
Happy Reading
!:typo
ps:mautheend
đź“‹Wedding Prepared (2)
“Anata tachi!! (Kalian berdua!!)” ujar nenek melipat kedua tangannya didada dan menatap Zyta yang beru saja terlihat dengan kesal sedangkan yang ditatap hanya menyengir tanpa dosa.
“Sudahlah. Ayo, berangkat,” ujar nenek berdiri dari duduknya dan berjalan mendahului yang lainnya.
Zyta yang dilewati neneknya begitu saja hanya mendengus hingga akhirnya ia mendapat sentilan didahinya dari sang ibu yang juga melewatinya begitu saja. Zyta memajukan bibirnya dan menatap ibunya dengan kesal.
“Ayo,”
Zyta mengalihkan pandangannya ke sumber suara dan disana Adam sudah berdiri didepannya dengan wajah gugup dan mengulurkan tangannya ingin menggandeng Zyta.
Zyta yang mengerti maksud Adam tersenyum lebar dan segera menggandeng tangan Adam. Ia menyandarkan kepalanya pada lengan Adam dan mereka berjalan keluar menyusul ibu dan neneknya yang sudah sampai digarasi.
“Mereka ini,” ujar nenek saat melihat cucu dan calon cucunya yang bergandengan dengan mesra.
“Sudahlah, bu. Biarkan saja,” ujar Nirmala yang juga melihat putri dan calon menantunya.
Mereka menaiki mobil masing-masing. Ibu dan nenek Zyta berada dimobil yang berbeda dengan supir sedangkan Zyta dan Adam menyetir mobil sendiri.
Mobil mereka melaju menuju tempat yang sudah ditentukan sebelumnya dan tentu saja disini Zyta masih tidak tau kemana mereka akan pergi dan yang Zyta tau mereka akan pergi untuk menyiapkan segala keperluan untuk pernikahannya dengan Adam.
Sampailah mereka di gedung tunggal yang megah dengan pilar-pilar bergaya jaman victoria ditambah lagi bagian dalam gedung terlihat keluar menampakkan gaun-gaun memukau dan indah. Mereka masuk dan langsung disambut oleh pegawai disana.
“Sangat indah,” guman kagum Zyta saat memasuki gedung tersebut, Adam yang melihatnya hanya terkekeh gemas.
Banyak gaun-gaun yang dipajang disana. Tidak hanya gaun pengantin, gaun pesta maupun gaun biasa ada lengkah disana bahkan berserta sepatunya. Zyta menghampiri salah satu gaun dan mengelusnya pelan. Terasa sangat halus ditangan Zyta, membuatnya semakin kagum.
“Zyta?”
Zyta yang masih mengagumi beberapa gaunpun tersentak kaget saat ada yang memanggil namanya juga menepuk bahu kirinya. Zyta segera mengalihkan pandangannya dari gaun. Matanya membulat saat melihat siapa yang berdiri didepannya dengan senyum lebar.
“Tante Mei!!!” pekik Zyta dan segera memeluk erat sahabat dari ibunya itu.
Meilapun juga membalas pelukkan Zyta tak kalah erat. Meila menjauhkan diri mereka dan menangkup pipi Zyta dengan sayang.
“Oh! Tuhan! Kemana saja kau selama ini,” ujar Meila dengan wajah cemberut.
__ADS_1
Zyta tetawa kecil melihat wajah cemberut sahabat ibunya ini.
“Tante tau sendiri pastinya,”
Meila mendengus. Ia tau siapa yang dimaksud.
“Bibimu itu memang... benar-benar...,” ujar Meila tak senang.
“Sudahlah. Kudengar dari ibumu, gadis kecilku ini akan menikah,”
Zyta menganggukkan kepalanya dengan semangat. Meila melirik pada Adam yang berada disebelah mereka, Adam mengalihkan pandangannya kearah lain.
“Tak kusangka-sangka ternyata dengan pria ini,”
Zyta hanya tersenyum malu mendengarnya sedangkan Meila terkekeh gemas.
“Kalau begitu, ayo, kita pilih-pilih segala keperluanmu,” ujar Meila menggandeng Zyta juga Adam dengan semangat.
đź“‹đź“‹đź“‹đź“‹đź“‹
Zyta maupun Adam sama-sama merebahkan tubuh mereka disofa panjang yang berada disana. Mereka juga sama-sama menghembuskan napas panjang. Ketiga wanita paru baya didepan mereka sejak tadi entah sedang mendebatkan apa.
Ditangan masing-masing dari mereka terdapat gaun yang memukau. Gaun-gaun itu akan mereka gunakan untuk resepsinya sedangkan untuk akad nikah, Adam sudah menyiapkan gaunnya jauh-jauh hari.
“I.. ibu..,” panggil Zyta pada ibunya yang tengah berdebat dengan bibinya dan Meila, melihat keduanya secara bergantian tetapi tidak menyadari keberadaan Zyta ditengah-tengah mereka.
Zyta tanpa sadar menaikkan aslinya karena gemas kepada para wanita ini.
“CUKUP!!!!” pekik Zyta sontak membuat ketiga wanita itu terdiam.
“Sebenarnya yang akan menikah itu aku atau kalian?! Kenapa kalian yang ribut sejak tadi?!” lanjutnya menatap ketiga wanita paru baya itu bergantian.
“Ibu hanya ingin membantu,”
“Bibi juga,”
Zyta menghembuskan napasnya panjang, lalu tersenyum kecil.
“Ibu, bibi, tante, terima kasih sudah membantu Zyta. Tapi, ini pernikahan Zyta dan Adam jadi biarkan kami saja yang memilih. Zyta tidak ingin merepotkan tante, bibi, juga ibu,” ujar Zyta pelan dan ketiga wanita itu hanya diam lalu menganggukkan kepala mereka membuat Zyta tersenyum lebar.
“Kalau begitu, kalian sekarang duduk saja. Biarkan aku dan Adam yang memilih gaunnya dan kalian bisa memberikan pendapat,”
Ketiga wanita itu lagi-lagi hanya menganggukkan kepalanya. Zyta tersenyum simpul lalu mengalihkan pandangannya pada Adam yang tengah duduk santai dan sibuk pada ponselnya, tak menghiraukan pembicaraannya dengan ketiga wanita paru baya ini.
__ADS_1
Adam yang merasa ditatap mengalihkan pandangannya dari ponsel dan mengadahkan kepalanya. Adam hampir saja mengumpat saat melihat Zyta yang sudah berdiri tepat didepannya dengan wajah datar dan tangan yang berada dipinggang.
Zyta mengulurkan tangannya dan menyeret Adam memasuki fittingroom. Adam yang diseret Zyta hanya bisa pasrah sedangkan ketiga wanita paru baya yang menonton mereka hanya menggelengkan kepala.
đź“‹đź“‹đź“‹đź“‹đź“‹
Zyta sudah selesai memilih gaun untuk acara resepsinya. Gaun putih yang pas tubuh ramping Zyta hingga pinggangnya dan mekar pada bagian bawah yang membalut sempurna tubuh ramping Zyta. Ini adalah pilihan Zyta yang terakhir dan menurutnya gaun ini sangat indah.
“Oh! Tuhan! Putriku sangat cantik sekali,” ujar Nirmala menghampiri Zyta dan mengelus pipinya sayang, Zyta hanya tersenyum menanggapingnya.
“Adam, bagaimana? Zyta cantik tidak?” goda Meila pada Adam yang berdiri disebelahnya dan sejak Zyta keluar dari fittingroom, diam mematung dan Meila menyadari itu.
Meila terkikik geli melihat wajah bengong Adam, “Jangan diam saja, Adam,” ujar Meila menyenggol Adam, membuat pria itu tersadar seketika dan langsung menganggukkan kepalanya.
Ketiga wanita parubaya itu dan dua orang pegawai yang membantu Zyta berganti pakaian terkekeh geli sedangkan Zyta menundukkan kepalanya menahan malu.
Pemandangan seperti ini bukanlah hal yang baru lagi bagi Meila dan pegawainya. Bahkan hanya dari tatapan Adam, Meila dapat mengetahui betapa Adam sangat memuja Zyta.
“Oh ya! Aku ada hadiah kecil untukmu, sayang,” ujar Meila pada Zyta lalu menyuruh salah satu pegawainya mengambil hadiah yang sudah ia siapkan untuk Zyta.
Zyta penasaran hadiah apa yang akan diberikan sahabat sang ibu padanya. Pegawai itu kembali tak lama kemudian dengan kotak kecil persegi panjang ditangannya lalu menyerahkan dengan hati-hati pada Meila.
Meila tersenyum pada Zyta lalu membuka kotak tersebut dan mengeluarkan isinya. Sebuah mahkota kecil berkilau yang memukau mata berada ditangan Meila. Wanita itu tersenyum kembali dan mendekati Zyta.
“Duduklah,”
Zyta menurut dan duduk dikursi yang tak jauh darinya. Setelah Zyta duduk dengan rapi, Meila segera memasangkan mahkota tersebut dikepala Zyta. Ia memakaikannya dengan hati-hati.
“Bagaimana? Zyta semakin terlihat cantik bukan?” ujar Meila setelah selesai memasangkan mahkota tersebut.
Nirmala menatap Zyta tak percaya dan terpukau tepatnya pada pada mahkota kecil yang terpasang dengan indah dikepala Zyta.
“Bukankah itu...?” ujar Nirmala pada sahabatnya itu dan Meila hanya memberikan senyum simpul lalu menganggukkan kepalanya.
Zyta berdiri dari duduknya dan berbalik menghadap cermin. Disana terdapat pantulan dirinya, mahkota pada kepalanya membuat gaun yang ia kenakan semakin terlihat indah. Zyta yang melihat pantulan dirinya sendiri merasa tak percaya kalau itu adalah raganya. Terlihat mirip tapi juga terlihat berbeda. Ini adalah dirinya pada waktu-waktu yang tak dapat ia ulang kembali.
“Seharusnya, mahkota ini kugunakan saat aku menikah dulu. Tapi, karena... yaaahh itu adalah cerita lama. Maaf jika aku memberikan barang lama padamu,”
Zyta berbalik dan menggelengkan kepalanya, “Tidak apa tante. Aku suka. Mahkota ini sangat indah. Sangat sayang jika tidak diperlihatkan kepala orang lain betapa indahnya benda ini,”
Meila tersenyum senang mendengarnya, “Terima kasih,”
__ADS_1
🎡📋🎡TBC🎡📋🎡