Gigolo Feeling

Gigolo Feeling
Bonus 1 : Wedding Day - Dance Party


__ADS_3

đź“‹Wedding Day - Dance Party


Alunan-alunan musik yang terdengar membuat Zyta yang tengah duduk mengampit tangan Adam yang ada disebelahnya, tanpa sadar menggerak-gerakkan badannya mengikuti alunan musik.


“Mau berdansa?”


Zyta menolehkan kepalanya cepat pada Adam dan menatap pria yang sudah berubah status menjadi suaminya itu tak percaya.


“Memangnya bisa?” tanya Zyta.


Adam menggelengkan kepalanya, “Bagaimana denganmu?”


“Kamu saja nggak bisa. Bagaimana sama aku, lebih nggak bisa lagi,” ujar Zyta mendengus kesal membuat Adam terkekeh.


Pria itu berdiri dan menyodorkan tangannya pada Zyta, bagaikan pangeran dicerita dongeng jaman kerajaan. Zyta yang tak yakin tapi mau tak mau akhirnya menerima uluran tangan Adam. Mereka berjalan meninggalkan pelaminan dan menuju lantai dansa.


Adam tersenyum pada pemain musik dan para pemain yang paham maksud Adam segera mengganti lagu mereka. Adam meletakkan tangannya pada pinggang Zyta dan spontan Zyta segera menyampirkan tangannya pada bahu Adam.


Walau ia bilang tidak bisa berdansa tapi Zyta hapal dengan dasar-dasar dari dansa yang akan dilakukannya sekarang tapi Zyta tak yakin ia tidak akan membuat kesalahan.


Alunan musik mulai memenuhi ruangan dan Adam juga Zyta segera menggerakkan tubuh mereka mengikuti alunan musik. Satu persatu pasangan pedansa mulai masuk arena dansa. Dimulai dengan kedua orangtua Zyta disusul dengan kakek-nenek Zyta begitupun dengan pasangan pedansa yang lainnya.

__ADS_1


“Tidak ku sangka-sangka. Kamu bisa dansa,” goda Zyta pada Adam yang terus menatap wajahnya disela-sela dansa mereka.


“Kamu juga. Siapa tadi yang bilang nggak bisa dansa?” ujar Adam balas menggoda Zyta.


“Bukannya tidak bisa hanya saja aku takut jika melakukan kesalahan seperti menginjak kakimu atau menginjak gaunku sendiri,” dengus Zyta tak mau kalah.


“Kelihatannya tidak. Kamu terlihat mahir seperti sudah sering melakukannya,” jawab Adam membuat Zyta bungkam tidak bisa menjawab ucapan Adam.


“Aku hanya tidak suka kamu kelihatan bisa dansa didepan kakek,” ujar Zyta masih tidak mau mengalah membuat Adam terkekeh gemas melihat tingkah Zyta yang tidak mau kalah darinya.


“Aku tidak suka jika kamu harus berdansa dengan perempuan lain tapi mau bagaimana lagi. Kakek pasti akan memberikan perusahaannya padamu dan sudah menjadi kewajiban kita sebagai keluarga utama untuk mengadakan pesta dansa,” ujar Zyta merasa sedih jika Adam benar-benar akan berdansa dengan perempuan lain, ia tak rela jika Adam sampai berdansa dengan perempuan lain.


“Apalagi sudah menjadi tradisi dikeluarga kami kalau ada perempuan yang mengajak berdansa tuan acara maka tuan acara berkewajiban menerima ajakan tersebut,” lanjut Zyta bertepatan dengan selesainya satu lagu dansa mereka.


“Benarkah?” Adam menganggukkan kepalanya.


“Tapi...,”


“Shhtt... aku akan menjadi orang pertama dalam keluargamu yang menolak ajakan dansa perempuan untuk tuan acara,” ujar Adam mengelus pipi Zyta sayang.


“Kalau begitu, cium aku. Baru aku akan percaya,” ujar Zyta mengadahkan kepalanya dan menutup matanya.

__ADS_1


“Yang melihat kita pasti akan marah,” ujar Adam.


“Biarkan saja,” jawab Zyta dengan mata yang masih tertutup.


Adam terkekeh dan segera melaksanakan permintaan Zyta. Tepat setelah bibirnya dan bibir Zyta bertemu sudah pasti teriakan riuh orang-orang yang menonton tindakan mereka saling sahut menyahut. Disela-sela teriakkan para tamu undangan, Nirmala dan Mikhail saling menyenggol satu sama lain.


“Anakmu tuh,” ujar Nirmala menyenggol lengan Mikhail.


“Anakmu juga,” balas Mikhail tak mau kalah dirinya disalahkan.


“Iya ya. Anak kita,”


Ditempat lain, dimana para sepupu dan saudara Adam juga Zyta yang berkumpul bersama juga meneriaki kedua insan yang tak tau malu menurut mereka.


“Cabul! Cabul! Banyak anak kecil!” Begitulah sekiranya teriakkan mereka.


Adam dan Zyta melepaskan ciuman mereka dan tersenyum satu sama lain. Zyta terkekeh melihat bekas lipstiknya yang menempel pada bibir Adam dan menghapusnya.


“Sungguh manis,” ujar Zyta tersenyum dan mengedipkan matanya.


“Hmm. Memang manis,”

__ADS_1


Fin..........


__ADS_2