
Hap~py Read~ing~
! : Typo typo
ðGirl Chit-Chat
Hari ini Zyta bisa sedikit bersantai karena hari ini adalah hari Rabu yang artinya Zyta tak harus cepat-cepat datang kerumah sakit. Zyta membersihkan apartementnya hari ini diiringi musik dari speaker yang dipasangnya tak jauh darinya bebersih. Sesekali bibir Zyta bergerak mengikuti lirik lagu dan badannya yang digoyangkan mengikuti beat lagu.
Ting~ Ting~ Ting~ Ting~
Zyta menghentikan aktivitas bebersihnya saat lagu yang tengah berputar dari speakernya terus membunyikan tanda chatting masuk.
Ting~ Ting~ Ting~
Zyta berdecak dan menghampiri ponselnya yang tersambung ke speaker. Lalu membuka kunci ponselnya disana terpampang tujuh chat dari kedua sahabatnya yang jauh disana.
'Eh! Bangke! Kapan pulang?' âKarinaAP(A)
'Iya, kita kangen nih,' âSarinaAP(A)
'Siapa bilang gue kangen? Lo aja kali yang kangen nih anak,' âKarinaAP(A)
'Sombong banget. Kemaren yang bilang pingin ketemu nih cewek siapa?' âSarinaAP(A)
'Siapa?' âKarinaAP(A)
'Lo Karak,' âSarinaAP(A)
'Saringan jebol,' âKarinaAP(A)
Zyta terkekeh gemas membaca chat dari kedua sahabatnya yang sudah lama tak dijumpainya kerena mereka tinggal dikota yang berbeda. Zyta segera menselancarkan tangannya dengan lihai diatas keyboard berlatar foto dirinya dan sang kedua sahabat.
'Oh jadi kalian punya sebutan baru?' âSherlyzyta
'Kok gak bilang-bilang?' âSherlyzyta
'Akhirnya muncul juga nih anak,' âSarinaAP(A)
'Kemana aja selama ini?!' âKarinaAP(A)
Zyta kembali terkekeh membacanya dan membalas chat dari Sarina.
'Maaf. Kalian taukan bagaimana sibuknya sahabat kalian ini,' âSherlyzyta
'ð' âKarinaAP(A)
'ð' âSarinaAP(A)
Karina maupun Sarina sama-sama mengirimkan emotikon datar dan Zyta kembali terkekeh. Zyta mencabut ponselnya dari speaker lalu berjalan menuju sofa dan duduk disana.
'Sombongnya. Lihatlah setelah menjadi dokter, menyapapun tak pernah,' âKarinaAP(A)
'Benar. Zy, apa kau sudah lupa dengan kami? Kau sudah memiliki teman barukan?' âSarinaAP(A)
Zyta terkekeh jahil saat sebuah ide muncul dikepalanya setelah membaca chat pertanyaan dari Sarina.
'Ya, tentu saja,' âSherlyzyta
'Betapa jahatnya dirimu, Zy ððð' âSarinaAP(A)
'Maaf. Maaf. Apakah aku mengenal kalian dan apakah kalian mengenalku?' âSherlyzyta
'Cih! Awas saja nanti jika kembali ke S. Bakal tak ð«ð«ð«,' âKarinaAP(A)
'Benar. Dasar gadis nakal ð€' âSarinaAP(A)
Zyta tertawa membaca jawaban dari Sarina dan Karina. Kedua sahabatnya ii memang spesial baginya.
__ADS_1
'Baiklah. Baiklah. Kakak-kakak maafkan adikmu ini ð' âSherlyzyta
'Memang harus seperti ituð' âKarinaAP(A)
'Baiklah. Kau benar. Apakah kakak-kakak ini mau memaafkanku? Adik kalian? ð«' âSherlyzta
'Nggak ððð' âKarinaAP(A)
'ððððð' âSherlyzyta
'Jadi kapan pulang, Zy?' âSarinaAP(A)
'Nggak tau. Mungkin pertengahan tahun atau akhir tahun,' âSherlyzyta
'ð¥ð¥ð¥' âSarinaAP(A)
'Jahat,' âSarinaAP(A)
'ð ð ð Baiklah. Mungkin aku akan mengambil jatah cutiku untuk kalian,' âSherlyzyta
'Beneran?' âSarinaAP(A)
'Beneran?' âKarinaAP(A)
'Iya...,' âSherlyzyta
'Janji!' âSarinaAP(A)
'Janji!' âKarinaAP(A)
'Janji!' -Sherlyzyta
'Kalau begitu kapan?' âSarinaAP(A)
Zyta menggelengkan kepalanya membaca chat Sarina yang sangat terlihat sekali ketidaksabaran dari sahabatnya itu.
'ððð' âSarinaAP(A)
'Jemput aku, ya..,' âSherlyzyta
'Siap!! Benarkan saringan?' âKarinaAP(A)
'Iyaapp.. Zy kamu jangan khawatir,' âSarinaAP(A)
'Baiklah. Kalau begitu aku sudahi dulu ya. Mau bersih-bersih rumah,' âSherlyzyta
'ð' âSarinaAP(A)
'ð' âKarinaAP(A)
Zyta meletakkan kembali ponselnya dan lanjut membersihkan apartementnya. Zyta tidak yakin akan mendapatkan ijin cuti untuk pulang ke S tapi karena sudah kepalang tanggung berjanji apa salahnya mencoba semoga saja kali ini diijinkan.
ððððð
Zyta menghempaskan tubuhnya diatas kasur terlentang setelah membersihkan diri dan berbenah untuk berangkat kerumah sakit.
Alex tadi menelponnya untuk datang ke rumah sakit dan membantu pria itu padahal seharusnya Zyta datang jam 2 siang nanti dan sekang masih jam 11 ditambah Alex mintanya untuk sudah standby dirumah sakit jam 1.
Masih tersisa satu jam lagi untuk Zyta berangkat kerumah sakit dan sekarang ia tak tau akan melakukan apa selain menunggu jam menunjukkan pukul 12.
Zyta merubah posisinya menjadi miring dan memejamkan matanya sebentar. Ia menghembuskan napasnya panjang setelah dirasanya ia cukup bosan sekarang.
Zyta kembali menutup matanya hingga tiba-tiba saja ia membuka matanya saat sebuah ide terlintas dibenaknya. Zyta bangun dari tidurannya dengan segera.
"Benar juga. Kenapa gak kepikiran, ya?" guman Zyta beranjak dari kasurnya dan segera melesat meninggalakan apartement.
ððððð
__ADS_1
Klinting~
Lonceng cafe Zyzy berbunyi saat Zyta mendorong pintu masuknya dengan pelan lalu melangkah menuju meja bar dimana terlihat Edo yang tengah meracik kopi dibantu Eldan disampingnya yang tengah serius memperhatikan bagaimana cara Edo meracik kopinya.
"Serius sekali," ujar Zyta membuat kedua orang itu segera mengalihkan pandangannya.
"Siang mbak Zy," sapa Eldan dengan senyum manis dibibirnya.
Edo menatap Eldan bingung saat pria itu menyapa Zyta, "Mbak?" tanya Edo mengerutkan dahinya bingung sedangkan Eldan menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
Edo segera mengalihkan pandangannya pada Zyta seolah meminta perempuan itu penjelasan. Zyta menggerakkan matanya ke kanan dan ke kiri berusaha menghindari tatapan tajam Edo.
"Kau hutang satu penjelasan, Juffrouw(nona),"
Zyta menghela napasnya tak dapat menghindari Edo yang meminta penjelasan.
"Baiklah. Baiklah. Eldan bisa kau gantikan Edo," ujar Zyta berdiri dari duduknya.
"Eh?! Tapi, mbak aku belum bisa pakai mesinnya,"
Zyta kembali menghela napasnya lalu mengedarkan pandangannya kepenjuru cafe.
Zyta melambaikan tangannya memanggil salah satu pegawainya dan pelayan tersebut segera menghampiri Zyta.
"Kenapa boss?"
"Tolong bantu Eldan buat kopi. Aku ada perlu bicara dengan Edo,"
"Siap!" Zyta segera memberi Edo isyarat menyuruh pria itu mengikutinya.
Zyta berjalan menuju kantornya lalu membuka pintu dan mempersilahkan Edo memasukinya. Setalah mereka masuk Zyta langsung duduk disofa diikuti Edo disebelahnya.
"Jadi?" tanya Edo to the point saat ia baru saja duduk.
Zyta menghela napasnya kesal melihat kebiasaan buruk Edo yang tak pernah berbasa-basi dahulu dan langsung ke inti pokok permasalahan.
Zyta mengerucutkan bibirnya dan akhrinya mulai menceritakan permasalahannya ketika Edo tanpa melepaskan tatapannya darinya dan hal itu membuat Zyta gugup tak nyaman karena tatapan tajam Edo.
"Jadi, gitu deh," ujar Zyta tersenyum lebar hingga gigi rapinya terlihat sempurna.
Edo menepuk dahinya tak percaya dengan sahabatnya yang juga merangkap sebagai bosnya ini.
"Tak kusangka-sangkat ternyata bosku begitu ... hah~" ujar Edo menggelengkan kepalanya membuat Zyta mendelik kesal.
"Begitu apa?! Begitu gila maksudmu?!!"
Edo mengalihkan pandangannya dan mengedikkan bahu acuh. Zyta mendengus melihatnya.
"Aku tidak punya pilihan lain dan ditambah lagi dia...,"
"Iya. Iya. Aku paham tapi setidaknya jangan sampai terlalu jauh dan cepat-cepatlah sudahi hubungan tak baik kalian,"
Zyta menghela napasnya dan mengalihkan pandangannya kearah lain membuat Edo mengerutkan dahinya.
"Jangan bilang, kau...,"
Zyta kembali menghela napasnya dan menatap Edo tanpa kata.
"Zy, bukankah kau tau bagaimana konsekuensinya jika kau tetap melanjutkan hubunganmu dengannya?"
Zyta mengedikkan bahunya tak tau. Mereka sama-sama diam hingga Edo berdiri dari duduknya.
"Aku tidak bisa melarangmu dan hanya bisa memberimu saran. Jadi, karena aku sudah berbicara sekarang selanjutnya terserah padamu sendiri. Aku kembali kerja," ujar Edo melangkah meninggalkan ruangan Zyta.
Zyta berdiri dari duduknya dan berjalan menaiki tangga menuju ruangannya yang lain. Panas matahari langsung menyinari Zyta setelah gadis itu sampai dilantai dua cafenya. Lantai dua terlihat sepi karena memang diperuntukan untuk para pelanggan yang memesan saja.
Zyta memejamkan matanya saat sampai di teras cafenya. Pikirannya berkecamuk dan tanpa Edo memberitahunya, ia sendiri sudah tau bagaimana efek dari hubungannya dengan Eldan nanti. Ia tau betul.
__ADS_1
ð¡ðð¡TBCð¡ðð¡