Gigolo Feeling

Gigolo Feeling
26 : Zyta's Attack


__ADS_3

Happieu~ Readingeu~.


! : Typo ne ngati-ati


📋 Zyta's Attack


Zyta tersenyum miring dan melipat tangannya didada, "Oh! Ada apa gerangan bibi Valerie kita kemari? Bukankah bibi bilang kalau tempat ini dikutuk dan jika bibi kesini maka bibi akan ikut terkena kutukan seperti?" ujar Zyta sarkatis.


Valerie tertawa sinis dan mengedikkan bahunya acuh, "Aku hanya ingin menyapa keponakanku yang manis ini," ujar Valerie menatap Zyta sinis dan melipat kedua tangannya didada.


'Menjijikan,' batin Zyta menatap bagian dada Valerie yang sedikit terlihat


"Oh! Terima kasih sudah mau menyapaku? Atau.. jangan-jangan bibi hanya ingin menyapa pria didepanku ini?"


Eldan menolehkan kepadalnya kepada Zyta yang berada disampingnya. Zyta tersenyum miring lalu melangkah maju melewati Eldan dan mendekati bibinya. Zyta menatap Valerie penuh dengan dagu terangkat begitupun dengan Valerie.


Valeri tersenyum mengejek, "Menyapa pria sepertinya?" ujar Valerie menatap Eldan keatas dan kebawah.


"Apa untungnya bagiku yang terhormat ini menyapa orang rendahan sepertinya,"


Eldan mengerutkan dahinya tersinggung. Dalam hati Eldan bersyukur pernah menguras uang bibi dari Zyta ini. Benar-benar sombong, batin Eldan.


Zyta tertawa, "Benarkah? Bukankah dia kekasihmu, kak?" ujar Zyta tersenyum manis tapi membuat Valerie kesal.


Jarak umur Zyta dan Valerie memang tidak terlalu jauh hanya berjarak sekitar 3 tahun.


"Siapa bilang!!!" ujar Valerie tanpa sadar meninggikan suaranya.


Zyta menuruni tangga dan berdiri tepat didepan Valerie.


"Aku. Dan bibi apakah bajumu itu belum selesai ditata?" ujar Zyta menunjuk baju yang dikenakan Valerie.



Valerie menatap kimononya, "Kau menghinaku?" Zyta tersenyum mengejek dan menganggukkan kepalanya.


"Dasar anak kecil kurang ajar!!" ujar Valerie melayangkan tangannya akan memukul Zyta tapi Zyta lebih dulu memegang tangan Valerie sebelum menyentuhnya.


"Jangan berani-berani menyentuhku. Zyta yang sekarang berbeda dengan Zyta yang kau kenal 7 tahun yang lalu," ujar Zyta datar membuat Valerie tersentak kaget.


Valerie berusaha melepaskan cengkraman tangan Zyta dari tangannya tapi ia tidak bisa.


"Kenapa? Tidak bisa melepaskannya, bibi?"


Valerie menatap Zyta tajam tetap berusaha melepaskan tangannya.


"Jika ingin dilepaskan tinggal bilang," ujar Zyta menatap Valerie datar.


"Akh!!" pekik Valerie terjatuh saat Zyta melepaskan cengkraman tangannya.

__ADS_1


"Dasar anak kecil tidak tau sopan santun!!"


Zyta tertawa keras, "Tidak tau sopan santun kau bilang, bibi? Apa tidak salah? Bibi apa dikamarmu tidak ada kaca sehingga kau tidak bisa mengaca dan melihat siapa yang tidak punya sopan santun?" ujar Zyta terkekeh mengejek.


Valerie menggeram marah dan berdiri dari tanah. Baru saja ia akan melayangkan tangannya kembali dan lagi-lagi Zyta berhasil menangkapnya. Zyta segera mendekatkan tubuhnya dan berbisik tepat ditelingan Valerie.


"Bibi Valerie, lebih baik kau baik-baik selama dirumah nanti, atau, aku akan mengatakan pada kakek kalau kau, bibiku bermain-main dengan seorang gigolo yang menguras habis uangnya. Kau taukan uang yang kau pakai itu bukan uangmu. Tapi uang yang kakek berikan padamu,"


Tubuh Valerie menegang dan matanya membulat. Zyta menjauhkan tubuhnya tapi tetap memegang tangan Valerie.


"Jadi, berbaik-baiklah denganku, bibiku," ujar Zyta tersenyum lebar membuat Valerie mengerutkan dahinya tak senang dan dengan sekuat tenaga Valerie mendorong tubuh Zyta hingga Zyta jatuh terduduk.


Eldan yang sejak tadi hanya menonton segera turun dan membantu Zyta. Zyta meringis saat ia bangun dibantu Eldan. Lengannya yang sakit tanpa sengaja bertabrakan dengan tanah sehingga yang tadinya mulai membaik kembali berdenyut nyeri.


Ini lebih sakit daripada semalam dan tanpa sadar Zyta meneteskan airmatanya. Eldan yang melihatnya segera menghapus airmata Zyta sedangkan Valerie hanya tersenyum sinis.


"VALERIE!!!"


Valerie menolehkan kepalanya kaget saat mendengar suara ibunya.


"Ibu!"


Nenek Zyta segera menghampiri cucunya, "Zyta, apa kau tidak apa-apa?" ujar nenek khawatir, Zyta tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Valerie, sudah kukatakan berapa kali? Jangan terlalu kasar dengan adikmu," ujar nenek membuat Valerie membulatkan matanya tak percaya.


"Jaga bicaramu, Valerie! Jangan berbicara kasar pada adikmu!" hardik nenek membuat Valerie mendengus kesal dan melangkah pergi dengan langkah dihentakkan.


Nenek menggelengkan kepalanya heran dengan tingkah anak bungsunya yang sejak dulu terlihat tidak sudah dengan Zyta.


"Zyta, ayo, masuk kita lihat lukamu dulu," Zyta menggelengkan kepalanya.


"Nggak apa-apa, kok, nek," ujar Zyta memegang kedua tangan neneknya dan tersenyum.


"Tapi, tadi mbak baru saja jatuh, kan?" ujar Eldan ikut mengkhawatirkan luka Zyta.


Zyta tersenyum pada Eldan seolah mengatakan ia baik-baik saja.


"Aku gak apa-apa, kok,"


Nenek menghembuskan napasnya, "Ya sudah. Kita masuk ke rumah saja kalau begitu," ujar nenek mengajak keduanya memasuki rumah belajar Zyta.


📋📋📋📋📋


Dan disinilah mereka. Ditempat yang tadi Zyta dan Eldan tempati sembari bercerita. Lebih tepatnya nenek yang paling banyak bercerita. Bercerita tentang masa kecil Zyta dan sesekali menertawakannya. Zyta yang menjadi bahan pembicaraan menyenangkan bagi sang nenek hanya bisa diam sembari meminum tehnya.


Ia ingin sekali pergi meninggalkan neneknya dengan Eldan tapi sang nenek seolah-olah memiliki banyak cara untuk membuatnya bertahan seperti sekarang ini.


Sang nenek memintanya yang membuat teh jadi mau tak mau Zyta harus tetap disana. Padahal ada dua pelayan muda yang selalu mengikuti nenek dan membantunya tapi dia yang disuruh. Zyta mengerutkan dahinya kesal saat Eldan tertawa mendengar ceritanya.

__ADS_1


"Benarkah, nek?" Nenek menganggukkan kepalanya.


"Hmm.. sudah tau kalau tidak bisa turun dari pohon tapi tetap saja Zyta nekat menaikinya," ujar nenek melirik jahil Zyta yang hanya diam saja dan meminum tehnya seolah tidak terjadi apa-apa.


"Eldan, mau kuceritakan kejadian 2 tahun yang lalu?" ujar nenek mendekat pada Eldan dan Eldan juga mendekatkan dirinya.


Zyta yang tentu saja mendengarnya mulai waspada. Ada dua kejadian memalukan 2 tahun yang lalu. Ia yang terlalu mengantuk saat acara keluarga dan tanpa sengaja menggandeng salah seorang kolega ayahnya dan saat ia dikerjai oleh sepupunya dan menyebabkan ia salah memakai baju.


"Ini tentang acara ulangtahunku dua tahun lalu," ujar nenek kembali menatap jahil Zyta yang juga menatapnya.


Mengkode sang nenek untuk tidak bercerita.


"Jadi, waktu itu...,"


"Akhhhh!!! Sudah cukup nenek!!! Jangan bercerita!!!" ujar Zyta meletakkan tehnya dengan cepat dan segera memegang lengan neneknya untuk mencegah sang nenek bercerita.


Nenek tertawa begitupun dengan kedua pelayannya.


"Diam kalian!!" ujar Zyta kesal kepada dua pelayan neneknya yang lebih muda darinya karena memang Zyta yang mempekerjakan mereka.


Kedua pelayan itu segera terdiam tapi tetap dengan kekehan dibibir mereka.


"Kenapa jadi mereka yang kau salahkan?" ujar nenek membuat Zyta menggoyangkan lengan neneknya manja.


Nenek kembali tertawa melihat betapa manjanya Zyta padanya. Eldanpun juga tertawa melihatnya. Ia baru pertama kali melihat betapa manjanya Zyta kepada sang nenek.


"Ini salah nenek karena bercerita kepada mereka," ujar Zyta melipat kedua tangannya didada dan mengalihkan padangannya kearah lain.


Nenek terkekeh dan mencubit gemas pipi Zyta.


"Masih saja suka ngambek. Ingat kamu sudah dewasa masa masih kayak anak kecil," ujar nenek mencolek gemas lengan Zyta.


"Biarin," ujar Zyta tetap tak menatap neneknya.


Eldan tersenyum melihat tingkah Zyta yang manja seperti itu membuatnya ingin Zyta juga manja dengannya. Pasti sangat menyenangkan.


"Apa senyum-senyum!!" ujar Zyta membuat Eldan tersadar dari lamunannya dan menggeleng.


"Hmmm... Sekarang Eldan yang kau salahkan," ujar nenek menyenggol lengan Zyta.


"Apaan sih, nek,"


"2 tahun lalu, saat acara ulang tahun, Zyta pernah...," ujar nenek kembali melanjutkan ceritanya.


"Akhhh!!! Jangan!!"


Nenek tertawa senang setiap kali berhasil menggoda cucu tertuanya ini. Eldan kembali tersenyum melihat interaksi nenek dan cucu didepannya. Sangat manis.


🎡📋🎡TBC🎡📋🎡

__ADS_1


__ADS_2