
Happy Reading
! : Typo Everywhere
PS:Mendekatiakhir
📋Do Not Expect
MC menyerahkan mic kepada kakek Zyta.
"Kurasa aku akan langsung ke intinya. Acara malam ini diadakan untuk mengganti acara yang seharusnya diadakan 7 tahun yang lalu,"
Kakek menoleh dan tersenyum pada Adam. Kane dan Evan yang berada dibelakang Adam saling pandang bingung seolah mempertanyakan maksud dari senyuman kakek pada Adam.
"Dulu istriku dan aku berjanji akan mengadakan acara pertunangan untuk cucu pertama kami, Sherlyzyta. Tapi, karena mempelai wanita yang bersangkutan harus melanjutkan pendidikannya keluar negeri jadi acaranya harus diundur sangat jauh," ujar kakek terkekeh dan merangkul pinggang istrinya lalu menyerahkan mic tersebut pada nenek Zyta.
"Jadi, sebagai gantinya. Malam inilah acara pertunangannya penggantinya 7 tahun yang lalu," ujar nenek menolehkan kepalanya dan meminta Adam untuk menaiki panggung.
Kane dan Evan membuka mulutnya tak percaya. Apakah nenek Zyta sudah gila mengadakan acara pertunangan dimana mempelai wanitanya saja belum ditemukan hingga sekarang. Adam masih saja diam tak bergerak, bingung harus melakukan apa.
"Ayo," ujar Nirmala menggandeng tangan Adam berjalan menuju panggung.
Senyum Nirmala tak luntur sedikitpun sejak acara dimulai.
"Kau mengerti sekarang?"
Adam tetap terdiam tak menjawab. Tanpa menjawabpun Nirmala pasti tau kalau Adam sudah mengerti maksud perkataan Nirmala tadi.
"Aku senang. Akhirnya kamu yang akan menjadi menantuku, Adam. 7 tahun sudah aku harus menunggunya. Zyta memang suka sekali kabur-kaburan,"
"Jadi, tante tau keberadaan Zyta,"
Nirmala hanya tersenyum saat meraka sampai diatas panggung.
"Mudah saja menemukan keberadaan Zyta, nak. Dan satu hal yang harus kamu ingat. Mulai sekarang kamu harus memanggilku ibu sama seperti Zyta," ujar Nirmala tersenyum keibuan lalu turun dari panggung menuju suaminya kembali dan keluarga Adam yang juga tersenyum.
"Baiklah. Karena mempelai prianya sudah disini sekarang saat memanggil mempelai wanita yang bandel ini," canda kakek mendapat kekehan dari beberapa tamu undangan.
Daria arah pintu masuk rumah terbuka dan menampakkan wanita bertubuh tinggi ramping dengan balutan long-dress berwarna pastel dengan rambut disanggul rapi ditambah riasan wajah yang menambah kecantikannya.
Semua mata terarah menuju wanita yang menjadi pemeran utama pada acara malam ini. Tak terkecuali Adam, Kane, dan Evan yang tak mempercayai penglihatan mereka.
"Zyta..," guman Adam saat ia untuk pertama kalinya melihat perempuan yang dirindukannya setelah 7 tahun berlalu.
Zyta berjalan menuju panggung dengan senyum yang tak luntur dari bibirnya. Zyta menaikki panggung dibantu kakek dan saat matanya tak sengaja bertatapan dengan Adam, Zyta tersenyum simpul.
Zyta merindukan Adam setelah 7 tahun ia menghilang. Kakek menyerahkan kembali mic yang dipegangnya kepada MC dan dengan segera MC mengambil alih acara.
Zyta tetap tersenyum untuk mengalihkan rasa gugupnya saat Adam tak mengalihkan pandangannya sedikitpun darinya.
__ADS_1
Acara berlanjut hingga bertukar cincin. Zyta dan Adam melakukannya tanpa kesalahan sedikitpun. Mereka hanya diam tanpa mengucapkan sepatah katapun. Mereka sama-sama tidak tau harus mengucapkan apa sedangkan para tetua dikeluarga terkekeh menertawakan tingkah dua pasangan yang dipertemukan setelah sekian lama.
Setelah bertukar cincin, acarapun dilanjutkan. Kakek mendekati cucu dan calon cucunya lalu tersenyum jahil.
"Kenapa hanya diam? Bukankah kalian saling merindukan," goda kakek dengan kekehannya membuat pipi dua orang berlawan jenis ini menjadi pembicaraan memerah.
Nenek menyikut perut kakek pelan.
"Sudahlah. Ayo kita turun," ujar nenek menggandeng Zyta dan Adam turun dari panggung menuju anggota keluarga yang lainnya.
Kane dan Evan langsung menerjang memeluk Zyta saat menuju mereka.
"Tuhan!! Aku merindukanmu, Zy,"
Zyta terkekeh menjawab pernyataan Evan.
"Hmmm.. hidupku menjadi sepi tanpamu, adikku,"
Zyta tidak tau harus menjawab apa dan hanya tersenyum.
"Kenapa kau diam saja? Apakah 7 tahun tidak bertemu membuatmu menjadi bisu?"
Zyta menatap Kane lalu memukul lengan kakak sepupunya kencang membuat Kane langsung memekik kesakitan sedangkan Evan hanya tertawa melihat kakak sepupunya kesakitan dan tak lama kemudian Evan juga mendapatkan pukulan dilengan yang sama seperti Kane. Kane sekarang yang tertawa dan Evan mengerucutkan bibirnya.
"Baru bertemu kalian sudah bersikap menyebalkan,"
Kane dan Evan terdiam membuat Zyta menatap kedua sepupu terdekatnya bingung.
Evan menganggukkan kepalanya mengiakan ucapan Kane. Zyta menatap kedua sepupunya datar.
"Kalian pikir?" dengus Zyta membuat Kane juga Evan tertawa.
Sedangkan Adam yang berdiri dibelakang Zyta yang tersenyum. Ia tak menyangka setelah 7 tahun berlalu ia kembali melihat Zyta dan mendengar suaranya bahkan ia tadi bisa menyentuh tangan Zyta.
Adam menolehkan kepalanya saat merasakan bahunya ditepuk seseorang.
"Selamat," ujar Alex.
Adam tersenyum kecil dan menganggukkan kepalanya. 7 tahun pula tanpa terasa Adam sudah bertema dengan Alex sekarang. Adam tidak ingat detailnya tapi tiba-tiba saja dirinya dan Alex berteman.
"ALEX!!!" pekik Zyta saat perempuan itu melihat Alex.
Zyta menghampiri Alex lalu menggenggam tangan Alex.
"Alex kau datang?" ujar Zyta tak menyangka Alex akan datang diacaranya.
Alex tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Tentu saja untuk gadis cantikku ini tidak ada alasan bagiku untuk tidak menghadiri acara pentingnya," ujar Alex mencubit hidung Zyta gemas.
"Lepaskan tanganmu dari adikku," ujar Kane mendahului Adam yang akan mengutarakan protesnya.
__ADS_1
Kane melepaskan kasar tangan Alex dari tangan Zyta.
Alex mendengus, "7 tahun berlalu tapi kau masih saja jahat padaku,"
Kane berdecak, "Tentu saja. Itu karena aku dendam padamu,"
Dan akhirnya terjadilah pertengkaran tak berguna dari Alex dan Kane. Zyta yang melihatnya hanya terkekeh geli. Kelihatannya 7 tahun kepergiannya membawa banyak perubahan. Zyta senang, setidaknya kepergiannya kali membawa dampak baik bagi Kane dan Alex.
"Kau masih mempunyai hutang penjelasan, mbak Zyta," bisik Adam tepat ditelinga Zyta.
Zyta mematung lalu menolehkan kepalanya dan tersenyum miring.
"Benarkah?" balas Zyta berbisik.
"Hmm... Sudah kemana saja 7 tahun ini,"
Zyta hanya diam lalu menggandeng tangan Adam membawa pria itu pergi meniggalkan kerumunan para tamu undangan.
📋📋📋📋📋
Zyta berjalan memimpin didepan sedangkan Adam hanya diam membiarkan Zyta yang ingin membawanya entah kemana. Adam ingin menikmati waktu berduanya dengan Zyta.
Adam mengerutkan dahinya bingung saat Zyta berjalan membawanya menuju rumah belajar Zyta.
"Kenapa kita kemari?"
Zyta menolehkan kepalanya sebentar dan hanya tersenyum menjawab pertanyaan Adam.
Adam semakin mengerutkan dahinya dan menghentikan langkahnya membuat Zyta juga menghentikan langkahnya lalu berbalik dan menatap Adam bingung padahal mereka tinggal menaiki tangga.
"Kenapa kita kesini?" ulang Adam dan lagi-lagi Zyta hanya tersenyum.
Zyta berjalan mendekati Adam dan mendudukkan Adam diundakan tangga lalu Zyta duduk disebelahnya. Mereka sama-sama terdiam. Adam yang menatap Zyta menunggu wanita didepannya itu berbicara sedangkan Zyta menutup maatnya menikmati semilir angin yang menerpa kulit wajahnya.
"Kenapa menatapku seperti itu?"
Adam menggelengkan kepalanya tak tau. Tatapan Adam terlihat sayu dan sendu membuat Zyta tersenyum kecil. Zyta merubah posisi duduknya menjadi menghadap Adam lalu menangkup wajah Adam yang terlihat berbeda dari terakhir kali ia melihatnya.
Wajah Adam terlihat lebih bersih dan terawat daripada sebelumnya. Pasti ini kerjaan kakak sepupunya Kane hingga Adam terlihat berbeda seperti ini.
"Panggilan apa yang harus kuberikan?" ujar Zyta pada dirinya sendiri.
"Sayang, mungkin? Atau cintaku?" ujar Adam menjawab pertanyaan Zyta.
Zyta terkekeh dan tampak berpikir lalu mendekatkan wajahnya pada Adam.
"Bagaimana kalau suamiku?" bisik Zyta tepat ditelinga Adam.
"Ide bagus dan aku akan memanggilmu istriku," ujar Adam menjauhkan wajah Zyta dan juga menangkup wajah Zyta.
Adam mengelus pelan wajah Zyta yang terasa halus dijari tangannya. Adam dan Zyta hanya diam menikmati sentuhan mereka satu sama lain.
__ADS_1
🎡📋🎡TBC🎡📋🎡