Gigolo Feeling

Gigolo Feeling
8 : Meet and Agree


__ADS_3

Happyto ReadingeuπŸ˜šπŸ’‹


! : Typo berterbangan pyu pyu pyu


πŸ“‹Meet and Agree


Dengan dress diatas lutut berwarna putih bermotif garis kotak-kotak hitam, Zyta memasuki cafe dimana dia bertemu dengan Eldan nantinya.



Zyta mengedarkan pandangannya kepenjuru kafe setelah memasukinya tapi tak mendapati temannya yang satu itu disetiap sudut kafe. Zyta menghela napas dan mencari bangku yang masih kosong.


Zyta menduduki bangku kosong yang terdapat dipojok kafe. Beruntunglah dirinya karena tidak harus menjaga bicaranya nanti saat berbicara dengan Eldan atau memelankan suaranya agar tidak terdengar oleh orang lain.


Sekarang sudah jam 2 kurang 2 menit, dan jika Eldan tak kunjung datang maka Zyta yakin ia akan menyulitkan pria itu. Tinggal 1 menit lagi, dan Eldan masih juga tak terlihat. Zyta menghitung mundur detik jamnya mulai dari 20.


18..


17..


16..


15..


14..


13..


12..


"Sorry! Sorry! Gue telat!"


Zyta tersentak dari menghitung jamnya saat suara Eldan terdengar telinganya. Zyta menyipitkan matanya memandang kesal Eldan yang terengah-engah dikursi seberangnya. Zyta menumpuhkan kepalanya disebelah tangannya memandang Eldan malas.


"Sor.. sorry.. gu.. gue.. bangun.. bangun telat.. haaahhhh....,"


Eldan menyandarkan tubuhnya dikursi mengatur napasnya yang memburu. Tadi dia baru saja bangun jam setengah 3 dan segera membenahi dirinya. Untung saja, Zyta memilih kafe didekat tempat kosnya jadi dia tak harus bercibaku diantara kemacetan.


"Hmm,"


Zyta sudah sangat terbiasa dengan keterlamatan Eldan atau kedatangan Eldan yang tiba-tiba jadi ia sudah tidak kaget lagi dan lagipula Zyta tak merasa bersalah karena Eldan sudah seperti itu sejak mereka kuliah.


Jika Eldan tidak diberi ultimatum maka pria itu akan datang sesampainya dia, walaupun sudah terlambat hingga 2 jam.


"Okeeey... Sekarang lo minta bantuan apa?"


Salah satu kebiasaan Eldan, tak pernah berbasa-basi. Zyta mengangkat kepalanya lalu menyerahkan selembar kertas. Eldan mengambil kertas tesebut lalu mengerutkan dahinya bingung.


"Maksudnya?"


Eldan mennatap Zyta tak mengerti.


"Gue gak bisa jelasin detailnya tapi gue butuh KTP baru tepatnya KTP palsu,"


Eldan memandang wanita didepannya tak percaya. Eldan berspekulasi kalau wanita didepannya baru saja masuk kedalam anggota teroris sehingga membutuhkan identitas palsu atau jangan-jangan salah menyuntik orang hingga membuat orang tersebut meninggal dan keluarga orang itu tak terima sehingga mengejar-ngejar Zyta untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

__ADS_1


"Lo gak salah nyuntik orangkan?"


Zyta mengerutkan dahinya bingung mendengar pertanyaan Eldan. Memangnya siapa yang harus disuntiknya sedangkan Eldan yang melihat Zyta terdiam semakin menyakinkan spekulasinya itu.


"Orangnya beneran meninggal?"


Zyta semakin dibuat bingung oleh Eldan. Entah apa yang dipikirkan pria kurus didepannya ini hingga berpikir kalau dirinya salah menyuntik orang dan membuat orang tersebut meninggal.


'Salah suntik? Meninggal?' Batin Zyta.


Zyta mengepalkan tangannya diatas meja saat baru saja memahami apa yang dimaksud Eldan.


"Akhh!! Sakit, bego!!" pekik Eldan mengusap dahinya yang terkena sentilan keras dari Zyta.


Eldan menatap Zyta tak terima yang dibalas Zyta dengan dagunya yang diangkat menantang Eldan. Eldan segera mengalihkan pandangannya jika Zyta sudah seperti itu. Lebih baik mencari aman saja daripada menjadi samsak dadakan Zyta. Begitulah pikir Eldan.


Eldan menatap luar kafe dengan dahi yang masih dielusnya agar rasa sakit yang sempat menjalar hilang. Zyta yang melihat temannya yang ajaib ini menghela napasnya panjang.


"Gue butuh bantuan lo untuk buatin gue KTP baru atas nama yang udah gue tulis disana. Dan kalau bisa lusa siang udah jadi,"


Eldan hanya menganggukkan kepalanya meng'iya'kan tanpa mengalihkan pandangannya dari luar sedikitpun. Zyta kembali menghela napasnya lalu meraih tangan Eldan yang ada diatas meja.


"Dan, makasih banget lo udah mau bantuin gue. Gue janji kalau misi gue kali ini berhasil lo boleh minta ditraktir apa aja sama gue. Apapun makanannya bakalan gue beliin,"


Zyta tersenyum kecil. Eldan kali ini yang menghela napas, ia mengangguk


"Iya. Gue tau. Lo gak usah sampai segitunya. Gue ikhlas mau bantuin lo. Ini juga baru pertama kalinya lo minta bantuan gue semenjak kita temenan. Jadi, gue ikhlas mau bantuin,"


Zyta mengangguk, "Makasih," ujar Zyta dan dibalas anggukan oleh Eldan.


πŸ“‹πŸ“‹πŸ“‹πŸ“‹πŸ“‹


'Your fake ID card is complete,'


Zyta tersenyum saat pesan dari Eldan terpampang dilayar ponselnya lalu dilihatnya jam yang menggantung diatas pintu ruang prakterknya. Hari ini adalah harinya. Hari janji 'lusa'nya.


"Jam setengah 12. Kurang 30 menit lagi," guman Zyta menghela napasnya saat sebentar lagi ia akan bertemu dengan orang dari 8 tahun yang lalu.


Jantungnya sejak ia bangun tak berhenti merasa gelisah dan gugup. Untung saja hari ini ia dapat mengerjakan tugasnya dengan baik dan juga pastinya dengan sedikit bantuan dari para suster juga Alex.


Zyta membereskan barang-barangnya lalu menyambar tasnya dan melangkah keluar ruangannya. Kemarin Zyta sudah meminta izin pulang siang.


Sebelum itu, Zyta berbelok menemui Alex lebih dahulu untuk mengucapkan terima kasih karena kemarin sudah membantunya izin.


Zyta membuka pintu ruangan Alex tapi tak mendapati si empunya diruangan itu dan hanya mendapati salah satu suster saja.


"Dokter Alex mana?"


"Sedang mengecek pasien dok," Zyta menganggukkan kepalanya.


"Katakan padanya kalau saya pergi dulu,"


Suster tersebut setelah itu Zyta menutup kembali ruangan Alex dan segera meluncur ke parkiran.


πŸ“‹πŸ“‹πŸ“‹πŸ“‹πŸ“‹

__ADS_1


Zyta sudah sampai sejak 15 menit yang lalu tapi orang yang ditunggunya tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Zyta menghela napas menahan rasa kecewanya.


Sudah lama sekali ia tak bertemu dengan orang itu tapi sekarang yang ditunggunya tak datang. Entah benar-benar datang atau tidak Zyta tak yakin.


Sejak 15 menit yang lalupun Zyta hanya menatap pintu masuk dan keluar. Setiap pintu itu terbuka dari luar, Zyta sangat berharap jika itu adalah orang yang ditunggunya. Bahkan sejak 15 menit yang lalupun Zyta sudah mengirim pesan tapi tak mendapat balasan.


Zyta menjatuhkan kepalanya diatas meja. Hari dia lelah sekali. Alex izin tidak masuk jadi beberapa pasien Alex, Zyta yang menangani. Berjalan kesana kemari, bolak-balik membuat kaki Zyta rasanya akan copot.


"Eumm.. permisi?"


Zyta tersentak kaget dan segera mengangkat kepalanya. Ia mengedipkan matanya melihat seseorang berdiri didepannya dengan senyum kecil. Selama beberapa detik Zyta terpana. Beberapa tahun tak melihat, banyak perubahan pada diri orang didepannya.


"Eumm.. Zyta, ya?"


Zyta tersadar lalu mengangguk kaku, "Emm.. emm.. iya,"


"Oh! Silahkan duduk," lanjutnya.


Zyta mengusap tengkuknya karena suasana yang canggung, untuk pertama kalinya, Zyta berhadapan langsung dengan pria ini. Zyta beberapa kali mengalihkan pandangannya.


"Emm... Aku tidak tau harus bagaimana? Karena ini juga pertama kalinya bagiku," ujar Zyta kecil dibagain akhir dan Eldan yang ada didepannya terlihat terkejut.


"Jadi, kamu...,"


Zyta menggaruk kepalanya kecil lalu mengangguk dan terkekeh canggung. Walaupun ia seorang yang buruk tetapi tidak mungkin ia menghancurkan masa depan gadis di depannya. Eldan tak sampai seburuk itu.


"Ehh!! Tapi.. Tapi.. Aku memanggilmu bukan untuk yang 'itu'," ujar Zyta saat Eldan menatapnya tak percaya.


Eldan memiringkan kepalanya dan mengangkat kedua alisnya meminta penjelasan sedangkan Zyta yang dipandang seperti itu menjadi gugup. Ia mengatur napasnya perlahan sebelum mengutarakan maksud sesungguhnya.


Yang Zyta rasakan saat ini lebih menegangkan ketimbang saat dia sidang skripsi dulu. Jantungnya sejak tadi, bukan, bahkan sejak pria didepannya datang sudah berdetak tak karuan.


Mungkin Zyta harus ke dokter Kristin untuk memeriksa jantungnya yang berdetak tak normal ini.


Tangan-tangan Zyta yang ditautkanpun sudah mulai mendingin dan mengeluarkan keringat menandakan seberapa gugup wanita itu.


Zyta kembali mengirup udara lalu mengeluarkannya perlahan, "Emm.. Sebenarnya niat awalku bukan ingin menjadikanmu.. yeah.. you know what I mean, but,"


Eldan menunggu kelanjutan perkataan Zyta.


"Bagaimana cara menyampaikannya, ya? Intinya, ehhh, aku ingin kau menjadi kekasihku. Hanya kekasih," Eldan membesarkan matanya lalu tertawa kecil.


"Tentu saja, selain sebagai kau taulah, aku juga akan merangkap menjadi kekasihmu, mbak..?"


Zyta menutup mulutnya, "Oh! Kita belum berkenalan. Aku Sherlyzyta. Panggil aja Zyta, Eldan," ujar Zyta tersenyum hingga matanya menyipit dan mengulurkan tangannya.


"Eldan Naresh. Panggil aja Eldan," ujar Eldan membalas uluran tangan Zyta juga balas tersenyum.


'Hmm.. salam kenal lagi, kak Adam,'


πŸŽ‘πŸ“‹πŸŽ‘TBCπŸŽ‘πŸ“‹πŸŽ‘


Sankyuu~ for~ u~ my~ lova~


So, disini ceritanya tuh Zyta punya temen dan namanya sama kyk pemeran utama cowoknya ne minna~san 😚😚

__ADS_1


Bye bye see u nexteu chapter..


__ADS_2