan itu pergi?
"Itu perut gak meledak nanti?" ujar Zyta menatap tak percaya Alex yang tengah memakan satu porsi siomay setelah menghabiskan nasi campur dan mie rebus.
Alex memasukkan potongan terakhir siomaynya dan meminum es teh keduanya hingga tandas, "Hah~ Seger~"
"Dasar gila~" guman Zyta melihat Alex yang menyandarkan tubuhnya dikursi sembari mengusap-usap perutnya.
"Gue masih sehat. Tenang aja, guekan titisannya Luffy jadi mau makan sebanyak apapun gak bakalan meledak perut gue," ujar Alex mengacungkan jempolnya dan tetap pada posisinya semula.
Zyta berdecih, "Serah lo deh," ujar Zyta sembari meminum habis es jeruknya dan mengedarkan pandangannya kepenjuru kantin yang dipenuhi oleh beberapa pasien, staff rumah sakit, atau para pembesuk.
"Aduuuhhh....,"
Zyta segera mengalihkan pandangannya pada Alex saat pria itu mengaduh dan memegangi perutnya dengan kepala yang diletakkan diatas meja. Zyta mengerutkan dahinya dan mengguncang pelan bahu Alex.
"Hei.. Lo.. gak papa, kan?" Alex hanya diam sambil terus memegangi perutnya.
Zyta tersentak kaget saat Alex tiba-tiba terbangun dan berlari meninggalkannya.
Zyta rasa ia tahu kenapa Alex yang doyan makan tapi tidak pernah gemuk, ternyata lambung Alex mencerna makanan dengan baik. Sangat baik malahan. Zyta menggelengkan kepalanya tak percaya.
"Dokter Zyta?"
Zyta menghentikan langkahnya saat melihat orang yang dikenalnya baru beberapa waktu lalu berdiri didepannya dan menyapanya dengan tubuh yang dibalut baju rumah sakit.
Seorang gadis yang Zyta rasa lebih muda darinya ini adalah orang yang paling ingin Zyta hindari setelah pertemuan mereka beberapa waktu lalu.
"Ah! Maaf, ya. Aku nggak bisa ngobrol sekarang. Banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Permisi," ujar Zyta melewati gadis tersebut.
"Tunggu, dokter,"
Gadis itu memegang lengan Zyta mencegahnya pergi.
"Bisa kita berbicara sebentar?"
Zyta mengerutkan dahinya lama hingga akhirnya ia menghembuskan napasnya berat dan mengangguk mengiyakan, sedangkan gadis yang didepannya ini tersenyum lebar.
📋📋📋📋📋
"Jadi, mbak belum ketemu sama dia?" Zyta menggelengkan kepalanya.
Saat ini mereka ada ditaman rumah sakit. Dan seharusnya saat ini Zyta sudah duduk dikursinya dengan nyaman sambil memainkan game kesayangannya. Sedangkan sekarang ia harus menemani salah satu pasien yang selalu merepotkan rekannya dan sekarang juga membuatnya repot. Zyta memegang kedua tangan gadis didepannya yang diletakkan diatas paha.
__ADS_1
"Maaf, ya, Cintya,"
Gadis yang dipanggil Cintya itu mendeham lalu menganggukkan kepalanya. Cukup lama Cintya terdiam dan membuat Zyta merasa canggung juga tak enak hati.
"Tapi.. apa tidak ada tanda sedikitpun? Aku gak tau harus bagaimana lagi," tanya Cintya mengangkat kepalanya dan menatap Zyta penuh harap.
Zyta terdiam lalu menghela napasnya panjang, "Tapi, tenang saja. Aku sudah menyuruh beberapa orang untuk mencarinya saat ini. Jadi, kau tak perlu khawatir. Banyak-banyaklah berdoa semoga suruhanku segera menemukan orang itu,"
Cintya menganggukkan kepalanya dan akan menjawab Zyta tapi seorang suster sudah lebih dahulu memanggil Zyta membuat Zyta bersorak dalam hatinya.
"Ada apa, suster Ida?" tanya Zyta pada suster yang biasa membantu Alex.
"Dokter Zyta, ada orang yang mencari dokter, katanya teman dokter. Laki-laki. Ganteng juga,"
Zyta mengerutkan dahinya, "Teman? Laki-laki?"
Suster itu mengangguk menjawab pertanyaan yang diperuntukan untuk diri Zyta sendiri.
"Iya, dok. Dia juga bilang suruh dokter cepat-cepat datang,"
Zyta menganggukkan kepalanya lalu mengalihkan pandangannya kepada Cintya. Zyta berdiri dari duduknya.
"Aku pergi dulu. Jika ada informasi tentang orang itu, aku akan segera menemuimu. Tapi ingat, setelah kau mendapatkan informasinya, kau harus segera sembuh, okey,"
Cintya menganggukkan kepalanya, Zyta tersenyum dan pamit pergi diikuti suster Ida disampingnya.
"Dokter Zyta dekat dengan pasien dokter Alan?" Zyta menggelengkan kepalanya.
Suster Ida mengerutkan dahinya, "Lah? Trus?"
Zyta mengedikkan bahunya acuh, "Ada deh," jawab Zyta membuat suster Ida memberenggut kesal.
"Dokter Zyta mah sukanya main rahasia-rahasiaan,"
"Stt.. udah.. orangnya dimana sekarang?" suster Ida mengerutkan dahinya bingung.
"Orang yang mencariku,"
"Ohh... Orangnya diruangan dokter sekarang," Zyta menganggukkan kepalanya.
Zyta membuka pintu ruangannya bertepatan dengan seorang pria yang memakai kemeja kotak-kotak membalikkan badannya. Zyta menutup mulutnya tak percaya. Segera mungkin Zyta menutup pintu dan duduk didepan pria itu.
"Kamu...,"
Pria itu tersenyum lebar, "Hai, mbak Zyta,"
🎡📋🎡TBC🎡📋🎡
Ihh kok rasanya si Zyta jahat ya.. tp gk opo wes.. gae jahat+baik...
__ADS_1