
Happy Reading❤
!:Typo Everywhere
📋Wedding Day 2
“Jadi, mereka memaksamu melewati pagar?” Adam menganggukkan kepalanya.
Zyta memandang pagar yang baru saja dilewati Adam dan jika diperhatikan dengan seksama, pagar pembatas didepan mereka terlihat lebih tinggi daripada pagar pembatas dikamarnya atau memang hanya perasaannya saja.
Jika dipikirkan lagi, kasihan juga Adam. Kedua saudaranya itu memang perhatian hingga membuatnya tak dapat berkata-kata atau memang keduanya ingin mengerjai Adam sampai-sampai memaksa pria yang sudah menjadi suaminya ini melewati pagar setinggi itu.
Zyta melirik Adam yang hanya diam saja dan menundukkan kepalanya. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh pria itu, Zyta tidak dapat menebaknya. Hanya saja jika diperhatikan telinga Adam terlihat memerah.
Zyta menjatuhkan kepalanya dibahu Adam dan terasa sekali jika tubuh pria itu tengah menegang.
“Lemaskan bahumu. Kenapa tegang sekali?” ujar Zyta pelan dengan kepala yang masih dibahu Adam dan perlahan tubuh Adam mulai rileks.
Mereka berdua sama-sama terdiam. Tiba-tiba saja Zyta mengangkat kepalanya dan menghadapkan dirinya ke Adam yang mengerutkan dahinya bingung. Zyta mendekatkan dirinya pada Adam yang memundurkan badannya menghindari Zyta.
“Ehhhh?? Z.. Zy.. Zyta?” ujar Adam terbata karena wajah Zyta berada tepat didepannya.
Sangat dekat hingga membuat Adam sulit bernapas bahkan ia dapat merasakan deru napas Zyta yang hangat menerpa wajahnya.
“Adam,” panggil Zyta dan Adam berdeham menjawabnya.
“Kau tahukan kalau aku menyukaimu? Akh!! Bukan, tapi aku mencintaimu?”
Dengan wajah yang mulai sayu, Adam menganggukkan kepalanya.
“Menurutmu, apa yang akan kulakukan?” tanya Zyta mengangkat sebelah tangannya dan mengelus pipi Adam pelan.
Adam yang sudah tak fokus hanya menggelengkan kepalanya. Matanya hanya berfokus pada bibir Zyta yang bergerak ketika berbicara.
“Sayang sekali. Keliahatannya aku harus memberitahumu,” ujar Zyta semakin mendekatkan wajahnya pada Adam.
Adam meletakkan salah satu tangannya pada pinggang Zyta dan sedikit lagi bibir mereka akan bersentuhan.
__ADS_1
BRAK!!!
“Kimitachi!!!(Kalian!!!)”
Zyta dan Adam tersentak kaget dan sama-sama menoleh kearah pintu. Disana berdiri nenek Zyta dengan wajah galaknya, spontan Zyta dan Adam segera memisahkan diri. Dengan langkah lebar, nenek Zyta menghampiri dua insan yang baru saja ketahuan bertemu secara diam-diam.
“Kesini kamu,” ujar nenek Zyta pada Adam dan membawa pria itu pergi meninggalkan ruangan Zyta dengan wajah pasrahnya.
Diluar ruangan juga ada Evan dan Kane yang menundukkan kepalanya dan kedua tangan yang terkepal didepan.
“Kamu ini. Udah dibilangi jangan macam-macam masih saja,” ujar Nirmala membuat Zyta membulatkan matanya.
“Loh?! Kok nyalahin Zyta. Kan Evan sama Kane nii-san yang...,”
“Sudah. Sudah. Segera lepas semua pakaian dan perhiasanmu lalu mandi. Setelah ini kamu akan dirias lagi,” ujar Nirmala berjalan keluar ruangan bergantian dengan orang-orang yang membantunya merias diri tadi.
📋📋📋📋📋
Zyta sudah selesai merias dirinya lagi. Zyta memutar-mutar tubuhnya sesuai intruksi dari tante Meila. Gaun panjang yang mekar pada bagian bawah sungguh memanjakan mata Meila. Ia yang membuatnya dan dirinya juga yang kagum.
“Bagus bukan?” ujar Meila pada Nirmala dan wanita itu menganggukkan kepalanya.
“Ayo, kita keluar. Para tamu pasti sudah pada berdatangan,” ujar Nirmala menggandenga tangan Zyta begitupun juga dengan Meila.
Hari ini, Zyta merasa sangat spesial. Semua orang benar-benar memanjakanya dan memperlakukannya bagaikan putri kerajaan seperti kata tante Meila tadi. Memang benar-benar jadi ratu sehari semalam.
Acara resepsi diadakan ditempat berbeda dengan ijab kabul yang diadakan dirumah. Zyta, ibunya dan tante Meila sudah sampai didepan pintu. Nirmala tersenyum pada kedua keponakannya yang terlihat sangat tampan dan gagah dengan balutan tuxedo hitamnya.
“Kalian kalau begini keliatan ganteng,” goda Zyta pada Kane dan Evan yang membuka pintu.
Kane mendengus mendengar ucapan Zyta, “Memangnya sejak kapan aku keliatan jelek?”
“Setiap saat,” ujar Zyta dengan kekehannya.
“Selamat menempuh hidup baru sepupuku tersayang,” ujar Kane dengan senyum lembutnya yang tak pernah diperlihatkannya pada siapapun.
Zyta tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Nirmala dan Meila melepaskan genggaman tangan mereka pada Zyta yang menatap keduanya bingung. Nirmala dan Meila berjalan lebih dahulu memasuki area resepsi.
__ADS_1
“Karena ini hari spesialmu jadi kami meminta pada mereka agar kami yang mengantarmu. Hal seperti ini tidak akan dapat terulang kembali. Jadi, biarkan kami yang mengantarmu,” ujar Kane berdiri disebelah kanannya dan Evan disebelah kirinya.
“Ayo,” ujar Evan mengangkat lengannya begitupun dengan Kane.
Zyta tersenyum simpul lalu mengampitkan tangannya pada kedua sepupu yang paling disayangnya. Sejak kecil mereka selalu bermain bersama. Dimanapun mereka berada. Bagaikan saudara kembar yang tak dapat dipisahkan.
Tiba-tiba Zyta merasa sedih. Saat ini dirinya sudah menikah dan kedua sepupu kesayangannya ini masih saja sendiri. Jika memikirkan mereka tidak dapat bermain-main lagi seperti dulu membuat hatinya sakit.
Ia jadi mengingat kenangannya sewaktu mereka masih kecil. Bermain bersama. Berlarian kesana kemari tanpa lelah. Hingga dimarahi bersama-sama. Kenangan yang tidak akan pernah Zyta lupakan.
Kane dan Evan melepaskan ampitan tangan Zyta dan menggandeng tangan Zyta menuju Adam yang terlihat sangat tampan dengan tuxedo putih yang membalut tubuh tegapnya. Rambutnya tertata dengan rapi membuat ketampanan Adam semakin meningkat.
Kane menyerahkan tangan kanan Zyta pada Adam, “Jaga sepupu kecilku. Awas saja jika kau membuatnya menangis, aku yang akan menghajarmu,” canda Kane seolah-olah tengah mengancam Adam yang terkekeh mendengarnya.
Sekarang ganti Evan yang menyerahkan tangan kiri Zyta, “Jaga saudaraku,” ujar Evan singkat dan Adam menganggukkan kepalanya mantap dan tersenyum.
Semua orang yang berada disana melihat adegan tersebut dengan perasaan haru karena para tamu undangan yang datang rata-rata mengetahui bagaimana kedekatan Zyta, Kane, dan Evan selama ini. Benar-benar bagaikan saudara kembar yang tak terpisahkan.
Adam tersenyum lebar penuh kebahagiaan pada Zyta yang juga tersenyum penuh kebahagiaan. Adam mengangkat lengannya dan Zyta segera mengampitkan tangannya dilengan Adam. Mereka berjalan menuju pelaminan.
Senyum lebar penuh kebahagiaan terpantri dengan jelas diwajah mereka, sanak keluarga dan para tamu undangan. Ucapan-ucapan selamat dan doa terus terlontar dari mulut para tamu undangan untuk mereka.
Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan dan tidak akan pernah terlupakan bagi Zyta maupun Adam dan juga puncak dari perjuangan sejak SMP. Akhir dari cerita panjang pengejaran cinta Adam.
Zyta menolehkan kepalanya pada Adam yang juga tengah menolehkan kepalanya.
“Terima kasih untuk 7 tahun ini sudah mau menungguku,” ujar Zyta tersenyum simpul.
Adam tersenyum dan menganggukkan kepalanya, “Terima kasih juga sudah mencintaiku selama ini. Penantian 7 tahunku tidak ada artinya dibanding dengan cintamu selama ini. Aku mencintaimu, ” ujar Adam mencium kening Zyta lama.
Zyta tersenyum mendengarnya, “Aku juga mencintaimu, suamiku,” ujar Zyta disela ciuman keninngnya.
Mereka saling tersenyum penuh cinta membuat siapapun yang melihatnya dapat merasakan cinta mereka berdua.
💮🌸💮THE END🌸💮🌸
__ADS_1
🎉🎉🎉 yeahhh akhirnya 🎊🎊🎊 cerita ini selesai 😘😘😘 Makasih buat 🎎🎎🎎 yang udh baca💐💐💕💕💕